•
•
•
•
•
Happy Reading!
Hinata mengumpulkan kayu yang tersisa yang ada di gua, meletakkannya berniat untuk membuat api unggun agar suhu didalam gua menghangat.
Badai salju diluar tampak akan segera muncul kembali, kala Hinata mendengar suara angin yang berhembus kencang dan suhu didalam gua mendadak terasa sangat dingin.
Hinata mengambil dua kayu di masing-masing tangannya dan menggesek-gesekkan kedua kayu itu berlawanan, agar mengeluarkan percikan api. Namun lama ia melakukan hal itu, membuat telapak tangannya terasa panas namun api yang ditunggunya tidak segera muncul.
Ia menghela napas berat, menaruh kedua kayu yang tadi dipegangnya hingga tergeletak. Hinata mengambil tas bawaannya, dan mencari sesuatu.
Tanpa Hinata sadari, pria dengan pemilik netra onxy gelap diseberangnya, terus menatap apa yang ia lakukan sedari tadi.
Bibir Sasuke terangkat miring, seakan mengejek "Apa yang sebenernya sedang kau lakukan, Hyuga?"
Hinata tersentak, ia mendongak dan bertemu dengan tatapan Sasuke yang kaku. Bibirnya sedikit terbuka sebelum akhirnya menjawab "A-aku sedang mencari cara untuk membuat apinya menyala."
Hinata kembali fokus mencari sesuatu yang entah apa didalam tas miliknya, tanpa menghiraukan tatapan Sasuke yang terlihat menelisik ke arahnya.
"Apinya sudah menyala, Hyuga."
Hinata kembali mendongak dan mata putihnya membulat terkejut ketika melihat api unggun didepannya telah menyala. Kehangatan api itu memancar dan membuat tubuhnya terasa lebih hangat.
"Bagaimana bisa?" tanya Hinata heran dengan pandangan penuh tanya ke arah Sasuke.
Bibir Sasuke membentuk garis senyum tipis, merasa geli. Entah gadis Hyuga dihadapannya ini sedang berpura-pura bodoh dan tidak ingin meminta bantuan padanya untuk membuat api atau memang dia tidak mengetahui tentang jutsu-jutsu yang dikuasainya.
"Aku tidak ingin memberitahumu," jawabnya sengaja untuk tahu apakah wanita Hyuga dihadapannya akan terus bertanya-tanya padanya.
Binar dinetra putih Hinata hilang, dan ia menunduk singkat lalu kembali mengangkat pandangannya kearahnya. "Ah, begitu. Tidak apa-apa. Maaf atas kelancanganku Uchiha-san."
Sasuke mendengus, rasa bingung dan setitik rasa bersalah menghampirinya. Ia tidak tahu bahwa gadis Hyuga dihadapannya sangat menganggap ucapannya serius. Ia menangkap seperti kilatan sedih dimatanya.
"Apa kau selalu menganggap segala sesuatu serius Hyuga?"
"A-apa? tidak. Maksudku! Itu hanya tidak benar jika aku bertanya padamu seperti itu." jawab Hinata terbata-bata.
Sasuke mengangkat alisnya yang tertutup helaian rambut panjangnya, "Seperti apa?"
Hinata tidak berani menatap mata pria yang ada diseberangnya, maka ia menunduk. Menggigit bibirnya sebentar sebelum menjawab, "S-seperti kita adalah seorang teman."
"Jadi aku bukanlah temanmu, Hyuga?" tanya Sasuke, suaranya datar tapi entah mengapa Hinata bisa mendengar ketajaman ucapannya dari mulut pria itu.
Hinata terkesiap, bingung harus menjawab apa. Sedikit takut ucapannya ternyata malah menyakiti pria itu. Dengan keberanian yang ia kumpulkan, Hinata menatap netra Sasuke, ekspresinya kaku dan dingin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Mistake
Fanfiction[Fanon/Semi-Canon] Sasuke Uchiha, shinobi legendaris yang dikenal dingin dan pendiam, terhenyak ketika putri semata wayangnya menanyakan tentang sosok sang ibu, Hinata Hyuga. Pertanyaan yang sederhana namun menggugah kenangan mendalam yang selama in...
