•
•
•
•
Happy Reading!
Sasuke tidak tahu sudah berapa hari ia melanjutkan perjalanan kembali menuju Konoha bersama rekan setimnya. Kini, hatinya mendadak ingin segera menemui putri semata wayangnya yang ia tinggalkan sendiri bersama sahabatnya, Naruto.
Sasuke akhirnya sampai didepan gerbang Konoha. Kakinya kembali melanjutkan langkah menuju kediamannya. Hari ini hari Sabtu, yang artinya sekolah Aiko libur, harusnya putrinya itu sedang berada dirumah. Maka ketika ia mendorong pintu rumahnya hingga terbuka, kesunyian menyambutnya.
Sosok pria berambut kuning yang merupakan sahabatnya, duduk termenung di ruang tengah, menunduk memandangi secangkir teh yang seperti sudah mendingin di depannya. Namun, lamunannya terhenti ketika suara langkah kaki Sasuke terdengar dari arah pintu.
Pintu yang terbuka, memunculkan sosok Sasuke di ujung pintu, berdiri dengan wajah serius seperti biasanya. Naruto terpaku sejenak, matanya melebar karena terkejut. "Sasuke?" katanya sambil bangkit berdiri. "Kau sudah kembali?"
Sasuke mengangguk singkat, lalu melangkah masuk tanpa basa-basi. Matanya langsung menyapu ruangan, mencari keberadaan seseorang. "Di mana Aiko?" tanyanya, nada suaranya datar, tetapi ada sedikit kegelisahan di dalamnya.
Naruto menggaruk bagian belakang kepalanya, tampak canggung. Wajahnya sedikit memerah, dan ia menghindari tatapan Sasuke. "Eh, Aiko-chan... dia ada di kamarnya," jawabnya dengan kikuk.
Tanpa berkata apa-apa lagi, Sasuke segera melangkah menuju tangga yang mengarah ke kamar Aiko. Namun, baru beberapa langkah, Naruto tiba-tiba melompat dan berdiri di depannya, menghalangi jalannya.
"Tunggu, teme!" seru Naruto, kedua tangannya terangkat seolah ingin menghentikan sahabatnya itu.
Sasuke berhenti, alisnya sedikit berkerut. "Ada apa, Naruto?" tanyanya dingin, matanya menatap tajam ke arah Naruto.
Naruto tampak semakin gelisah, mencoba mencari alasan yang masuk akal. "Yah, maksudku... Aiko sepertinya sedang tidur di kamarnya. Mungkin lebih baik kau tunggu hingga besok pagi."
Sasuke memicingkan matanya, ekspresinya menunjukkan bahwa ia tidak sepenuhnya mempercayai alasan yang dilontarkan Naruto. "Apa yang sebenarnya kau sembunyikan?" tanyanya tegas.
Naruto tertawa gugup sambil melambaikan tangannya. "Sembunyikan? Aku? Tidak mungkin! Aku hanya berpikir ini bukan waktu yang tepat. Kau baru sampai, kenapa kau tidak duduk saja dulu, istirahat? Aku akan membuatkan teh untukmu!"
Namun, Sasuke tidak bergeming. Aura dingin yang biasa mengelilinginya semakin terasa. "Naruto," ucapnya pelan tetapi penuh tekanan, "kalau kau tidak segera mengatakan sesuatu yang kau coba sembunyikan, aku akan langsung pergi ke kamar Aiko."
Naruto menelan ludah, terlihat bingung antara mengatakan yang sebenarnya soal apa yang telah Aiko ketahui atau menghadapi amarah sahabatnya. Tapi di balik semua itu, ia tahu bahwa ia tidak bisa terus-terusan menghentikan Sasuke jika ia benar-benar ingin menemui putrinya.
Naruto menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya. Ia tahu bahwa menghentikan Sasuke bukanlah perkara mudah, apalagi ketika menyangkut Aiko. Namun, ia harus melakukannya sekarang, sebelum situasinya semakin rumit.
"Sasuke," kata Naruto sambil melangkah ke depan, menahan sahabatnya. "Tolong, duduklah dulu. Ada sesuatu yang perlu kubicarakan denganmu."
Sasuke berhenti, menatap Naruto dengan tatapan tajam dan penuh curiga. "Apa lagi ini, Naruto? Jika kau ingin membuang-buang waktuku, lebih baik kau minggir sekarang."
KAMU SEDANG MEMBACA
Beautiful Mistake
Hayran Kurgu[Fanon/Semi-Canon] Sasuke Uchiha, shinobi legendaris yang dikenal dingin dan pendiam, terhenyak ketika putri semata wayangnya menanyakan tentang sosok sang ibu, Hinata Hyuga. Pertanyaan yang sederhana namun menggugah kenangan mendalam yang selama in...
