Bab 15 (kilas balik)

1.1K 118 16
                                        

Happy Reading!

Kakashi tengah duduk dengan tenang di kursi Hokage-nya, satu tangan menopang dagu sementara mata satu-satunya yang terbuka memandangi peta yang terbentang di atas meja. Di seberangnya, Shizune berdiri sambil membolak-balik beberapa dokumen laporan intelijen.

“Gerakan di perbatasan Negeri Pasir mulai mencurigakan,” ujar Shizune dengan nada khawatir. “Beberapa mata-mata kita melaporkan aktivitas perdagangan senjata gelap, dan… ada desas-desus tentang kelompok ninja bayaran yang mulai bergerak ke arah Negeri Api.”

Kakashi mengangguk pelan. “Aku menduga mereka tidak akan tinggal diam setelah insiden terakhir di Negeri Tanah. Sepertinya kita harus segera bertindak.”

Ia menoleh ke arah Shizune, nada suaranya tenang tapi tegas. “Segera panggil tiga Anbu yang paling siap. Aku ingin tim kecil dikirim untuk penyelidikan awal. Misi ini harus diam-diam, kita tidak ingin memancing reaksi dari pihak lain… belum saatnya.”

Shizune langsung mengangguk. “Baik, Hokage-sama.” Ia segera berbalik dan melangkah keluar dari ruangan dengan cepat, langkahnya mantap dan penuh kesigapan seperti biasa.

Kakashi kembali menatap peta di hadapannya. Tangannya perlahan mengusap dagunya, merenung dalam diam. Beberapa titik merah di atas peta menunjukkan lokasi konflik yang mulai muncul satu per satu seperti luka kecil yang bisa membesar kapan saja.

Tangannya beralih mengusap dahinya, pening dikepalanya terasa. Beberapa hari ini ia memang kurang istirahat, bahkan ia tidur tidak sampai 4 jam sehari.

"Aish, aku harus segera minum sake atau kepalaku akan meledak." Gumamnya pada dirinya sendiri.

Lalu tiba-tiba, suara kepakan sayap terdengar dari arah jendela. Kakashi mengangkat kepala dan melihat seekor burung elang mendarat dengan anggun di ambang jendela, napasnya teratur, matanya tajam dan membawa kewibawaan seperti utusan dari medan perang.

Kakashi mengenal burung itu. Seekor elang milik seseorang yang amat dikenalnya.

Di kakinya, terikat sebuah gulungan kecil.

Ia berdiri dari kursinya, melangkah pelan mendekat, dan dengan gerakan cekatan, ia mengambil gulungan itu lalu membuka ikatannya.

Ia berdiri dari kursinya, melangkah pelan mendekat, dan dengan gerakan cekatan, ia mengambil gulungan itu lalu membuka ikatannya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Namun setelah membaca separuh pesan, satu alis Kakashi terangkat. Kakashi memandangi tulisan tangan dalam gulungan itu—singkat, padat, dan tanpa basa-basi. Persis seperti orang yang mengirimnya.

Matanya menelusuri baris-baris singkat itu sekali lagi, memastikan ia tidak salah baca. Lalu ia berdiri tegak, menggulung kembali kertas itu dengan lambat.

Beautiful MistakeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang