chapter 30

2K 112 11
                                        

                      SELAMAT MEMBACA ❤🥰

                JANGAN LUPA VOTEEEEEEEEEEEEE



Semua santri sedang berkumpul di lapangan utama sementara itu ada dua santri yang nggak ikut berkumpul karena keasikan maen game, yah mereka ber dua bawa HP tanpa ada yang mengetahui nya

"Jirr awass-awas, akhh mati".

" Kasiann hahaha, makan nya jangan belagu sok sokan lawan gua udah pasti kalah".ucap deni senang karena Galih kalah memenangkan game nya

"Dah lah males gua kalo kaya gini".ujar Fadil putus asa

" Ke asrama yok lahh ngantuk gua, dari pada ke lapangan panas. Untung aja HP gua udah gua ambil kalau blum, gilaa mati gua di marahin bokap".

"Bener, gua juga sama kalau HP ini sampe di ambil wahh dah lahh".

Skrkk skrkk skrkk

Deni dan Fadil terkejut ketika mereka mendengar suara gtusak grusuk di dekat mereka, mereka ber dua saling pandang dan kemudian Fadil memutuskan untuk melihat ke arah sumber suara. Di sana Fadil melihat seorang perempuan yang sedang menggali tanah dengan terburu².

"Siapa sih tuh orang, ngapain juga gali²tanah kaya gitu".gumam Fadil

" Shuttt, woyy siapa".tanya deni pelan, Fadil menggeleng kan kepala nya tidak tahu. Tiba²Fadil punya inisiatif untuk merekam nya, karena orang ini mencurigakan sekali fikir Fadil

"Siapa tuh orang".tanya deni lagi

" Gua juga gak tahu dodoll".deni cengengesan smbil menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal

Mereka berdua terus memperhatikan orang itu, hingga saat orang itu berbalik mereka berdua langsung sembunyi di balik tembok karena takut ketahuan, setelah orang itu pergi Fadil mematikan kamera nya, namun saat Fadil dan deni melihat hasil rekaman nya. Mereka terkejut karena orang itu ternyata...

"Ustadzah-" Belum lagi Fadil menyelesaikan ucapan nya tiba²di potong oleh deni

"Wahh gak bener kaya nya... " Ucap deni berjalan ke arah ustadzah itu menggali tanah, Fadil pun mengikuti deni dari belakang. Karena jiwa penasaran mereka meronta² akhir nya mereka menggali kembali tanah itu

"Kotak apa ini" Tanya deni

"Ehhh si onyon, ya buka lahh".kesal Fadil

"Hahaha santai pak sopir".deni mulai membuka kotak itu, mereka bisa melihat di dalam nya ada sebuah hoodie, sepatu, rok, dan juga pisau. Mereka terkejut bukan main, ada apa sebenar nya dengan ustadzah itu?apa yang sedang dia sembunyiin?

" Kaya nya ada yang gak beres".ucap deni

"Ohhh gua tahu, apa jangan² hari ini ada razia dadakan itu karena... ". Fadil dan deni saling pandang, seperti nya pemikiran mereka memikirkan hal yang sama.

" Kita simpan aja kali ya buat nanti“.ujar deni

"Good, ehh cepetan rapihin lagi tanah nya sebelum ada yang liat".ucap Fadil, sementara deni langsung menutup lubang itu seperti semula, setelah selesai mereka memutuskan untuk langsung pergi menjauh dari sana.

***

"Assalamu'alaikum".salam umi dan fitroh

" Waalaikumsalam ".jawab mereka

"Abah umi dapet sepatu ini tapi cuman satu".ucap memberikan sepatu itu pada abah, abah pun mengambil nya dan menelitinya, sampai² hal tak terduga abah melihat ada setitik darah yang sudah kering

" Kok ada darah", gumam abah

"Coba arsya liat abah".sahut Gus arsya, abah pun memberikan nya pada Gus arsya. Saat Gus arsya melihat nya ternyata benar saja dan hal itu membuat Gus arsya semakin yakin kalau pelaku nya ada di lingkungan pesantren

" Mending kita simpan dulu saja sembari cari lagi barang bukti yang lain“.ucap ust agam, mereka pun mengangguk menyetujui

"Jangan kasih tahu khanza ya nak, takut nya nanti kenapa“.ujar ilham

" Iya ayah, arsya nggak bakalan ngasih tahu ayah tenang aja".ilham tersenyum namun hati nya sedikit khawatir karena nanti malam ia akan pulang dan gak akan bisa memantau putri nya. Meskipun ada arsya tapi tetep seorang ayah akan terus mengkhawatirkan putri nya.

*di kamar*

Khanza terus menangis karena terus menerus mengingat kepergian anak pertama nya, apalgi itu dengan kesengajaan. Ia benar²tidak becus menjaga anak nya.

"Sayang, ma'afin uma yah, umma yang nggak bisa jagain kamu hiks hiks ini salah umma sayang ma'afin umma hiks hiks ".rasa bersalah khanza semakin besar di iringi dengan tangisan yang sangat menyakitkan, dadanga terasa sesak, kepala nya pusing. Ia menyenderkan tubuh nya di kepala ranjang.

Ingatan waktu itu terus menggerogoti pikiran nya, ia tidak tahu harus apa sekarang.

"Kamu jahat! Kamu udah membunuh anak aku! Kamu jahat! Aaaaaaaa!!!" Khanza menjerit dengan sangat keras, sampai²orang yang ada di bawah terkejut sedangkan Gus arsya langsung berlari menuju kamar nya

"Astaghfirullah, mas aku takut Khanza kenapa²". Ucap bunda khawatir

" Tenang bunda, nggak akan kenapa².

"Umi mau kemana? "Tanya abah

" Umi mau lihat Khanza abah".

"Nggak usah, biarin arsya aja umi".ucap abah, umi pu  mengangguk pasrah

Brakkk

"Astaghfirullah, kamu kenapa sayang", Gus arsya langsung memeluk tubuh Khanza lembut. Namun Khanza masih terus menangis sembari meremas baju kameja Gus arsya dengan sangat keras bahkan kulit Gus arsya keremas tapi Gus arsya menahan nya, karena ini tidak sebanding dengan rasa sakit yang sedang di alami istri nya. Dengan lembut Gus arsya mengusap kepala istri nya.

Setelah beberapa menit Khanza sudah mulai tenang

"Shutt udah yah, istighfar sayang astaghfirullah ala'dzim ".khanza mengikuti ucapn suami nya sampai ia benar² merasa tenang. Istighfar saat kamu sedang marah, istighfar ketika kamu kesal, istighfar saat kamu sedih dan setres , istighfar saat apapun yang terjadi.

Jika seseorang membuat mu marah maka jangan membalas nya tapi istighfar dan baca ayat kursi, ayat nya di baca kursi nya di lempar😭(berjanda senggg, kmbali ke cerita)

***

" Kenapa hm? Tanya Gus arsya lembut

"Maaf ya mas karena aku nggak bisa jagain anak kita,ini salah aku mas, aku gagal jadi seorang ibu hiks a-

"Shuttt, nggak ini bukan salah kamu sayang ini semua takdir, in sya allah nanti juga allah bakalan ngasih rezeky lagi buat kita, tapi kita juga nggak boleh pasrah harus tetap sabar dan berkihtiar.Anak itu amanah dari allah, semua ini titipan dari allah dan semua akan kembali pada allah. Kamu harus percaya allah nggak mungkin menitipkan sesuatu kepada kita kecuali allah tahu hati kita kuat untuk menerima titipan itu.

"Tap-

" Shuttt udah yah, jangan di ingat²lagi, kamu harus berusaha ngikhlasin anak kita ".khanza pun mengangguk di dalam dekapan sang suami. Dengan lembut Gus arsya mencium kepala istri nya, jujur hati Gus arsya sangat sakit tetapi ia harus kuat demi istri nya, ia juga harus berusaha ikhlas untuk menerima semua ini.

            Jika datang kemarahan maka diam
               dan tenang lah,karena kata-kata
              yang akan di ucapkan ketika marah
                   itu hanya akan menjadi sebuah
                                   penyesalan

                "Habib ali zaenal abidin al hamid"


Segini dulu gak papa yahhh🙏🥺

Komen nya jangan lupa bebb❤

ARKANZATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang