chapter 23

3.8K 182 28
                                        

Brak...

"Assalamualaikum umi!" Salam Gus Arsya, semua orang yang ada di dadana terkejut melihat kedatangan Gus Arsya sambil menggendong tubuh Alya, Gus Arsya langsung saja menidurkan tubuh Alya di sofa dengan hati²

"Astagfirullahaladzimm, Alya kenapa bisa seperti ini nak?" Tanya umi khawatir

"Arsya juga tidak tahu umi, waktu Arsya datang Alya sudah seperti itu".jwb Gus Arsya

"Terus ust Agam mana?" Tanya Abah

"Agam..."Gus Arsya menjeda ucapan nya beberapa saat, hingga akhir nya ia melajutkan ucapan nya

"Agam kena tusuk Abah".

"APA! Ucap Abah, umi dan juga Khanza bersamaan, mereka terkejut mendengar berita itu

"Kok bisa sya?" Tanya Abah, Gus Arsya mulai menceritakan awal mula kejadian nya sampai kejadian ust Agam tertusuk pisau. Semua keluarga sangat terkejut dan sedih

"Terus sekarang keadaan ust Agam gimana mas". Kini giliran Khanza yang bertanya

Gus Arsya menggeleng kan kepala nya "Mas juga tidak tahu, tadi mas suruh kenan sama ust Fauji untuk di bawa ke RS".

"Astagfirullahaladzimm". Khanza menangis, orang itu benar² tega melakukan ini, benar² tidak punya hati. Gus Arsya membawa istri nya kepelukan nya

Abah mengusap wajah nya kasar, kenapa jadi seperti ini masalah nya?siapa orang yang tega melakukan semua ini? Abah memijat kening nya pusing

"Sya bawa istri mu ke kamar kasian".ujar Abah, Gus Arsya mengangguk dan membawa istri nya ke kamar. Sesampai nya di kamar gus Arsya mendudukkan istri nya di kasur

Gus Arsya mengahapus air mata istri nya lembut "Udah yah jangan nangis".

"Siapa sih mas yang tega ngelakuin ini ke keluarga kita mas hiks, emang kita punya salah apa sama dia hiks". Khanza menangis tersedu² untuk mengeluarkan semua unek² nya, Gus Arsya membawa istri nya kepelukan nya guna untuk memberikan kekuatan pada istri nya. Ia juga tidak tahu, mengapa orang itu tega melakukan semua ini, ia juga tidak tahu punya salah apa sama orang itu.

Khanza menatap wajah tampan suami nya yang banyak lembab lalu, tangan nya terangkat untuk mengelus wajah suami nya

"Sakit ya mas".tanya Khanza, Gus Arsya menggelengkan kepala nya

"Ihh jangan bohong".Khanza memukul lengan Gus Arsya pelan, Gus Arsya terkekeh melihat nya

"Nggak sayang, ini nggak sebanding yang Alya rasain tadi". Khanza langsung terdiam mengingat kejadian yang Alya alami, ini memang tidak sebanding dengan Alya alami tapi tetep saja ia juga tidak tega melihat suami nya terluka

"Mas tolong ambilin kotak p3k". Perintah Khanza, Gus Arsya tidak menolak dan langsung membawa kotak p3k nya dan memberikan nya pada istri nya

Dengan telaten Khanza mengobati luka di wajah suami nya, sesekali Gus Arsya meringis karena merasa perih

"Awshh'.

"Eh maaf mas kekencengan yah".

Gus Arsya menggelengkan kepala nya Sambil tersenyum"Nggak apa² kok".

"Nahh udah selesai". Khanza menutup kembali kotak p3k nya dan menyimpan nya di nakas, Gus Arsya merebahkan tubuh nya di paha sang istri yang di jadikan bantal dengan menghadap ke perut istri nya sambil mengelus nya dengan lembut

"Assalamualaikum anak Abi, udah lama yah Abi nggak ngobrol sama kmu, maaf ya kemarin² Abi lagi sibuk jadi gak sempet ngobrol sama kamu, maafin Abi ya sayang, cup".

ARKANZATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang