LANJUTTT
SELAMAT MEMBACA
Seharian Gus arsya tidak tidur karena menunggu istri nya yang sampai sekarang masih belum sadar, ia tidak merasa ngantuk, makan pun jarang meskipun di paksa.
Karena jam sudah menunjukan pukul 02:55 Gus arsya beranjak ke kamar mandi untuk mengambil wudhu. Setelah mengambil wudhu gus arsya menggelar sejadah nya dan mulai melaksanakan sholat tahajud.
Assalamu'alaikum warohmatuloh
Assalamu'alaikum warohmatuloh
"Ya allah kenapa cobaan mu ini datang dengan berturut-turut, begitu sayang nya engkau pada hamba dan istri hamba sehingga bertubi² ujian yang engkau berikan pada rumah tangga hamba, jika nanti hamba muncul rasa ingin menyerah maka kuatkan iman hamba,
"Ya allah kuatkan hamba bersama istri hamba, berikan kekuatan dan kesabaran untuk istri hamba setelah dia tahu kebenaran nya.
Gus arsya menangis tersedu ²di atas sejadah nya, Dia memohon kepada Allah untuk memberikan kekuatan dan kesabaran kepada dirinya dan Khanza dalam menghadapi kehilangan anak mereka.
Setelah selesai berdoa, Gus Arsya masih menangis karena rasa kehilangan dan kesedihan yang masih menghantuinya. Dia merasa bahwa kehilangan anak mereka sangat berat dan sulit untuk diterima.
Gus Arsya menangis karena dia merasa tidak bisa melindungi anak mereka, dia merasa bahwa dia telah gagal sebagai ayah.. Dia merasa bahwa dia sedang mengalami saat-saat yang paling berat dalam hidupnya.
Tiba-tiba, Gus Arsya teringat akan sebuah ayat Al-Qur'an yang pernah dia baca. Ayat itu berbicara tentang kesabaran dan kekuatan yang diberikan oleh Allah kepada hamba-Nya yang setia.
Gus Arsya merasa sedikit lebih tenang setelah teringat akan ayat itu. Dia mencoba untuk menenangkan dirinya dan memohon kepada Allah untuk memberikan kekuatan dan kesabaran kepada dirinya dan Khanza.
Dia berdoa dengan hati yang tulus dan memohon kepada Allah untuk membantu mereka melalui saat-saat yang sulit ini.
Setelah beberapa saat, Gus Arsya merasa sedikit lebih tenang dan damai. Tapi dia masih merasa sedih dan kehilangan, tapi dia merasa bahwa dia bisa menghadapi situasi ini
Gus Arsya beranjak dri tempat duduk dan berjalan ke arah brankar istri nya, ia memegang tangan istri nya dan berbicara dengan lembut.
"Sayang, mas ada di sini untuk kamu. Jangan khawatir, mas akan selalu ada di samping kamu. Kamu harus kuat yah setelah kamu tahu yang sebenar nya terjadi".lirih nya, ia menangis kembali di tumpukan tangan antra tangan dirinya dan istri nya
" Ya allah saya mohon sadrkan lah istri saya".
Setelah beberapa menit Tiba²Gus arsya merasakan ada yang aneh di tangan nya, seperti ada yang bergerak², ia pun langsung mengangkat kepala nya dan melihat ke arah tangan istri nya yang mulai sedikit bergerak. Ada rasa bahagia dalam hati Gus arsya
"Sayang, kamu sudah sadar? Alhamdulillah ya allah". Gus arsya mencium kepala istri nya dengan lembut dengan perasaan bahagia
" Bentr ya mas manggil dokter dulu".gus arsya langsung berlari keluar untuk mencari dokter sarah, sedangkan kenan, ilham dan juga abah yang sedang menunggu di luar ruangan terkejut dan panik melihat Gus arsya yang tiba²lari keluar dri rungan
"Ada apa sya? Tanya ilham panik
" Khanza ayah... Tadi tangan Khanza gerak".mereka langsung bahagia mendegar jawabn dari gus arsya
"Alhamdulillah".
" Biar gua aja yang manggil dokter sarah".ucap kenan, gus arsya mengangguk mengiyakan
•••
"Bagaimana keadaan istri saya? Tanya gus arsya penasaran
" Alhamdulillah, keadaan ning Khanza sudah mulai membaik tapi nanti kalau ning Khanza sudah sadar jangan di kasih tahu dulu tentang ini karena nanti takut nya ning Khanza akan drop lagi"".
"Iya, sya ingin berterimaksih karena kamu sudah menolong istri saya ".
" Itu sudah kewajiban saya sebagai dokter gus, ya sudah kalau ada apa²lagi panggil saya aja".
"Iya terimaksih sekali lagi".
" Sama²gus, saya keluar dulu assalamu'alaikum ".
"Waalaikumsalam"
✧༺♥༻✧
Keesokan hari nya semua keluarga sudah berkumpul di ruangan Khanza, yah dokter sudah memperbolehkan keluarga gus arsya dan keluarga Khanza masuk untuk menjenguk nya tetapi tidak boleh lama². Semua keluarga sangat senang mendengar kabar bahwa Khanza sudah sadarkan diri.
Saat ini Khanza sedang makan bubur di suapi oleh suami nya, Khanza masih belum bisa duduk jadi dia mkan nua sembari tiduran cuman kasur nya agak di naikin sedikit".
"Mas".panggil Khanza
" Dalem sayang, kenapa hm? ".
" Anak kita baik²aja kan".
DEG
Gus arsya maupun yang lain langsung terdiam mendengar pertanyaan dari khanza, ini yang Gus arsya takuti sekrang, dirinya harus mengatakan apa?
"Mas anak kita baik²aja kan".tanya Khanza sekali lagi namun tidak ada respon sama sekali dari suaminya, lalu Khanza beralih menatap sekeliling nya dengan penuh tanda tanya
" Bunda, umi anak Khanza selamat kan? "Masih belum ada jawaban, mata Khanza sudah tidak bisa menahan air mata nya.
" Kenapa nggak ada yang jawab pertanyaan Khanza hiks",
"Ayah, mana anak Khanza hiks hiks".
Saat itu juga Gus arsya langsung memeluk istri nya, semua yang ada di sana menangis karena tidak tega melihat Khanza seperti ini
"Sayang kamu harus kuat".gus arsya berusaha menenangkan istri nya, Khanza meremas baju Gus arsya nggak terlalu kuat karena keadaan Khanza masih sedikit lemah. Khanza menangis histeris di pelukan Gus arsya
"Anak aku mana mas hiks, dia selamat kan? Dia baik²aja kan? Hiks hiks".
" Sayang anak bunda kamu harus kuat yah, mungkin ini belum rezeky kamu sama arsya".sahut bunda
"Maksud bunda? Anak aku udah gak ada? Nggak! Nggak mungkin!! Hiks hiks".
" Mas ini nggak bener kan hiks, jawab mas hiks". Gus arsya mengangguk pasrah
"Hiks nggak! Ngg-
Astagfirullah! Sayang?!
Nak!!
Semua orang terkejut tiba ²Khanza tak sadarkan diri ,semua nya panik, ayah ilham langsung lari keluar untuk mencari dokter sarah
✧✧
Ceklek
Pintu ruangan Khanza terbuka menampilkan dokter sarah yang baru saja keluar
"Bagaimana keadaan anak saya dok? "tanya ilham
"Alhamdulillah keadaan ning Khanza kembali normal, tadi sempet ngedrop sebentar tapi udah saya tangani, dan saya juga mau ngasih tahu aja untuk sekarang biarkan ning Khanza istirahat tidak boleh di jenguk dulu kalaupun bisa hanya seorang saja, nanti tkut nya ning Khanza drop lagi aplagi ning Khanza baru aja siuman".ujar dokter sarah
"Saya juga mau mengucapkan turut berduka ya gus".tambah dokter srah
" Iya terimaksih dok".
"Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu semuanya assalamu'alaikum"
"Waalaikumsalam".
" Kamu yang sabar ya nak, pasti semua ada jalan keluar nya".ucap ilham mencoba memberikan kekuatan pada menantu nya
"Iya ayah arsya percya itu".
" Lo tenang aja sya nanti gua bantuin buat nangkep tu pelaku".tambah kenan, Gus arsya mengangguk sambil tersenyum haru
TBC
Maaf ya update nya kelamaan 🙏
KAMU SEDANG MEMBACA
ARKANZA
Teen FictionSILAHKN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ⚠️ INI HASIL HALUAN DAN PEMIKIRAN SAYA SENDIRI!! SAYA TIDK MENYONTEK ATAU MENSALIN CEITA LAIN. maaf kalo ada , tokoh² atau kejadian dll yang sama maaf karna itu tidak di sengaja 😊 ini cerita hasil pemikiran saya...
