SELAMAT
MEMBACA
🥰🥰🥰
"Assalamu'alaikum".
" Waalaikumsalam ".
" Umi gimana keadaan ning khanza? "Tanya ust agam, yah hari ini semua ust dan ustazah menjenguk Khanza di rumah sakit. Tidak semua cuman bebrapa orang saja karena setengah nya harus menjaga di pesantren
"Khanza alhamdulillah, cuman ya kalau sadar pasti nangis terus pingsan. dari kemarin Khanza seperti itu nak".jelas umi, semua para ust dan ustadzah merasa sedih mendengar nya
"Umi kita semua cuman bisa bantu doa buat ning Khanza dan Gus arsya, semoga ning Khanza dan Gus arsya di berikan kekuatan dan di berikan kepercayaan lagi sama allah".tambah ust hanan
" Aamiin aamiin terimakasih yah"
.
"Anak²gimana di pesantren?" Tanya umi
"Alhamdulillah aman umi".jwb ust agam
" Agam untuk sementara ini abah percayakan pesantren sama kamu yah".ujar abah
"Na'am abah, in sya allah agam akan menjaga amanah dari abah".
"Terimakasih ya nak". Ust agam mengangguk sopan
"Sabar ya sya, semoga istri kamu cepat sembuh dan bisa menerima ini dengan ikhlas ".ucap ust agam sambil merangkul sahabat nya, Gus arsya hanya membalas dengan senyuman
" Iya Gus, Gus yang sabar pasti dari semua ujian yang sedang Gus hadapi ada hikmah nya". Sahut ustazah muna
"Terimaksih kalian semua sudah datang".
" Sama²Gus, tapi ini kan sudah kewajiban kita karena ning khanza juga istri njenengan guru kita juga, dan kita semua berharap ning khanza bisa pulih seperti biasa. Dan Semua santri juga selalu mendoakan kesembuhan untuk ning khanza".jawab ust fahri, Gus arsya tersnyum haru mendengar nya
Namun salah satu dari mereka ada yang merasa tidak puas dengan perkembangan yang terjadi, rencana nya gagal, dia kecewa karena rencananya tidak sepenuh nya berhasil.Dia ingin melihat khanza dan anak nya mati!! Tapi sekarang khanza menunjukan perkembangan yang positif.
Tapi untuk menyembunyikan kekesalan itu ia ikut tersenyum dan medo'akan untuk khanza, padahal dalam hati nya ia kesal dan kecewa.
(Hebat sekali anda!! Bisa² nya bermuka dua!!) author
***
Setelah selesai sholat ashar Gus arsya duduk di samping istri nya sambil menggenggam tangannya lembut. semua para ustdzh sudah pulang umi dan abah juga ikut pulang karena umi dan abah ada kesibukan di pesantren. Bunda, ayah, kenan dan fitroh pun sma. Gus arsya hanya sendiri yang ada disana.
Eugh-
"Sayang? Kamu sadar? Alhamdulillah ya allah".gus arsya sangat²bahagia akhir nya istri nya sadar juga
" ha-us".gus arsya langsung mengambil minum, selsai istri nya minum Kemudian Gus arsya menyimpan kembali gelas nya ke atas nakas
"Ada yang sakit?tanya Gus arsya lembut, khanza menggeleng lemah menjawab pertanyaan suami nya
Gus arsya memandang khanza dengan penuh kelembutan dan kasih sayang"Kamu harus kuat yah, mas akan selalu ada di samping kamu".
"Aku ng-nggak bis-sa mas hiks".
"Shutt Enggak, mas yakin kamu pasti bisa sayang".gus arsya langsung memeluk istri nya
"Kamu pasti bisa, serahkan semua sama allah kita harus sama²kuat yah. Kita jalani aja dulu sambil ikhtiar lagi". Khanza mengangguk kecil di dalam dekapan suami nya.
*:..。o○ ○o。..:*
Setelah 3 hari keadaan khanza sudah mulai membaik tapi ada perubahan dalam diri khanza, sekarang khanza banyak diam, tidak banyak berbicara ada yang bertanya pun hanya di balas dengan anggukan/gelengan
"Bagaimana sekarang keadaan nya dok".tanya aisyah
" Alhamdulillah sekarang keadaan ning khanza sudah membaik dan ning khanza juga sudah di perbolehkan pulang".
"Alhamdulillah".ucap semua keluarga, mereka sangat senang melihat keadaan khanza sudah membaik dan sudah bisa di bawa pulang
" Untuk ning khanza jangan terlalu banyak fikiran, jangan banyak gerak dulu karena jahitan nya masih belum kering terus makanan nya juga harus dijaga".
"Iya dok terimaksih".jwb umi
" Ya sudah kalau begitu saya pamit dulu karena masih ada pasien yang harus saya tangani".
"Silahkan dok, terimakasih juga karena dokter sudah membantu kami".
" Tidak apa umi ini sudah kewajiban saya, mari".setelah kepergian dokter sarah dan semua barang²khanza pun sudah di kemasi dan mereka langsung pulang
Sesampai nya di ndalem khanza langsung di bawa ke kamar oleh Gus arsya, untuk sementara waktu umi menyuruh Gus arsya dan khanza untuk tinggal di ndalem karena takut nya kejadian kemarin²terulang lagi
"Kamu istirahat dulu yah, mas mau ke bawah dulu".ucap Gus arsya, khanza hanya mengangguk kecil menjawab ucapan suami nya. Sebelum pergi Gus arsya mencium kening istri nya.
Sesampai nya di bawah ia melihat semua keluarga nya sedang berkumpul di ruang keluarga dan langsung saja ia juga ikut duduk
"Nak untuk sementara waktu kalian tinggal dulu disini yah, umi takut kalau kejadian kemarin² terjadi lagi, umi khawatir sama kalian".ujar umi
" Iya nak, apalagi jarak dari sini ke rumah kamu jauh".sahut abah
"Iya abah, umi".jwb Gus arsya
" Ayah, bunda maaf, ini semua salah arsya khanza jadi sepertiini".ucap Gus arsya merasa bersalah, kalau saja waktu itu tidak ninggalin istri nya pasti ini tidak akan terjadi, ilham yang mendengar itu langsung merangkul menantu nya
"Ini bukan salah kamu nak, mungkin sudah takdir allah seperti ini. Kan nggak ada yang tahu sama takdir allah".
" Iya nak ini bukan kesalahan kamu, jangan nyalahin diri kamu sendiri semua ini bukan salah kamu".tambah bunda aisyah, Gus arsya sangat bersykur mempunyai mertua seperti mereka
Punya mertua yang menganggap
menantunya seperti anak nya
sendiri adalah impian kita semua
TBC
Jangan lupa vote dan komennnnnn zenggg🥰🥰❤
KAMU SEDANG MEMBACA
ARKANZA
Teen FictionSILAHKN FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA ⚠️ INI HASIL HALUAN DAN PEMIKIRAN SAYA SENDIRI!! SAYA TIDK MENYONTEK ATAU MENSALIN CEITA LAIN. maaf kalo ada , tokoh² atau kejadian dll yang sama maaf karna itu tidak di sengaja 😊 ini cerita hasil pemikiran saya...
