Twelve

255 27 4
                                        

Holaaaa , aku apdet lagi nih wkwkwk

Aku apdet banyak biar cepet selesai dan lanjutin fic ku yang lain hahahah.

Mampir di ceritaku yang lain yaaa 🫶🫶

Jangan lupa vote dan komen 😘😘







         

               Malam sudah turun betul ketika Sasuke pulang. Setelah ia memastikan sakura baik-baik saja tentunya.

Lampu teras rumah kecil itu sudah menyala..

Dari luar Sasuke terlihat biasa aja.

Rambutnya sedikit berantakan karena angin desa, ekspresinya datar, langkahnya stabil.

Tapi auranya... berat.

Sangat berat.

Sai terlihat sedang melempar dadu hasil modifikasi mereka dari sebuah penghapus. Mereka bermain ulang tangga bodoh hasil ide Naruto—dan semuanya berhenti begitu Sasuke buka pintu.

Naruto langsung berdiri.

"Oi Teme , ada apa dengan wajahmu?"

Sasuke melepas sepatu dengan pelan, satu tangan masuk saku.

"Hn."

Naruto makin curiga.

Shikamaru menyipitkan mata, mematikan rokoknya dengan segera karena suasananya berubah.

"Hm. Terlalu tenang. Terlalu diam. Terlalu banyak yang kau sembunyikan."

Neji memperhatikan walk-nya Sasuke.

Langkahnya tidak tegang tapi... patah sedikit.

Sai masih jadi Sai:

"Wajahmu terlihat seperti orang yang baru saja menahan marah namun memaksa diri terlihat cool."

Naruto:

"ITU DIA! Aku tau! Teme, kau terlihat seperti akan meledak tapi ditahan!"

Sasuke duduk.

Dingin.

Diam.

Menarik napas pendek lewat hidung.

"...Aku tidak mau membahasnya."

Naruto dan yang lain saling pandang.

Shikamaru akhirnya meletakkan kartunya dan duduk tegak.

"Kami mendengarkan"

Sasuke mengalihkan pandangannya.

Tidak mengonfirmasi...

tapi tidak menyangkal.

Naruto langsung duduk di depan Sasuke, serius untuk pertama kalinya.

"Gadis itu bernama Sakura, dan dia sakit."

Sasuke memotong pelan, nada rendah, serak halus.

Mereka berempat heran, hanya karena seseorang sakit kenapa sasuke sampai sperti ini? Seingatnya sasuke adalah orang yang tidak punya empati samasekali. Dan ini sangat buka sasuke yang mereka kenal.

Mereka menunggu lanjutannya.

Sasuke diam lama, seperti menimbang... apakah ia harus membiarkan teman-temannya masuk ke sisi gelap yang sedang ia hadapi.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 16, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Blooming sakuraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang