116. progres

807 73 15
                                        

Ruang kerja Rony sudah rapi, AC dingin, aroma kopi masih hangat. Rony duduk di kursinya... lebih tepatnya meringkuk di kursi sambil memegangi gelas kopi dengan dua tangan seperti anak hilang.

Salma duduk di sofa, membuka laptop, senyum-senyum melihat suaminya yang seperti mau sidang kelulusan.

Tiba-tiba...

TOK TOK TOK!

Pintu terbuka pelan.

Bang Ali masuk dengan wajah... LELAH TAPI MENGEBOHKAN. Lehernya miring kiri-kanan kayak abis begadang baca skripsi 120 halaman.

"Assalamu'alaikum...Ron... Loh Salma disini juga ternyata... gue masuk ya..."

Rony langsung menatap Ali kayak lihat utusan neraka.

"Kok wajah lo kayak habis ketabrak notifikasi WhatsApp bamg?" tanya Rony tegang.

Bang Ali langsung buang napas panjang... sangat panjang, sampai pundaknya jatuh.

"gue... pusing."

Salma menutup mulut sambil ketawa kecil. "Kenapa, Bang? Banyak banget?"

Ali mengangkat HP perlahan... HP yang bergetar terus... trrrrrr trrrrr trrrr tanpa henti, bahkan seperti menggigil kedinginan.

"Notif gue... Sejak tadi subuh... NGGAK BERHENTI. INBOX email penuh. DM penuh. WA penuh. Bahkan LINE penuh."

Rony langsung pucat. "ASTAGA... sampai LINE pun?! Siapa yang masih pakai LINE buat undang penyanyi?!"

Ali menghela napas. "Entahlah... tapi pokoknya... sejak agensi posting itu foto... semua orang... HISTERIS."

Ia menaruh HP di meja. Layar penuh popup.

PING!!!
PING!!!
PING!!!

"ron... ini baru satu HP gue. Laptop gue...
NANGIS."

Salma langsung tertawa pelan. "Bang Ali kasihan..."

Ali memijat pelipis " Ron... gue itu bangun jam lima, lihat notif 200 lebih. Gue tinggal mandi bentar, balik... jadi 800. Niat gue mau balas satu... belum sempat tekan SEND... tiba-tiba nambah 150 lagi."

"HAHAHAHAHAHA!" Salma ngakak sambil nutup muka.

Rony langsung tegang. "Bang... ini serius nih banyak? Sebanyak apa?"

Ali menengadah ke langit-langit, pasrah.

"ronyyy... Yang ngundang konser... dua puluh lebih. Yang ngundang sebagai bintang tamu TV... delapan acara. Yang ngundang jadi juri kompetisi... tiga stasiun. Yang minta kolaborasi... ada tujuh penyanyi."

Rony langsung pegangan meja. "SAYANG... AKU MAU PINGSAN..."

Salma tepuk punggungnya sambil ketawa.
"Tenang mas... itu baru awal."

Ali belum selesai. Dia tarik napas lagi.

"Yang paling gila... Ini nih..." Dia geser layar HP, menunjukkan chat panjang-panjang.

"Ada kampus yang bilang mereka rela mindahin jadwal wisuda demi lo mau tampil."

Rony langsung nyengap. "WISUDA??! Demi gue?! GILA!"

Salma menahan tawa. "Mas, kamu kan legenda..."

Ali lanjut sambil memijit leher.

"Belum lagi... ada lima event besar yang tawarin bayaran gila buat lo. Gue belum jawab satu pun, ron. Bener-bener belum. Karena gue takut salah konfirmasi."

Rony langsung panik ke Salma "Sayang... aku takut kaya mendadak... Yakin aku siap??!"

Salma nyengir sambil elus pundaknya.
"Mas siap... asal nggak drama terus."

NIKAH KONTRAKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang