POV Elbert
malam yang dingin seperti biasa dengan aku yang hanya sedang berkerja seperti biasa.
kring!
sebuah telepon masuk dari hp ku awalnya kukira hernia asisten ku ternyata saat aku melihat kearah display nama yang tertera, itu "Zidan" yang sedang menelepon.
aku segera mengambil ponselku lalu mengangkat teleponnya, yang pertama ku dengar adalah suara marahnya yang lucu. akhirnya sekian lama kita tidak berkomuni kasi lewat telepon.
'ihhh Om Ell lama bangett sihhh ngangkatnya'
"maaf, saya terlalu banyak kerjaan" aku salah mengabaikan mu, aku akan pergi keluar agar lebih enakan.
'huhh yaudah gapapa, Om El minta tolong bisa ngga?'
aku bertanya tanya kenapa dia belum tidur dijam segini, ternyata ada masalah.
"minta tolong apa? kena masalah apa kamu? biar saya bantu selesain"
'hehhehe bantu aku om .. motor aku bannya bocor ini aku di tengah eh kalo ditengah jalan aku ketabrak dongg erhhh pokoknya aku dijalan, aku juga udah serlok ke Om tadi'
aku melihat ke sekitar dari atas lalu turun melalui lift. aku kira masalah biasa aku hanya mendengarkan celotehannya terus.
"iya maafin Om tadi El sibuk, nanti om kesana tungguin Om" hah.. sial kamu lucu sekali sayang.
aku hampir sampai keluar, perlukah aku mematikannya? pada akhirnya aku akan menanyainya.
"iya iya ini telponnya ingin dimatikan atau tidak?"
'ihh jangann takut nanti Om Om tadi dateng lagiii huhu mengerikan tauuu'
mendengar ucapan yang baru saja ia bilang, itu membuatku gugup dan bergegas gegas untuk keluar, tapi sial sekali aku malah tersandung.
hatiku berdegup kencang bukan karena gugup tetapi menghawatirkan seseorang.
'eh om grusak grusuk apa itu, om gapapa kan??'
"iya saya gapapa tadi hanya masalah dikit, pokoknya kamu jangan matikan telpon terus ceritain keadaan nya saja, karna jalan dari kantor sedikit jauh buat sampai kesana." aku bingung, aku harap dia baik baik saja.
'emang butuh berapa waktu buat kesini?? lagian om el kok malah lemburr sihhh nanti gantengnya jadi lusuh donggg'
lihat lah dia berceloteh terus bukan kah lucu?
"hahah kamu ini saya bakal tetap tampan didepan mu, saya sampe 30 menit lagi"
'umm .. lama bangetttt, oh yaa tadi om om nya beriin aku minuman tau Om Ell, gak tau apa aku sering nontonin drama hehhh'
"pokoknya jangan diminum oke?" aku harap dia mendengarkan saran ku.
'iyaa aku juga tau kali Om Ell'
El melaju menggunakan mobilnya sambil melihat kearah MAPS, sedangkan Zidan karna tak tau ingin membahas apa ia mulai berbicara random.
'Om Om tadi tuh yeee badan nya kecill, lari lajuu, mata diee merahh, ternyata itu cuma ipin'
huh? apa? kenapa tiba tiba menjadi ipin? sungguh menggelikan. kamu sangat lucu sayang.
'hmmm apa lagi yahh gabut tau Om'
hah? apa yang dia lakuakan?? perasaan ku tidak enak..
'ihhh bau nya gak enak banget, tapi aku penasaran'
sial "Zidan cukup jangan di hirup terus." dengarkan aku.
'aduhh Om pala akuu sakit, pala ku rasanya beratt mata ku jugaa'
bajingan! tidak aku harus cepat.
"shttt.. tahan sebentar, saya sedikit lagi sampai"
sedikit lagi....
aku sudah sampai, aku melihat nya... tapi tunggu.. sialan siapa dia yang membawa zidan kedalam mobil?
"bukan kah itu.. sialan"
aku pikir dia akan terus menghilang.. kenapa malah kembali?
aku tidak tau lagi.. pikiran ku benar benar campur aduk. aku sangat khawatir dan juga sangat marah aku benar² tidak tahu lagi, aku hanya akan mengejarnya terus menereus hingga aku mendapatkan zidan kembali.
benar benar sedikit lagi sedikit lagi aku akan menabraknya kenapa dia malah berbelok?!....
gak bisa gw harus manggil semua orang buat cari zidan.
tapi saat aku melihat ponsel notifikasi zidan membuatku tertarik.
"ha..not only attractive, but also smart, huh?"
"tinggal ku panggil para pengawal saja, ah.. ternyata ada fitur perekam suaranya."
aku akan menyalakannya untuk berjaga jaga siapa tau dia disakiti.
'hei, siapa bilang aku minta belas kasihan darimu?'
'sialan! kalian masuk sekarang juga!'
aku mendengar sesuatu yang salah... pasti aku yang salah mendengarkannya....
'hah, sial! ternyata kau. lebih baik kau menyerah atau kami bunuh kau!'
'oh... aku juga berharap seperti itu, tapi sepertinya bukan aku yang mati, tapi kalian'
ternyata.. tidak aku tidak salah dengar..
aku rasa aku salah menilai nya.
'hm, harus kah aku bersihkan ini? kalo dia tau ini aku yang lakuin, huh... nggak tau deh...'
darling you made a mistake in taking that. oh tanpa sadar aku sudah mau sampai.. biarkan aku mendengarkan suaramu lagi zidan....
'oh, mereka sudah sampai'
'aku akan melepaskanmu, dan membiarkanmu kabur. jangan banyak tanya, lakukan saja'
'oke, Zidan, tenang. waktunya pasang muka sedih'
well i play the game with you honey....
end pov
yuyur aku gak tau cara bikin pov orang lain dengan sudut pandang orang pertama😭😭
KAMU SEDANG MEMBACA
PERAN
Teen FictionDALAM TAHAP REVISI bab yang sudah di revisi: ✔️ Andrea Zidan Prasmana, seorang remaja SMA yang hidupnya berubah drastis setelah membaca sebuah novel. Novel berjudul With My Star Sela itu membuatnya kesal karena tokoh antagonisnya memiliki nama yang...
