• Destiny
Ketegangan di ruang keluarga Lee masih terasa panas bahkan setelah Jennie, Taehyung, dan Yeonjun melangkah keluar. Ayah Jennie, Tuan Lee, membanting dokumen proyek itu ke meja dengan napas memburu.
"Anak itu... dia benar-benar sudah tidak menganggapku ayahnya!" geram Tuan Lee.
Yeji, yang tadi mengintip, perlahan masuk dengan wajah yang dipasang sedih namun matanya berkilat tajam. "Sabar, suamiku. Jennie hanya sedang merasa di atas angin karena aset Taehyung ada di tangannya. Tapi ingat, dia tetaplah seorang amatir dalam dunia bisnis. Dia tidak akan bisa mengelola triliunan won sendirian tanpa membuat kesalahan."
"Lalu apa rencanamu? Kita butuh likuiditas itu untuk menutupi kerugian cabang di Jeju!."
Yeji tersenyum tipis, sebuah senyum yang tidak sampai ke mata. "Jika dia tidak mau berinvestasi secara sukarela, kita buat dia terpaksa melakukannya. Bukankah Hyunsung sangat menyayangi kakaknya? Kita bisa menggunakan itu."
Sementara itu, di dalam mobil mewah yang melaju membelah malam Seoul, Yeonjun sudah tertidur pulas di pangkuan Jennie. Jennie mengelus rambut anaknya, namun pikirannya melayang pada tatapan Yeji tadi.
"Taehyung," panggil Jennie pelan.
"Hmm?" Taehyung menyahut tanpa mengalihkan pandangan dari jalanan, namun tangan kirinya meraih tangan Jennie dan menggenggamnya erat.
"Ayahku tidak akan berhenti. Dan Yeji... dia terlihat lebih tenang dari biasanya setelah aku menolak permata itu. Itu pertanda buruk."
Taehyung terkekeh rendah, suara baritonnya menenangkan. "Aku sudah menyiapkan tim audit rahasia untuk memantau aliran dana Bank Hana. Jika mereka mencoba menyentuh asetmu melalui celah hukum atau manipulasi keluarga, mereka akan langsung masuk ke perangkap yang kubuat. Kau cukup fokus pada syutingmu besok. Biar aku yang menjadi perisaimu di dunia bisnis."
Jennie tersenyum. "Kau bilang kau bergantung padaku sekarang, tapi kau tetap saja yang mengatur semuanya."
"Aku bergantung pada cintamu, Jennie. Sisanya, biarkan suamimu ini yang bekerja."
--- Keesokan harinya di lokasi syuting, suasana mendadak ramai. Bukan karena wartawan, melainkan karena kedatangan Hyunsung yang membawa truk kopi besar untuk seluruh kru.
"Kakak!" Hyunsung berlari menghampiri Jennie yang sedang membaca skrip bersama Jisoo.
"Hyunsung? Kenapa kau kemari?" tanya Jennie heran.
"Ayah bilang kakak sedang stres karena pekerjaan, jadi aku ingin memberi kejutan," ucap Hyunsung polos. Namun, Jennie menyadari ada sesuatu yang aneh. Hyunsung terus-menerus melihat ke arah ponselnya.
Tak lama kemudian, ponsel Jennie bergetar. Sebuah pesan dari nomor tak dikenal masuk:
“Jika kau ingin adik kesayanganmu tetap aman dari skandal pencucian uang yang menyeret Bank Hana, datanglah ke kantor pusat jam 4 sore ini. Sendiri.”
Jennie menatap Hyunsung dengan tatapan menyelidik. Dia tahu Hyunsung tidak tahu apa-apa, tapi ayahnya dan Yeji tega menjebak adiknya demi memancing Jennie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny | VJ
RomanceOne-night stand dengan seorang pria misterius membuatnya terusir dari keluarganya sendiri dan melarikan diri saat hamil ke amerika. Bertahun-tahun kemudian, dia kembali dengan seorang anak laki-laki menggemaskan yang impian utama anak nya adalah men...
