42 small fairy

133 20 1
                                        


• Destiny



--- Sembilan bulan berlalu dengan penjagaan yang luar biasa ketat. Kediaman Kim kini berubah menjadi benteng yang hangat namun tak tertembus. Masa lalu tentang ayah biologis Jennie telah dikubur dalam-dalam oleh Taehyung; baginya, Jennie adalah satu-satunya kebenaran yang ia miliki.

​Malam itu, salju pertama turun di Seoul. Jennie sedang duduk di kursi goyang dekat perapian, membaca buku cerita untuk Yeonjun yang tertidur di pangkuannya. Tiba-tiba, Jennie merasakan kontraksi yang hebat. Rasa sakit itu menjalar dari punggung hingga ke perut bawahnya.

​"Taehyung..." rintih Jennie, tangannya mencengkeram lengan kursi.

​Taehyung, yang sedang memeriksa laporan di meja kerja, langsung melompat berdiri. Ia melihat wajah Jennie memucat dan keringat dingin mulai membasahi dahinya. Tanpa membuang waktu, Taehyung menggendong Jennie ala bridal style.

​"Yuju! Siapkan mobil sekarang! Hyunsung, jaga Yeonjun!" teriak Taehyung. Suaranya yang menggelegar membuat seisi rumah terjaga.

​Di dalam mobil menuju rumah sakit, Jennie mencengkeram tangan Taehyung begitu kuat hingga kuku-kukunya memutih. "Sakit, Taehyung... ini jauh lebih sakit dari saat melahirkan Yeonjun."

​"Tarik napas, Sayang. Kau kuat. Aku di sini, aku tidak akan melepaskanmu," bisik Taehyung, meski wajahnya sendiri nampak sangat tegang. Ia terus menciumi punggung tangan Jennie, mencoba menyalurkan kekuatan.

​Di ruang persalinan, suasana begitu intens. Taehyung menolak untuk keluar; ia berdiri tepat di samping kepala Jennie, membiarkan istrinya meremas tangannya sesuka hati.
​"Sedikit lagi, Nyonya Kim! Dorong!" instruksi dokter.

​Jennie berteriak, mengerahkan seluruh tenaganya. Air mata dan keringat bercampur jadi satu. Setelah perjuangan yang terasa seperti berjam-jam, suara tangisan bayi yang melengking memecah keheningan ruangan.
​"Selamat... bayinya perempuan. Cantik sekali," ucap dokter sembari mengangkat bayi mungil yang masih kemerahan itu.

​Taehyung terpaku. Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung saat melihat bayi itu diletakkan di dada Jennie. Jennie, meski kelelahan luar biasa, tersenyum lebar menatap malaikat kecilnya.
​"Dia... dia mirip sekali denganmu, Jennie," bisik Taehyung.

​"Selamat datang, Kim Rubyella." ucap Jennie parau, memberikan nama yang sudah mereka siapkan jauh-jauh hari. Ruby, permata yang berharga, simbol kekuatan mereka melewati badai sedangkan ella adalah putri yang elegan.

​Keesokan harinya, Yeonjun datang ke rumah sakit dengan membawa buket bunga matahari besar. Begitu masuk ke kamar, ia langsung berlari ke arah boks bayi.
​"Wah... kecil sekali," gumam Yeonjun, matanya berbinar. Ia menyentuh jari mungil Ruby yang langsung menggenggam telunjuknya. "Daddy, lihat! Dia menyukaiku!"

​"Tentu saja, karena kau kakaknya. Kau harus menjaganya, mengerti?" ucap Taehyung sembari merangkul putranya.

​"Aku akan menjaganya dari orang-orang jahat. Tidak akan ada yang boleh menyentuh Ruby kecuali aku dan Daddy," janji Yeonjun dengan wajah serius yang sangat mirip dengan ekspresi Taehyung saat sedang marah.

​Jennie tertawa lemah dari tempat tidur. Melihat kedua pria dalam hidupnya menjaga anggota baru keluarga mereka, rasa trauma masa lalu itu benar-benar menguap.

--- ​Satu bulan setelah kelahiran RubyElla, suasana di rumah sudah kembali stabil. Malam itu, Ruby dan Yeonjun sudah tertidur lelap di bawah penjagaan pengasuh dan Hyunsung.

Destiny | VJCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang