• Destiny
--- Sembilan bulan berlalu dengan penjagaan yang luar biasa ketat. Kediaman Kim kini berubah menjadi benteng yang hangat namun tak tertembus. Masa lalu tentang ayah biologis Jennie telah dikubur dalam-dalam oleh Taehyung; baginya, Jennie adalah satu-satunya kebenaran yang ia miliki.
Malam itu, salju pertama turun di Seoul. Jennie sedang duduk di kursi goyang dekat perapian, membaca buku cerita untuk Yeonjun yang tertidur di pangkuannya. Tiba-tiba, Jennie merasakan kontraksi yang hebat. Rasa sakit itu menjalar dari punggung hingga ke perut bawahnya.
"Taehyung..." rintih Jennie, tangannya mencengkeram lengan kursi.
Taehyung, yang sedang memeriksa laporan di meja kerja, langsung melompat berdiri. Ia melihat wajah Jennie memucat dan keringat dingin mulai membasahi dahinya. Tanpa membuang waktu, Taehyung menggendong Jennie ala bridal style.
"Yuju! Siapkan mobil sekarang! Hyunsung, jaga Yeonjun!" teriak Taehyung. Suaranya yang menggelegar membuat seisi rumah terjaga.
Di dalam mobil menuju rumah sakit, Jennie mencengkeram tangan Taehyung begitu kuat hingga kuku-kukunya memutih. "Sakit, Taehyung... ini jauh lebih sakit dari saat melahirkan Yeonjun."
"Tarik napas, Sayang. Kau kuat. Aku di sini, aku tidak akan melepaskanmu," bisik Taehyung, meski wajahnya sendiri nampak sangat tegang. Ia terus menciumi punggung tangan Jennie, mencoba menyalurkan kekuatan.
Di ruang persalinan, suasana begitu intens. Taehyung menolak untuk keluar; ia berdiri tepat di samping kepala Jennie, membiarkan istrinya meremas tangannya sesuka hati.
"Sedikit lagi, Nyonya Kim! Dorong!" instruksi dokter.
Jennie berteriak, mengerahkan seluruh tenaganya. Air mata dan keringat bercampur jadi satu. Setelah perjuangan yang terasa seperti berjam-jam, suara tangisan bayi yang melengking memecah keheningan ruangan.
"Selamat... bayinya perempuan. Cantik sekali," ucap dokter sembari mengangkat bayi mungil yang masih kemerahan itu.
Taehyung terpaku. Air matanya jatuh tanpa bisa dibendung saat melihat bayi itu diletakkan di dada Jennie. Jennie, meski kelelahan luar biasa, tersenyum lebar menatap malaikat kecilnya.
"Dia... dia mirip sekali denganmu, Jennie," bisik Taehyung.
"Selamat datang, Kim Rubyella." ucap Jennie parau, memberikan nama yang sudah mereka siapkan jauh-jauh hari. Ruby, permata yang berharga, simbol kekuatan mereka melewati badai sedangkan ella adalah putri yang elegan.
Keesokan harinya, Yeonjun datang ke rumah sakit dengan membawa buket bunga matahari besar. Begitu masuk ke kamar, ia langsung berlari ke arah boks bayi.
"Wah... kecil sekali," gumam Yeonjun, matanya berbinar. Ia menyentuh jari mungil Ruby yang langsung menggenggam telunjuknya. "Daddy, lihat! Dia menyukaiku!"
"Tentu saja, karena kau kakaknya. Kau harus menjaganya, mengerti?" ucap Taehyung sembari merangkul putranya.
"Aku akan menjaganya dari orang-orang jahat. Tidak akan ada yang boleh menyentuh Ruby kecuali aku dan Daddy," janji Yeonjun dengan wajah serius yang sangat mirip dengan ekspresi Taehyung saat sedang marah.
Jennie tertawa lemah dari tempat tidur. Melihat kedua pria dalam hidupnya menjaga anggota baru keluarga mereka, rasa trauma masa lalu itu benar-benar menguap.
--- Satu bulan setelah kelahiran RubyElla, suasana di rumah sudah kembali stabil. Malam itu, Ruby dan Yeonjun sudah tertidur lelap di bawah penjagaan pengasuh dan Hyunsung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny | VJ
عاطفيةOne-night stand dengan seorang pria misterius membuatnya terusir dari keluarganya sendiri dan melarikan diri saat hamil ke amerika. Bertahun-tahun kemudian, dia kembali dengan seorang anak laki-laki menggemaskan yang impian utama anak nya adalah men...
