• Destiny
Keinginan Taehyung untuk menambah momongan akhirnya menemukan "pelampiasan" yang tak terduga. Saat Hyunsung dan Hana datang berkunjung membawa putra kecil mereka yang baru berusia satu tahun, Hyuna. Taehyung mendadak berubah menjadi sosok "Super Dad" yang sangat antusias.
Taehyung segera mengambil alih tugas menggendong Hyuna dari tangan Hyunsung. Ia bahkan rela duduk di karpet bulu, membiarkan bayi itu menarik-narik dasi mahalnya.
"Lihat Jennie, dia sangat tenang di pelukanku. Sepertinya aku masih punya bakat alami menenangkan bayi," ucap Taehyung dengan bangga, matanya berbinar menatap wajah mungil Hyuna.
Jennie yang sedang menyesap teh bersama Hana hanya tersenyum simpul. "Tentu saja, Sayang. Tapi ingat, itu hanya untuk dua jam. Setelah itu Hyuna akan pulang bersama orang tuanya."
Seonghyeon yang sedang asyik membaca buku ensiklopedia di sudut ruangan, perlahan menurunkan bukunya. Matanya menyipit menatap pemandangan di tengah karpet. Ia melihat Daddy-nya tertawa terbahak-bahak karena Minho menepuk pipi Taehyung dengan biskuit bayi yang basah.
"Dad," sela Seonghyeon, suaranya terdengar datar namun penuh intimidasi cilik. "Apakah Daddy tahu bahwa bakteri pada air liur bayi bisa bertahan di kain sutra dasi Daddy selama 48 jam? Secara higienis, itu menjijikkan."
Taehyung tidak menoleh. "Oh, Seonghyeon-ah, jangan terlalu serius. Lihat Hyuna, dia sangat menggemaskan, kan?."
Seonghyeon menutup bukunya dengan dentuman keras. Ia berdiri, berjalan mendekati Jennie, lalu langsung memanjat ke pangkuan Mommy-nya, menyelipkan kepalanya di bawah dagu Jennie. "Mommy, apakah Daddy sudah bosan denganku? Kenapa dia memperlakukan anak Paman Hyunsung seperti boneka baru?."
Taehyung yang kini sedang asik bermain "kuda-kudaan" dengan Hyuna, Seonghyeon mulai melancarkan aksinya. Ia menatap Minho dengan tatapan "senior" yang angkuh.
"Hei, Bayi Kecil," ucap Seonghyeon pada Hyuna. "Jangan terlalu senang. Daddy-ku itu hanya menyukaimu karena kau belum bisa bicara. Begitu kau bisa bicara dan menuntut mainan mahal, dia akan mulai mengomel tentang 'manajemen keuangan'."
Ruby yang baru pulang dari latihan balet ikut bergabung. Ia melihat Seonghyeon yang nampak sangat cranky. "Astaga, Seonghyeon, kau cemburu pada bayi yang bahkan belum bisa jalan?"
"Aku tidak cemburu," bantah Seonghyeon ketus. "Aku hanya sedang melakukan analisis risiko terhadap distribusi kasih sayang di rumah ini. Saat ini, grafiknya sedang turun drastis ke arah yang salah."
Tiba-tiba, suasana ceria itu berubah. Aroma yang kurang sedap tercium dari arah Hyuna. Bayi itu rupanya baru saja "memberikan hadiah" di pangkuan Taehyung.
"Eh... Hyunsung-ah! Sepertinya isinya penuh!." teriak Taehyung panik, mencoba menjauhkan bayi itu dari setelan jasnya yang seharga ribuan dolar.
Seonghyeon berdiri dari pangkuan Jennie dengan senyum kemenangan yang tipis. "Nah, itulah perbedaannya, Dad. Aku sudah bisa pergi ke toilet sendiri sejak usia dua tahun. Aku tidak akan mengotori celana mahalnya Daddy."
Seonghyeon kemudian menarik tangan Taehyung agar mendekat ke arahnya. "Sekarang, cuci tangan Daddy, ganti baju, dan kembali padaku. Aku punya masalah matematika yang butuh bantuanmu, bukan masalah popok."
...
Setelah Hyunsung dan keluarganya pulang, rumah kembali menjadi milik mereka berlima. Taehyung yang sudah berganti pakaian santai duduk di sofa, langsung diserbu oleh Seonghyeon yang tidak mau lepas dari sisinya.
"Ternyata mengurus bayi itu melelahkan ya, Jennie," gumam Taehyung sambil memijat bahunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny | VJ
RomanceOne-night stand dengan seorang pria misterius membuatnya terusir dari keluarganya sendiri dan melarikan diri saat hamil ke amerika. Bertahun-tahun kemudian, dia kembali dengan seorang anak laki-laki menggemaskan yang impian utama anak nya adalah men...
