• Destiny
--- Enam Bulan Kemudian
Kehidupan setelah badai besar itu terasa jauh lebih tenang. Yeji, tuan lee, jiseok dan doyeon telah menerima vonis penjara mereka, sementara Bank Hana kini berkembang pesat di bawah pengawasan tim profesional yang ditunjuk Jennie.
Namun, di balik kesuksesan karier dan bisnis, ada satu hal yang terasa berbeda di kediaman utama keluarga Kim.
--- Pagi itu, Jennie terbangun dengan perasaan mual yang tak tertahankan. Dia segera berlari ke kamar mandi, mencoba meredam suara agar tidak membangunkan Taehyung. Namun, suaminya yang selalu waspada itu sudah berdiri di ambang pintu dengan wajah cemas.
"Jennie? Kau sakit lagi? Ini sudah ketiga kalinya dalam minggu ini," ucap Taehyung sembari memijat tengkuk istrinya dengan lembut.
Jennie hanya menggeleng, wajahnya sedikit pucat namun ada binar aneh di matanya. "Aku tidak tahu, Taehyung. Mungkin hanya kelelahan karena jadwal syuting iklan kemarin."
"Kita ke dokter sekarang," tegas Taehyung, tidak menerima bantahan.
--- Sore Hari di Rumah Sakit Internasional Seoul
Taehyung menggenggam tangan Jennie erat saat dokter Lee, spesialis kandungan kepercayaan keluarga, memeriksa hasil tes laboratorium. Jennie bisa merasakan telapak tangan suaminya sedikit berkeringat—pria yang paling ditakuti di dunia bisnis itu ternyata bisa sangat gugup untuk hal seperti ini.
Dokter Lee tersenyum lebar sembari meletakkan dokumen di meja. "Selamat, Tuan Kim, Nyonya Jennie. Kabar gembira. Usia kandungannya sudah memasuki minggu ketujuh."
Taehyung tertegun. Matanya berkaca-kaca saat menatap layar monitor yang menunjukkan titik kecil di rahim Jennie. "Dia... dia benar-benar ada di sana?"
Jennie menutup mulutnya dengan tangan, air mata bahagia mengalir di pipinya. "Taehyung... Yeonjun akan punya adik."
Taehyung langsung memeluk Jennie, mencium keningnya berkali-kali tanpa peduli ada dokter di depan mereka. "Terima kasih, Jennie. Terima kasih telah memberikan kebahagiaan ini padaku."
--- Malam harinya, suasana makan malam terasa lebih istimewa. Hyunsung juga hadir di sana, ia kini sudah terlihat jauh lebih dewasa dan stabil.
Yeonjun duduk di kursinya, asyik mengunyah brokoli sembari bercerita tentang nilai seninya yang sempurna.
"Yeonjun-ah," panggil Jennie lembut.
"Ya, Mommy?" Yeonjun menoleh dengan pipi yang menggembung.
Taehyung meletakkan sebuah kotak kecil di depan Yeonjun. "Buka ini. Ini hadiah karena kau sudah menjadi anak yang sangat baik dan pintar belakangan ini."
Yeonjun membukanya dengan antusias. Di dalamnya terdapat sebuah sepatu bayi kecil berwarna putih bersih dan sebuah foto hasil ultrasound. Yeonjun mengernyitkan dahi, menatap foto hitam putih itu dengan bingung.
"Apa ini, Daddy? Ini terlihat seperti... kacang kecil?" tanya Yeonjun polos.
Hyunsung yang mengintip langsung tersedak minumannya. "Kak! Benarkah?!" Jennie mengangguk sembari tersenyum lebar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny | VJ
RomanceOne-night stand dengan seorang pria misterius membuatnya terusir dari keluarganya sendiri dan melarikan diri saat hamil ke amerika. Bertahun-tahun kemudian, dia kembali dengan seorang anak laki-laki menggemaskan yang impian utama anak nya adalah men...
