• Destiny
Ketidakhadiran Ruby dan kesibukan Yeonjun ternyata memberikan dampak yang cukup signifikan bagi perkembangan kognitif (dan kenakalan) Seonghyeon. Tanpa kakak-kakaknya yang bisa ia "awasi", bocah cerdik ini mulai mencari cara baru untuk mengekspresikan diri, yang sayangnya sering membuat jantung Taehyung dan Jennie berdegap kencang.
Suatu pagi, kediaman Kim yang biasanya tenang mendadak pecah oleh suara pekikan tertahan dari Jennie. Di depan cermin besar kamar mandi, Seonghyeon berdiri dengan bangga memegang gunting kertas bergambar dinosaurus.
Poni rambutnya yang biasanya tertata rapi ala little gentleman kini telah berubah drastis. Potongannya miring ekstrem dari ujung alis kiri ke arah atas dahi kanan—sebuah karya seni yang ia sebut sebagai "konsep asimetris futuristik".
"Seonghyeon-ah! Apa yang kau lakukan pada rambutmu?!" seru Jennie sambil menepuk jidatnya sendiri.
Taehyung yang baru saja memakai dasi langsung berlari masuk. Ia terdiam, menatap putranya, lalu ikut menepuk jidatnya. "Astaga... kau terlihat seperti baru saja selamat dari serangan mesin rumput, Jagoan."
"Dad, Mom," ucap Seonghyeon dengan wajah datar yang tidak merasa bersalah sedikit pun. "Menurut riset pribadiku, poni miring meningkatkan sudut pandang periferalku sebanyak 15 persen. Dan secara estetika, ini membuat wajahku terlihat lebih tajam untuk mengintimidasi lawan bicaraku. Kak Yeonjun saja suka gaya messy, kenapa aku tidak boleh gaya slanted?"
Beberapa hari kemudian, saat acara penjemputan di SD internasional, Seonghyeon tidak keluar sendirian. Ia menggandeng seorang bocah laki-laki berpipi gembul yang nampak sangat penurut bernama Keonho.
Keonho terlihat sangat lengket dengan Seonghyeon, bahkan ia membawakan tas bekal Seonghyeon.
"Mommy, Daddy, perkenalkan. Ini Keonho," ucap Seonghyeon dengan nada bicara seperti seorang CEO memperkenalkan rekan bisnis baru. "Dia adalah satu-satunya manusia di kelas yang memiliki IQ yang cukup lumayan untuk mengimbangi percakapanku. Dan dia sangat pandai diam saat aku sedang memberikan kuliah tentang tata surya."
Keonho hanya membungkuk sopan dengan wajah polos. "Halo Paman tampan, Halo Bibi cantik..."
Sesampainya di rumah (karena Keonho diizinkan bermain sebentar), Seonghyeon menarik Taehyung ke ruang kerja. Ia mendudukkan Keonho di kursi tamu, sementara ia berdiri di depan meja kerja Taehyung.
"Dad, aku punya proposal akuisisi yang sangat menguntungkan," mulai Seonghyeon.
Taehyung meletakkan pulpennya, mencoba mengikuti permainan si bungsu. "Akuisisi apa, Tuan Muda?."
"Aku ingin Daddy menjadikan Keonho sebagai anak Daddy juga. Kita bisa mengadopsinya secara legal," ucap Seonghyeon tanpa berkedip. "Dengan begitu, aku punya teman bermain setiap hari yang tidak julid padaku seperti Kak Ruby, dan tidak sok sibuk seperti Kak Yeonjun. Secara logistik, ini lebih efisien daripada aku harus meminta supir mengantarku ke rumah Keonho setiap sore."
Keonho hanya mengangguk setuju sambil memakan biskuit. "Iya Paman, aku mau tinggal di sini. Di sini biskuitnya lebih enak."
Jennie yang mendengar pembicaraan itu dari pintu masuk langsung tertawa kecil. Ia berjongkok di depan kedua bocah itu.
"Seonghyeon sayang, Keonho itu punya orang tua yang sangat menyayanginya. Kita tidak bisa begitu saja menjadikannya anak kita," jelas Jennie lembut.
"Tapi Mom," sela Seonghyeon, "Daddy kan kaya. Daddy bisa membeli perusahaan besar, masa membeli satu teman untukku saja tidak bisa? Lagipula, Keonho sudah setuju untuk menjadi pengawalku di rumah ini."
Taehyung mengusap wajahnya, bingung antara ingin tertawa atau menangis melihat kelakuan anaknya. "Seonghyeon, kasih sayang tidak bisa dibeli dengan saham. Tapi, Daddy punya solusi: Keonho boleh menginap di sini setiap akhir pekan, dan kita akan buatkan satu kamar bermain khusus untuk kalian berdua."
Meskipun permintaannya ditolak sebagian, Seonghyeon nampak puas. Ia kembali menggandeng Keonho menuju taman belakang.
"Dengar Keonho," bisik Seonghyeon yang masih terdengar oleh Taehyung dan Jennie. "Karena kau belum resmi jadi saudaraku, kau harus tetap memanggilku 'Tuan Muda' saat kita bermain peran. Dan jangan berani-berani menyentuh koleksi robot edisi terbatas milik Kak Yeonjun, atau kita berdua akan tamat."
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny | VJ
RomanceOne-night stand dengan seorang pria misterius membuatnya terusir dari keluarganya sendiri dan melarikan diri saat hamil ke amerika. Bertahun-tahun kemudian, dia kembali dengan seorang anak laki-laki menggemaskan yang impian utama anak nya adalah men...
