• Destiny
Waktu terus berjalan, dan kediaman Kim kini bukan lagi sekadar istana yang megah, melainkan sebuah panggung bagi tiga kepribadian yang luar biasa unik. Taehyung dan Jennie menyadari bahwa setiap anak mereka tumbuh dengan membawa kepingan sifat mereka, namun dengan cara yang tidak terduga.
Memasuki usia remaja, Yeonjun yang dulunya pendiam kini mulai menunjukkan aura karismatik yang sangat mirip dengan Taehyung. Namun, pubertas membawa tantangan baru: pemberontakan halus.
Suatu sore, Taehyung menemukan Yeonjun sedang mencoba memakai parfum koleksi pribadinya. "Dad, apakah aroma ini terlalu kuat untuk dipakai ke perpustakaan?" tanya Yeonjun tanpa menoleh, mencoba menyembunyikan wajahnya yang sedikit memerah.
Taehyung bersandar di pintu, tersenyum tipis. "Perpustakaan? Atau kau sedang mencoba menarik perhatian putri Tuan Choi yang baru pindah ke sekolahmu?"
Yeonjun terdiam, telinganya memerah. Ia kini lebih sering menghabiskan waktu di sasana bela diri, bukan hanya untuk perlindungan diri, tapi untuk menyalurkan energi masa mudanya yang meluap. Ia mulai peduli pada gaya rambut dan cara berpakaian. Namun, sedalam apa pun masa pubernya, ia tetaplah pelindung bagi adik-adiknya. Saat ia pulang sekolah, orang pertama yang ia cari tetaplah Jennie, hanya untuk sekadar memeluk Mommy-nya sebentar sebelum mengunci diri di kamar dengan musik rock yang diputar pelan.
Jika Yeonjun adalah bayang-bayang Taehyung, maka Ruby adalah cahaya Jennie. Ruby menemukan dunianya di atas lantai kayu studio. Balet bukan sekadar hobi baginya; itu adalah cara dia "berbicara" setelah trauma masa kecilnya.
"Mommy, lihat! Aku bisa melakukan pirouette tiga kali tanpa jatuh!" seru Ruby kegirangan.
Jennie menatap putrinya dengan bangga. Ruby tumbuh menjadi gadis yang sangat anggun namun memiliki disiplin baja. Ia tidak keberatan bangun jam lima pagi untuk berlatih. Kostum baletnya kini memenuhi lemari, dan setiap kali ia tampil di panggung sekolah, Taehyung akan duduk di barisan paling depan dengan kamera paling canggih, mengancam siapa pun yang berani berisik saat putrinya menari.
Uniknya, Ruby menjadi satu-satunya orang yang bisa meluluhkan kemarahan Taehyung. Cukup dengan satu ciuman di pipi dan kalimat, "Daddy, kau terlihat tampan hari ini," maka segala ketegasan CEO Kim Group itu akan luruh seketika.
Dan tentu saja, ada si bungsu Seonghyeon. Berbeda dengan kakak-kakaknya yang cenderung kalem, Seonghyeon adalah ledakan emosi. Ia cerdik, sangat ekspresif, dan memiliki lidah yang cukup "pedas" untuk anak seusianya.
Suatu pagi di meja makan, Seonghyeon menatap kemeja yang dipakai Paman Hyunsung. "Paman, apakah kemeja itu dibeli saat sedang diskon besar? Kombinasi warnanya membuat mataku ingin pensiun dini," celetuknya dengan wajah polos.
Hyunsung hanya bisa melongo, sementara Taehyung tertawa terbahak-bahak. "Dia benar-benar perpaduan ketajamanku dan keberanian Jennie," gumam Taehyung.
Namun, di balik sifat "julid"-nya, Seonghyeon adalah yang paling manja (clingy) pada Jennie. Ia tidak bisa tidur jika tidak memegang tangan Mommy-nya. Saat Jennie sedang bekerja di studio, Seonghyeon akan duduk di pojokan dengan buku gambarnya, sesekali merengek minta dipangku.
"Mommy, jangan peluk Kak Ruby terlalu lama. Aroma Mommy adalah milikku," protesnya sambil menarik ujung baju Jennie setiap kali melihat Jennie memuji tarian Ruby.
Meskipun kesibukan mulai memisahkan minat mereka, setiap akhir pekan adalah waktu yang suci. Mereka sering berkumpul di atap gedung Kim Group yang telah menjadi taman langit pribadi.
Yeonjun kini sering berdiskusi dengan Taehyung tentang strategi bisnis (dan sesekali meminta saran tentang wanita), Ruby sering menari di bawah cahaya bulan sementara Jennie mengiringi dengan senandungnya, dan Seonghyeon akan duduk di pangkuan Jennie sambil mengomentari cara berdansa kakaknya dengan gaya juri profesional.
"Keluarga ini sangat berisik," gumam Taehyung sambil merangkul Jennie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Destiny | VJ
RomanceOne-night stand dengan seorang pria misterius membuatnya terusir dari keluarganya sendiri dan melarikan diri saat hamil ke amerika. Bertahun-tahun kemudian, dia kembali dengan seorang anak laki-laki menggemaskan yang impian utama anak nya adalah men...
