[27] Serigala Kecil yang Cemburu

194 17 0
                                        

Malam setelah Festival Lentera berlangsung begitu tenang.

Seluruh kota masih dipenuhi sisa-sisa kebahagiaan. Lentera-lentera yang tadi memenuhi langit kini hanya menyisakan cahaya kecil di kejauhan. Para warga telah kembali ke rumah masing-masing dengan hati yang hangat.

Di kamar penginapan kerajaan, Aluna tertidur pulas.

Napasnya teratur.

Rambut putihnya tergerai di atas bantal.

Darian yang duduk di kursi samping tempat tidur masih belum bisa berhenti menatap wajah gadis itu.

Sudah beberapa hari terakhir Aluna menggunakan kekuatan roh dalam jumlah besar. Menyembuhkan penduduk desa, melawan monster, menyerap inti monster, hingga membangkitkan kekuatan Kaisar Fox.

Meski Zulfan mengatakan Aluna baik-baik saja...

Entah kenapa hati Darian masih merasa khawatir.

Pria itu akhirnya mengusap pelan rambut Aluna.

"Beristirahatlah..."

Lalu tanpa sadar ia sendiri tertidur di kursi samping ranjang.

---

Namun...

Tepat tengah malam.

Mata Aluna terbuka perlahan.

Bukan mata cokelat hangat miliknya.

Bukan pula mata merah Kaisar Fox saat mengamuk.

Melainkan...

Mata biru terang.

Biru yang begitu dalam.

Biru yang terasa tua.

Sangat tua.

Seolah mata itu telah menyaksikan ribuan tahun berlalu.

Aluna bangkit perlahan dari tempat tidur.

Gerakannya tenang.

Hening.

Tidak menimbulkan suara sedikit pun.

Bahkan Darian yang biasanya peka terhadap gerakan sekecil apa pun tidak terbangun.

Gadis itu berjalan keluar kamar.

Melewati koridor.

Melewati penginapan.

Melewati penjaga.

Anehnya...

Tidak seorang pun menyadarinya.

Seolah keberadaannya telah menyatu dengan malam.

---

Di dalam kesadaran yang jauh dan gelap.

Aluna seperti sedang tertidur.

Ia tidak tahu bahwa tubuhnya sedang bergerak.

Tidak tahu bahwa seseorang sedang menggunakan tubuhnya.

Seseorang yang telah lama berdiam di dalam dirinya.

Kaisar Fox.

---

Di tengah hutan yang sunyi.

Tubuh Aluna berdiri di bawah sinar bulan.

Rambut putihnya berkibar pelan.

Mata birunya menatap langit.

"Sudah semakin dekat..."

Suara itu keluar dari bibir Aluna.

I'AM A BABY WHITE WOLFCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang