"Ah siall!."
Laki-laki bertindik itu mendengus kesal, dasi rapih yang bertengger di kemejanya dia lepas dengan kasar.
Elang yang sedang merokok melirik, mengalihkan seluruh atensinya pada pria dihadapannya.
"Gagal?." Tanya sekaligus tebaknya.
"Emang anjing! Gua bela-belain kesini buat ngobrol dan bujuk, malah hasilnya nihil juga. Percuma!"
"Gua udah bilang ke bapak tua itu, biar gua yang urus, biar si China itu setuju sama kerja samanya. Lahh si tua Bangka malah ikut campur mulu, potong-potong ucapan gua terus! Setan emang!." Dia terus mencaci maki.
Sementara Elang cepat memadamkan puntung rokoknya, dan memijat-mijat bahu sahabatnya ini.
"Sabarrr Jake, besok-besok kalau mau ada projekan ngga usah minta pendapatnya atau dampingannya. Cari orang lain aja." Kata Elang.
"Gua juga di awal gitu, mau cari orang lain. Eh dia ngiming-ngiming pake orang dalem, tai tai..."
"Jake ngomongnya! istri lo udah mau lahiran kan? Bicara yang baik, biar semuanya dilancarkan." Peringat Elang, sedikit terganggu juga dengan umpatan-umpatan itu.
Kemudian pria bernama Jake itu menarik nafas dalam, meredam amarahnya dan ikut duduk di kursi ruang khusus merokok itu.
Sekarang jam istirahat, harusnya Jake hari ini tidak pergi ke kantor. Karena dia sudah cuti dari tiga hari yang lalu, namun pak bos yang dia bilang tua Bangka itu tiba-tiba menelpon. Katanya orang China yang mereka targetkan untuk berinvestasi mau bertemu.
Jadilah Jake kesini, meninggalkan istrinya di rumah sakit sendirian.
"Yuk lah anterin gue ke rumah sakit lagi, kasian istri gue." Pinta Jake, karena memang laki-laki itu tadi diantar jemput oleh Elang.
Namun mereka berdua tidak pergi ke rumah sakit dengan baik-baik saja.
Ditengah jalan, sebuah mobil truk besar melawan arah dan itu membuat Elang yang menyetir mobil terkejut. Laki-laki itu kemudian membanting stir dan pada akhirnya mobil ayah yang dikemudikannya menabrak pembatas jalan.
Mobil sedan berwarna merah itu terguling, Elang berhasil keluar namun Jake...
..laki-laki itu ikut pergi bersama mobil ayah yang meledak.
Elang sudah mencoba untuk menyelamatkan, bahkan rela pergi kedalam mobil lagi untuk menemani Jake. namun orang-orang menghalanginya, dia ditarik menjauh, dan saat itu Elang hanya bisa berteriak keras, memanggil-manggil nama sahabatnya.
Namun percuma saja, Jake setelah itu tidak lagi menyahut panggilannya.
Saat sudah dirumah sakit, Elang melupakan semua rasa sakit dikepalanya akibat benturan mobil. Dia memilih pergi ke ruang bersalin untuk melihat istri sahabatnya yang sedang bertarung nyawa.
Elang menangis. Tangannya yang berdarah bergetar. Dia masih dalam keadaan shock luar biasa, semuanya terjadi begitu cepat.
Temannya Jake yang tadi pagi bersemangat untuk bertemu klien, hari ini tiba-tiba saja sudah ditutupi kain putih bersih.
Tidak ada keluarga yang datang, tidak dari kerabat maupun keluarga istrinya sekalipun. Hanya keluarga Elang yang mengurusi.
Dua orang itu memang sama-sama dari keluarga yang keras, gara-gara Jake menghamili Vanya--istrinya. Diluar nikah, keduanya di usir dan hanya punya Elang yang mau menganggap mereka keluarga.
Suara tangisan bayi terdengar, membuat Elang berhenti menangis dalam diamnya. Laki-laki dengan kemeja penuh darah itu bangkit. Kembali mengintip dijendela rumah sakit.
KAMU SEDANG MEMBACA
nikah random
FanfictionZaman sekarang orang-orang pada aneh. Masa Mawar tiba-tiba diajak nikah sama stranger yang dia temui di pantai tempat dia nge galau sore itu. Mana cowoknya ganteng lagi, kan jadi gak bisa nolak.
