Perhatian!!! Cerita ini hanya merupakan fiksi penggemar. Jadi jangan dibawa ke realita yah (^^).
"Sequence menceritakan tentang hubungan/cinta yang sudah atau sedang berakhir, tetapi seseorang masih terus memutar kembali kenangan dan "urutan" kejadian hubungan itu di kepalanya"
.
.
.
.
Hujan selalu membuat Yuju mengingat Suho, pria yang terus menerangi hari-harinya, pria yang penuh dengan senyuman di wajahnya, pria yang selalu ada saat Yuju membutuhkannya.
Entah mengapa otak pada dirinya terus memutat memori-memori lama yang membuat dirinya kembali duduk samnil termenung sendirian. Padahal sudah tiga tahun berlalu sejak hari itu, namun Ia tam bisa melupakannya begitu saja.
Tiga tahun sejak sebuah telepon masuk pada pukul 02.17 dini hari. Tiga tahun sejak suara seseorang di ujung telepon mengatakan kalimat yang sampai sekarang masih tidak sanggup Yuju dengar tanpa merasa dadanya sesak, bahkan air matanya kembali menetes lagi, lagi, dan lagi.
Tiga tahun sejak dunia seolah berhenti bergerak untuk beberapa detik. Dirinya serasa terperangkap dalam ruang gelap dan sempit, bahkan dirinya tak dapat menghirup oksigen dengan leluasa seperti biasanya, jantungnya berdegub kencang, kakinya lemah, kedua tangannya gemetar bibirnya tak sanggup untuk berdsuara.
Malam itu, Yuju sedang duduk di dekat jendela apartemennya. Lampu kamar sengaja dimatikannya. Hanya cahaya dari gedung-gedung di seberang yang masuk melalui celah tirai.
Di tangannya ada sebuah kotak kecil berwarna hitam. Kotak yang tidak pernah benar-benar sanggup ia buka.
Di dalamnya terdapat benda-benda kecil yang mungkin bagi orang lain tidak berarti apa-apa, bahkan benda itu jika dijualpun tak ada yang ingin membeli barang rongsokkan itu.
Tiket bioskop, foto polaroid, sebuah gelang kain, kertas kecil berisi tulisan tangan dan sebuah foto mereka berdua. Foto terakhir....
Yuju mengusap permukaan foto itu dengan ibu jarinya, wajahnya terlihat lelah bahkan senyum tipisnya itu terlihat begitu samar seakan wajahnya begitu kaku sampai lekukan kecil itu benar-benar tak dapat nampak sedikitpun.
Suho...... Pria itu terlihat tersenyum lebar sambil merangkul Yuju yang tengah tersenyum cerah dengan latar belakang laut berwarna biru cerah, cuaca yang begitu mendukung suasana hati mereka saat itu.
Senyum yang sama itu..... Senyum yang dulu membuat Yuju berpikir bahwa mungkin seseorang bisa menjadi rumah bagi orang lain.
"Kenapa kamu masih tersenyum seperti itu? Menjengkelkan sekali!!"
Pertanyaan itu keluar dari bibir Yuju meskipun tidak ada siapa-siapa di dalam kamar. Ruangan yang gelap itu hanya dirinya dan suara hujan deras yang menemaninya dan hujan itu yang seakan menjawab pertanyaan Yuju pada malam kesendiriannya itu.
Mereka pertama kali bertemu pada sebuah sore yang biasa, tak ada sesuatu yang spesial, tidak ada musik, tidak ada adegan dramatis, tidak ada sesuatu yang membuat dunia tiba-tiba berhenti, seperti pada drama-drama yang kalian tonton itu.
Saat itu Yuju sedang terburu-buru karena dirinya hampir terlambat menghadiri sebuah pertemuan. Ia berjalan cepat sambil membawa beberapa lembar kertas, dengan kaki jenjangnya yang berjalan begitu cepat.
Lalu seseorang menabraknya dari arah berlawanan, membuat semua kertas yang Ia bawa terjatuh dan berhamburan di tanah.
"Aduh!"
Yuju menatap orang di depannya, dengan kesal seorang laki-laki berdiri dengan ekspresi panik melihat kekacauan yang Ia buat.
"Maaf... Maaf.... Maaf"
KAMU SEDANG MEMBACA
Short Story Yuju
FanfictionCerita pendek Yuju x aktor/idol sesuai judul lagu Yuju tapi ngak sesuai lirik ya guys cuman ngambil judulnya aja ( ◜‿◝ ) -> Akan kembali saat Yuju merilis lagu baru lagi.
