Perhatian!!! Cerita ini hanya merupakan fiksi penggemar. Jadi jangan dibawa ke realita yah (^^).
"Orion tentang rindu, jarak, langit malam, dan harapan yang tetap menyala"
.
.
.
.
Langit Seoul malam itu begitu jernih. Yuju berdiri di balkon apartemennya, sambil memeluk dirinya sendiri. Ia menatap ke atas, langit malam yang terlihat indah. Udara musim gugur menggigit lembut kulitnya, tetapi yang membuat dadanya terasa sesak bukanlah udara dingin. Itu adalah jarak.
Rasi Orion bersinar jelas di atas sana, tiga bintang sejajar yang mudah dikenali. Sejak kecil, ayahnya pernah berkata bahwa Orion adalah rasi pemburu. Tetapi bagi Yuju, Orion bukan tentang pemburu.
Orion adalah tentang mencari. Dan malam ini, ia merasa seperti sedang mencari seseorang di antara jutaan cahaya. Seseorang yang berdiri di sisi lain kota. Seseorang itu bernama Mingyu.
Mingyu menutup pintu studio latihan lebih lambat dari biasanya. Jam hampir menunjukkan pukul sebelas malam. Lampu-lampu gedung tinggi memantul di kaca jendela, dan untuk alasan yang tak bisa ia jelaskan, ia berhenti sejenak sebelum masuk ke mobilnya.
Ia mendongak melihat langit malam. Itu adalah Orion. Ia tersenyum kecil mendapati rasi itu bersinar jelas di atas sana.
"Kamu juga lihat, kan?" gumamnya pelan, seolah Yuju bisa mendengar seruannya itu.
Mereka tidak pernah merencanakan untuk menjadi sedekat ini. Awalnya hanya pertemuan biasa di sebuah acara akhir tahun. Backstage yang riuh, lampu-lampu yang terang, suara staf yang berlarian kesana kemari.
Yuju sedang memegang secangkir teh hangat, Ia baru saja menyelesaikan penampilannya dan memilih menikmati hangatnya teh ditengah udara dingin akhir tahun, ketika tanpa sengaja seseorang menabraknya. Teh itu hampir saja tumpah mengenai tangannya, beruntung teh itu sudah setengah gelas membuatnya tidak tumpah.
"Ah! Maaf, Maaf!" suara bariton itu terdengar panik. Ia memperhatikan sekeliling Yuju menatap gaun dan tangan mencari apakah tumpahan teh mengenai Yuju.
Yuju mendongak mendapati seorang pria tinggi dengan mata hangat menatapnya bersalah, memegang beberapa lembar cue card yang kini berserakan.
"Tidak apa-apa," Yuju tersenyum, membantu memungut kartu itu, membantu pria itu
"Terima kasih... aku benar-benar ceroboh," ia tertawa kecil, sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal itu dengan kikuk.
Sejak saat itu, percakapan mereka terasa mudah. Ringan. Seperti dua orang yang sudah lama saling mengenal meski baru bertemu.
Mereka berbicara tentang musik, tentang panggung, tentang kelelahan yang tidak semua orang mengerti, dan tentang keseharian mereka satu sama lain, membuat keduanya hanyut dalam percakapan tersebut.
Dan entah sejak kapan, percakapan itu berubah menjadi kebiasaan. Dimana pesan singkat yang terkirim tengah malam, telepon yang berdering tanpa alasan jelas, foto langit yang dikirim tiba-tiba.
"Lihat, Orion lagi terang," tulis Mingyu suatu malam, mengirimnya pada Yuju.
Yuju membalasnya dengan foto yang sama dari sudut balkon apartemennya, memperlihatkan perbedaan sudut pengambilan gambar dan tempat.
"Aneh ya. Kita lihat langit yang sama."
Namun hidup mereka bukan kisah dongeng sederhana. Jadwal yang bertabrakan. Tur ke luar negeri, rekaman album, syuting yang begitu menyita waktu. Dunia yang selalu bergerak terlalu cepat untuk dua hati yang masih mencoba memahami diri sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Short Story Yuju
Fiksi PenggemarCerita pendek Yuju x aktor/idol sesuai judul lagu Yuju tapi ngak sesuai lirik ya guys cuman ngambil judulnya aja ( ◜‿◝ ) -> Akan kembali saat Yuju merilis lagu baru lagi.
