Chapter 2

194 27 5
                                        

Calum melangkahkan kakinya menuju tempat duduknya yang terletak paling belakang. Ia sedikit terkejut saat melihat gadis di kantin tadi, duduk di tempat duduk barisan depan kelasnya.

Seragamnya terlihat masih sangat baru. Seisi kelas kadang mencuri pandang terhadapnya, lalu berbisik bisik. Ia menjadi bahan pembicaraan kelas hari ini. Calum yang duduk paling belakang sedikit kesusahan saat melihat gadis tadi. Ditambah lagi banyak siswa yang berlalu-lalang itu membuat pandangannnya semakin sulit.

"Kudengar dia baru pindah dari Perth."

"Dia siapa sih? Duh kenapa dia cupu sekali?"

"Kenapa anak seperti dia bisa masuk kelas kita?"

"Siapa tadi namanya? Khrystee?"

Itulah sebagian yang bisa Calum dengar dari pembicaraan kelompok gadis gadis di belakang kelas. Yah, walau mereka sepertinya tidak menyukai gadis itu, setidaknya Calum tau namanya sekarang.

***

Guru tidak bisa datang pada saat itu. Yang artinya tidak akan ada tugas dan gadis tadi tidak akan menghadapi mengerikannya perkenalan di depan kelas. Tetapi tidak dengan Calum yang diharuskan mendapat tugas dadakan karena guru olahraganya, Mr. Barakat (?) (AN : mampos ada Jack nya :v bayangin dia pake baju olahraga. Krikkrik) tiba-tiba masuk kelas dan membawa berita bahwa tim sepakbola Calum akan bertanding besok. Yang mana berita mendadak itu membuat tim Calum kalang kabut karena mereka belum menyiapkan apapun. Dan mengharuskan mereka latihan mendadak pulang sekolah nanti.

Dan hal itu membuat Luke sedikit kesal. Karena rencananya, Luke, Michael, dan Calum akan melakukan cover beberapa lagu dan sekedar hang out saling mengenal satu sama lain. Maka dari itu, Luke dan Michael berniat untuk melakukan cover berdua saja, tanpa Calum.

Michael sudah siap di depan camera dengan gitarnya. Ya, gitar. Dia harusnya memegang drum, tetapi karena mereka belum punya alat musik tabuh apapun, jadi sementara Michael memegang alih gitar dari Luke. Karena secara teknik, Michael lebih handal.

"Oke. Sekarang kita akan mengcover apa?" Luke bertanya setelah menyiapkan camera

"Uh, Check Yes Juliet?" Michael menjawab tanpa mengalihkan pandangannya, masih vokus menyetem gitarnya.

"Hm, boleh. Tetapi aku tidak begitu hafal liriknya."

"Dude, ini bukan abad 5 masehi!" Michael menjawab dengan sarkastik

"Jadi?" Luke masih tidak mengerti

"Gunakan google, bodoh!" Michael menjitak kepala Luke, membuat Luke mengusap kepalanya yang pening karena jitakan Michael

"Memang boleh mengcover dengan membaca lirik?"

"Itu tidak akan membuat Obama mati, Luke! Shut up! Cepat mulai sebelum aku kehilangan mood bermain gitar dan membakar rumahmu!" Sarkas Michael bertambah. Luke pun menuruti Michael, dan ya Luke sedikit takut pada Michael sekarang.

Luke mulai menelusuri lyrics dari lagu Fountains Of Wayne itu.

"Okay, here we go," ucap Luke pelan saat ia sudah menemukan lyricsnya. Ia menekan tombol di cameranya yang mulai merekam

"Hi guys it's Michael and Luke, Calum is not here. And this is our cover Check Yes Juliet" Michael membuka video cover pertama mereka

Mereka melakukannya dengan baik sampai pada tengah lagu Luke mulai sombong dan tidak mau membaca lyrics sehingga ia lupa akan lyricsnya. Dan karena hal kecil itu, di menit menit berikutnya, mereka mulai menggila. Mulai saat jari Michael terpeleset (?) saat menekan chords dan juga mendekati menit akhir mereka menyanyikan lagu tersebut dengan asal asalan seolah mereka mabuk kokain.

"Oh my god! We're awful!! Hahaha" Luke berseru saat mereka memutar ulang video

"Ingatanmu payah sekali, Luke! Hahaha" Michael menambahkan

"Haruskah kita meng-uploadnya?" Kata Luke yang sedang berusaha menghentikan tawanya. Menertawakan diri sendiri.

"Ya tentu kita harus menguploadnya! I look good in this video!" Nada bicara Michael berubah tinggi

Luke menuruti Michael. Ia mengupload video mereka ke channel Youtube miliknya. Lalu ia sadar, bahwa ia dan Michael sama saja dengan penyanyi cover abal-abal yang ia tonton kemarin.

***

Gadis itu memejamkan matanya. Merasakan musik dan instrumen yang mengalir melalui earphonenya. Ia dapat merasakan lembutnya instrumen gitar yang bertempo cukup cepat itu, dan ia juga bisa merasakan dentuman senar bass sesekali, juga ia merasakan setiap kali pemain drum menabuh snare, tomtom, dan menginjak pedal bass nya. Ia dapat merasakan getaran itu. Setiap kali musik masuk ke telinganya. Ia pasti merasakannya, setiap getaran itu memberinya sensasi nyaman.

Ia membuka matannya. Disambut oleh poster besar Billie Joe Armstrong yang menggantung di depan tempat tidurnya. Jika kebanyakan gadis memasang poster lelaki tampan yang tergabung dalam boyband, ia lebih memilih memasang poster band rock ataupun metal. Itu memang dirinya yang sebenarnya. Yang sangat berbanding terbalik dengan penampilannya sehari-hari.

***

HAYOLOH ITU SIAPA?! HAYO SIAPA HAYO?! :V (soasik lo nyedh ._.) Gue double update btw .-.

Wkwk okeoke :'3 maap ini aneh fix bye. Eh eh itu gue ngakak masa liat tu video :'V bakakaka wajah mereka bodo sumvah (?) /plak

Vomments dong :v biar swag gitu yagak yagak? :v

-Sal

Bandzone - 5SOSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang