_The Bitter Truth_
I want you to know,
Sebenarnya, aku sangat ingin mengulang wantuku,
Aku harus mengulang waktuku untukmu.
Aku ingin kau tahu jika aku juga mencintaimu.
Aku sudah mencintaimu dari saat pertama kali kita bertemu.
Aku hanya tidak bisa mengungkapkannya.
Karena aku marah pada diriku sendiri,
Aku marah karena aku hancur, aku gagal.
Aku menghancurkan diriku.
Aku tidak ingin kau ikut merusak dirimu karenaku.
Aku hanya ingin kau hidup normal.
Karena kau di kelilingi oleh 'dia' dan 'mereka'
Tidak seperti ku.
Aku takut jika kau akan bernasib sama sepertiku,
Dan aku sangat takut akan terus menyakitimu.
Karena aku sangat takut untuk kehilanganmu.
_Chapter One_
Seoul, 1990
Seorang wanita cantik nampak menikmati pemandangan di depannya. Taman bunga lili mewah miliknya. Ya, miliknya. Pemberian dari sang suami tercinta. Sambil bersenandung kecil, ia mengusap-ngusap pelan perutnya yang sudah membuncit. Depalan bulan, usia kandungannya saat ini sudah menginjak bulan kedepalan.
"Misunnie..."
Wanita itu menolehkan kepalanya dan menyunggingkan senyuman indahnya.
"Aboji..."
Pria paruh baya itu balas tersenyum sambil mengambil posisi duduk di samping menantu kesayangannya.
"Bagaimana dengan kandunganmu?" Tanya sang ayah mertua."Sangat sehat. Song ahjussi mengatakan jika bayiku sangat sehat..." seru wanita itu sembari terus mengelus perutnya.
Mr. Kim tersenyum mendengar keceriaan sang menantu. Keheningan menyelimuti keduanya sebelum deheman sang ayah mertua membuat Misun menolehkan kepalanya. Tidak seperti biasanya. Ayahnya akan bersikap seperti ini jika akan terjadi sesuatu.
"Kau tahu bukan kepercayaan dalam keluarga ini?"
Misun mengerjapkan matanya dan menganggukkan kepalanya ragu. Sudah ia duga. "Ramalan mengatakan jika kau akan melahirkan anak kembar..."
DEG
"M-wo?"
"Jika itu memang terjadi, kau dan keluarga ini akan kehilangan orang yang paling berharga yang pernah kau miliki..."
Kini, air mata sudah menghiasi pipi putih milik wanita cantik itu.
"Sama seperti aku kehilangan istri dan anak kembarku, adik Junhae. Sampai saat ini aku masih belum tahu apa kesalahan keluarga ini di masa lalu..."
"..."
"Maafkan aku, maafkan aku harus membuatmu menjadi bagian dari keluarga ini."
"Ania.. aboji..."
Mr. Kim tersenyum, tangannya menjulur meraih tangan sang menantu dan menggenggamnya erat.
"Kau dan Junhae pasti bisa melewatinya. Jagalah dia. Jangan sampai kalian kehilangan dia. Siapapun itu..."
KAMU SEDANG MEMBACA
I Want You To Know
Fiksi PenggemarI just want you to know, 1.The Bitter Truth 2.The Reason 3. Hope and Answer Dan ingatlah, 'Aku mencintaimu melebihi rasa cinta yang pernah kau berikan padaku dan rasa cinta yang dia berikan padamu.' Warning: Prepare Your Self. This my no 1 ang...
