*Flashback*
DOR
Teriakan menggema di daerah pegunungan itu saat melihat tubuh itu dengan pelan jatuh dari atas tebing yang cukup curam.
"Kau gagal membunuhnya, Jongsuk." Senyum Junki ke arah Jongsuk yang nampak sangat tidak puas dengan hasil pekerjaannya.
"Youngwoong, aku benar-benar ingin membunuhmu detik ini juga." Desisnya.
"Pergilah. Sisanya biar aku yang menyelesaikannya. Kau harus mempertanggung jawabkan kegagalanmu kepada SIN." Sahut Junki.
Jongsuk hanya bisa mengepalkan jemarinya kuat. Ia tidak suka jika orang memandang rendah kepadanya.
"Terimalah kenyataan jika Youngwoong yang menyelesaikan pekerjaanmu Jongsuk," lanjut Junki pergi meninggalkan Jongsuk.
Dengan didaratkannya kepalan tangannya di antara pohon besar itu, Jongsuk bergegas meniggalkan tempat persembunyiannya. Kali ini ia membiarkan jika laki-laki sombong itu menyelesaikan pekerjaannya untuk membunuh Kim Jaejun, adiknya. Tapi tidak untuk lain kali. Ia tidak akan membiarkan Youngwoong ikut campur dalam perkerjaannya. Tidak akan. Tekadnya dalam hati.
Junki yang melihat Jongsuk sudah pergi, secepat mungkin ia pergi ketempat di mana Jaejun terjatuh. Ia harus menemukannya terlebih dahulu. Harus.
"Apa yang kau pikirkan, Youngwoong?!?" desisnya berpikir. Seingatnya ia sudah mengatakan jika ia akan menyelamatkan Jaejun dari penyerangan hari ini. Tapi mengapa ia mendorong Jaejun dengan tangannya sendiri? Ia benar-benar tidak bisa menebak apa yang dipikirkan oleh pria itu.
Melihat tubuh yang mengambang di atas aliran sungai, Junki membulatkan matanya. Dalam hatinya ia mengumpat. Laki-laki itu tidak akan baik-baik saja. Tanpa membuang waktu, ia segera berlari meraih Jaejun yang sudah tidak sadarkan diri dengan luka yang cukup banyak di beberapa bagian tubuhnya.
"Bertahanlah!!!" sahutnya menggendong Jaejun dan membawanya pergi dari tempat itu.
"Cepat antar kerumah sakit sekarang!!" teriak Junki.
Laki-laki berpakaian hitam yang tengah menjaga mobil itu mengerutkan keningnya. Bukankah pria dipunggung Junki adalah target mereka? Mengapa Junki melakukan ini?
"Lakukan apa yang dia katakan,"
Mendengar suara di belakangnya, Junki segera berbalik dan membelalak kaget melihat sang kakak berada di sana, SIN.
"H—hyung,"
"Ini akan semakin menarik." Ujar SIN selum pergi.
"Jaejun aku serahkan padamu, Junki..." lanjutnya sebelum ia benar-benar masuk ke dalam mobil hitam itu.
*END OF FLASHBACK*
"Jae—jaejun," lirihnya terbata merasakan tubuhnya melemas seketika. Ia mempercepat langkahnya yang ia paksakan untuk menghampiri lelaki cantik yang sangat ia kenali itu. Belahan jiwanya yang selama ini tidak ia akui. Saudara kembarnya yang selama ini menghilang karena dirinya. Kim Jaejun.
Tanpa ia sadari tangan kananya terjulur mengelus wajah dingin adiknya yang bahkan melebihi wajah pucatnya.
"Saat ini dia hanya tertidur. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan."
Jaejoong menolehkan kepalanya saat mendengar suara serak di belakangnya. Seseorang yang nampak lebih tua darinya itu memberikan sebuah senyuman hangat kepadanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
I Want You To Know
FanfictionI just want you to know, 1.The Bitter Truth 2.The Reason 3. Hope and Answer Dan ingatlah, 'Aku mencintaimu melebihi rasa cinta yang pernah kau berikan padaku dan rasa cinta yang dia berikan padamu.' Warning: Prepare Your Self. This my no 1 ang...
