___ Part Five___
"Apa yang kau rencanakan, Jaejoong. Atau aku sebut saja, Youngwoong-ssi?" tanya Yoochun menatap Jaejoong yang terdiam tak berkutik.
***
"Apa yang sedang kau lakukan appa?" Tanya Yoochun saat tidak sengaja berjalan-jalan melewati ruang kerja sang ayah yang terlihat berantakan. Ayahnya terlihat sangat berantakan saat ini. Sepertinya ada kasus yang membuatnya seperti itu.
"Oh, kau Yoochunnie,"
Yoochun tersenyum. Ia tahu siapa yang membuat ayahnya ada dalam keadaan bingung seperti itu.
"Apa SIN berulah lagi?"
Mr. Park menganggukkan kepalanya sambil tetap menatap ke layar kumputer miliknya.
Yoochun pun dengan ringan berjalan mendekati sang ayah. Ikut mengamati apa yang sedang sang ayah perhatikan.
"Youngwoong dan SIN berhasil lolos penyergapan tiga hari lalu. Sepertinya mereka sudah mengetahui semua rencana kepolisian,"
"Youngwoong? Nama itu sangat sering aku dengar akhir-akhir ini."
"Huh?"
Yoochun mengangguk.
"Aku tidak sengaja mendengar percakapanmu... Ah! Appa! Bisakah kau memutar ulang rekaman ini?" Tanya Yoochun berubah serius.
Mr. Park mengangguk ragu dan mengikuti permintaan Yoochun.
"Jaejun?" gumam Yoochun saat melihat seseorang bertopi itu melewati kamera dengan santainya. Menampakkan sisi kirinya dengan sangat jelas.
"Tidak, Kim Jaejoong..." lirih Yoochun tidak percaya. Hanya Kim Jaejoong yang memiliki tanda lahir di leher itu. Satu-satunya cara membendakan lelaki kembar itu.
"Dia adalah Youngwoong."
***
Jaejoong nampak menutupi rasa keterkejutannya dan membalas tatapan Yoochun dengan raut yang di buat setenang mungkin.
"Apa kau pikir aku tidak tahu jika kau adalah bagian dari SIN?"
"..."
"Kau mengkhianati keluargamu, huh?"
Jaejoong mengindikkan bahunya.
"Karena itu kau membunuh Jaejun?"
Jaejoong terdiam sambil menatap Yoochun yang menyiratkan emosi, kesedihan dan kekecewaan.
"Jaejun adalah incaran SIN dan kau adalah anak kebanggaan SIN. Sebesar itukah rasa bencimu pada Jaejun sampai-sampai ke bergabung dengan organisasi itu? Apa kesalahannya padamu huh?" tanya Yoochun penuh dengan tekanan.
Jaejoong tersenyum ringan.
"Aku sangat heran. Mengapa semua orang sangat menyesali kematiannya."
"Dia belum mati!" potong Yoochun cepat.
"Terserah! Satu hal yang harus selalu kau ingat, aku sangat bahagia kejadian ini terjadi padanya,"
"Brengsek!" umpat Yoochun memukul telak rahang Jaejoong.
"Aku sudah sangat muak mengetahui rahasiamu Jae."
"Dan aku tidak memintamu melakukannya, Park."
"Aku tidak ingin menyakiti Junsu dan keluargamu jika mereka mengetahui kau adalah bagian dari SIN."
"..."
KAMU SEDANG MEMBACA
I Want You To Know
FanfictionI just want you to know, 1.The Bitter Truth 2.The Reason 3. Hope and Answer Dan ingatlah, 'Aku mencintaimu melebihi rasa cinta yang pernah kau berikan padaku dan rasa cinta yang dia berikan padamu.' Warning: Prepare Your Self. This my no 1 ang...
