"Yah, bibi! Aku kan sudah menabung! Lihat ini!" Margery meyakinkan Judy dengan menunjukkan kaleng kaca berisi lembaran uang dan banyak koin. Di kaleng itu terdapat kertas kecil bertuliskan, 'EDM Concert'.
Judy menghela napas,
"Tapi konser itu untuk orang dewasa, sayang."
"Aku sudah lima belas tahun!" Judy menaikkan alisnya. Margery mendecakkan lidah, kesal.
"Oke, lima belas tahun itu belum dewasa. Tapi-"
"Dan apa enaknya tempat seperti itu? Banyak orang mabuk, berkeringat, musik berisik, itu bukan tempat yang baik untuk anak remaja. Bahkan Melanie saja akan aku larang."
"Aku bukan bayi. Lagipula aku membawa temanku."
"Siapa? Dan walau aku bertanya, bukan berarti aku akan berubah pikiran." Margery mendengus.
"Chris, Henry, dan yang lain lain! Kami berjumlah banyak, bibi tahu sendiri."
"Aku akan menelepon ibu Henry."
"Apa?! Jangan!"
"Aku tahu kau berbohong. Lagipula, mereka akan menahanmu karena kau masih dibawah umur. Sia sia saja tabunganmu itu." Kata Judy tenang. Ia mengelus kepala Rodger yang hanya duduk mendengarkan.
Margery memutar matanya, "Bibi kan tahu aku. Apa yang tidak bisa aku lakukan?"
"Oke, begini Margery,"
Argumen mereka tadi terdengar oleh Draco yang sedang menulis surat untuk ibunya di kamar.
Ia sudah hampir selesai,
'Dan gadis itu mudah terpancing emosi,' Tutupnya, lalu mengaitkannya pada cakar Lupita yang sudah bertengger di jendelanya, dan menyaksikannya terbang. Ia tidak mendengar apa apa lagi selain langkah kaki yang menjauh. "Margery!" terdengar Judy berseru. Draco berjalan keluar kamarnya, lalu turun untuk mengambil sesuatu yang bisa dimakan.
"Apa?" balas Margery yang sudah di ambang pintu dengan ketus.
"Jaga nada suaramu. Draco yang akan mengantarmu sekolah hari ini." kata Judy.
Draco yang sedang menggali kulkas berhenti, dan menoleh ke arah mereka, "Uh, aku?" tanyanya. Judy tersenyum, "Ya. Lagipula, kau kan sudah bisa bawa mobil, kan? Margery akan menunjukkan jalannya."
"Melanie dan Natasha?" tanyanya.
"Mereka sudah duluan dengan teman temannya."
"Ehm, hanya mengingatkan, aku juga akan berangkat dengan teman temanku!" Sela Margery.
Judy nyengir, "Sebelumnya aku sudah menghubungi mereka semua-"
"Argh!" Margery menggeram kesal, lalu berjalan keluar sambil menghentakkan kaki. Judy menoleh ke arah Draco.
"Bisa kan?"
"Ya, tentu."
Dengan itu, Draco mengambil kunci mobil van, lalu berjalan keluar menuju mobil.
Margery sudah berada di dalam mobil, dengan kedua alat kecil berada di telinganya. Headset. Mereka sudah memberitahunya tentang benda itu, tapi Draco belum mencobanya. Wajah gadis itu cemberut. Dan kedua tangannya di lipat didepan dada.
Draco masuk ke mobil, menyalakannya, lalu berangkat.
Sepanjang perjalanan, hanya hening. Dan bunyi radio. Margery masih mengenakan benda kecil itu di telinganya. Tapi Draco ingin bertanya sesuatu. "Margery?"
Margery tidak merespon sama sekali. Draco berdeham, lalu menyentuh bahu gadis itu, dan seketika gadis itu tersentak kaget bersamaan dengan Draco. Hampir saja ia hilang kendali atas mobil itu. Margery mendecakkan lidahnya kesal, dan melepaskan headsetnya.
"Kau mau apa?" Tanyanya ketus.
"Err.. Kau benar benar ingin ke tempat itu ya?" Katanya.
"Tempat apa- oh! Konser EDM itu.. Ya. Lebih dari sangat ingin. Dan Judy mengabaikanku! Ia bilang tempat itu tidak baik, aku bisa terluka dan" Margery melanjutkan dengan mimik dan suara suara aneh mengejek. Draco tertawa kecil. "Dan tebak bagian terparahnya! Ia bilang nanti ia dan Bill akan pergi untuk urusan pekerjaan, tapi aku tetap tidak akan bisa kemana mana, karena kau akan mengawasiku!" Draco menyeringai. "Dan kau pastinya tidak akan kemana mana."
"Oh, lihat saja, Malfoy. Dengan sekali kedipan matamu, dan satu helai pirang itu terbang, aku akan hilang, hanya menyisakan debu." balas Margery dengan suaranya yang berat dan seringai kecil.
"Lihat nanti apa perlakuanmu itu berlaku padaku."
KAMU SEDANG MEMBACA
Wild Flowers
General FictionPerang berakhir, death eaters yang berada di pihak Voldemort dijatuhi hukuman: ditahan di Azkaban. Termasuk Draco Malfoy. Hanya, hukumannya berbeda. Dan ia tidak tahu setelah hukuman itu, hidupnya tidak akan sama lagi. Apa hukumannya?
