Kalian tau?
Perasaanku benar benar tak karuan setelah mendengar pengakuan Jongdae. Astaga, ternyata hal yang harus kuurus lebih banyak dari yang kuperkirakan.
Urusan Do Kyungsoo saja belum selesai. Apa harus ditambah dengan Kim Jongdae? Fiuuuh..
Hari ini aku kembali mengikuti Kyungsoo di sekolah. Dari mulai ia menunggu bus, berjalan kaki ke kelas, menguap ketika bosan, hingga akhirnya sampai juga waktunya istirahat.
Kyungsoo bangkit dari kursinya, berjalan keluar kelas. Biar kutebak, pasti dia akan ke ruang musik dan memainkan tuts piano sembari menghabiskan bekal yang dibawanya.
Tapi... ia tidak membawa kotak makan atau sekantung roti. Apa ia tidak lapar?
Lihatlah Do Kyungsoo, penampilanmu hari ini sedikit aneh. Rambutmu tidak serapih biasanya. Kau lupa mengenakan ikat pinggang. Kau bahkan tidak membawa bekal makan siang. Kemana rompi seragam mu? Mengapa kau tidak memakainya?
Belum lagi kantung mata hitammu yang sangat mencolok di wajahmu yang pucatnya melebihi Oh Sehun. Ada apa denganmu, Kyungsoo-ssi?
Kyungsoo mendorong pintu ruang musik dan segera duduk di hadapan piano klasik milik sekolah. Ia menekan tutsnya begitu semangat. Tak lama kemudian, kudengar suara Kyungsoo melantun lamat lamat.
I am searching for the one I cant see anymore
I am listening for the one I cant hear anymoreSuara Kyungsoo makin lama makin lantang. Suaranya yang lembut menyatu dengan iringan piano yang menyentuh.
Lagu apa ini? Apa ini buatan Kyungsoo? Tapi liriknya sungguh menyedihkan.
"Apa nona Do mu itu tidak masuk lagi, Kyungsoo-ssi?"
Tentu saja aku berbicara pada angin.
Cekrek
Kyungsoo menghentikan tarian tangannya diatas tuts piano sedangkan aku menoleh ke arah pintu ruang musik yang setengah terbuka. Sebuah kepala mengintip kedalam.
"Mian, aku kira disini sedang tidak ada orang. Juseonghabnida," yeoja berambut sebahu itu membungkuk kemudian menghilang dibalik pintu yang berdebum menutup.
Kuperhatikan, sejak tadi Kyungsoo menatap yeoja itu tak berkedip. Hei, apakah itu nona Do mu, Kyungsoo-ssi?
Bergegas kuikuti yeoja tadi. Kulihat nametag yang berada di dada kiri.
Do Ahra
Ternyata benar. Jadi dia itu yeoja yang selama ini Kyungsoo suka. Tak kusangka tipe Kyungsoo adalah tipe yeoja princess lemah gemulai yang butuh perlindungan.
Wajar saja kalau aku yang petakilan ini tak Kyungsoo kenal. Aku bukan tipe yeoja yang menghabiskan waktu untuk berdandan ria. Aku lebih suka menguncir rambutku daripada menggerainya sehingga angin bisa menerbangkan rambutku.
Aku kecewa. Sungguh.
Hei, aku meninggalkan Kyungsoo di ruang musik, bukan? Bukankah aku kesini untuk mengikuti Kyungsoo seharian?
Aku berbalik dengan cepat dan kurasakan sesuatu yang aneh pada diriku. Seperti... entahlah.
Kulihat sekeliling. Bukankah itu Kyungsoo? Jadi barusan aku menembus tubuh Kyungsoo?
...
Kelas Kyungsoo kini ramai oleh hingar bingar musik dan celotehan murid. Terang saja, pelajaran kimia yang seharusnya diisi oleh Jung seonsaengnim tidak berjalan karna guru yang bersangkutan sedang berhalangan hadir. Sebenarnya mereka diberi tugas oleh Jung saem, tapi karna kimia adalah pelajaran seminggu sekali maka para murid tidak ada yang mengerjakannya hari ini. Sama hal nya dengan Kyungsoo.

KAMU SEDANG MEMBACA
Earth
FanfictionKau adalah alasanku untuk berada di bumi. Namun kau juga lah yang membuatku ingin beranjak dari bumi Warning: Slow Update!