"Mungkin aku akan memilih.." kupejamkan mataku, berusaha meyakinkan pilihanku sendiri.
"Sudahlah. Kalau kau masih belum yakin akan pilihanmu, jangan beritau aku dulu. Dan aku juga tidak akan memberitaumu akan pilihanku. Karna bisa saja kau berubah pikiran, kan?"
Hufft, baiklah. Aku akan memikirkan ini lagi.
"Ne, eonni. Kajja, kita tidur. Bukankah besok adalah 2 hari sebelum menentukan pilihan?"
"Ah, geurae. Aku juga sudah mengantuk. Jaljja, Kim Yoojung. Mimpi indah."
Aku membalas dengan anggukkan di kepala. Memangnya jika sudah menjadi arwah kita, ani. Maksudnya aku dan arwah yang lain. Oke biar kuulang. Memangnya jika sudah menjadi arwah, aku masih bisa bermimpi lagi? Rasanya mustahil. Tapi jika aku bermimpi juga tak apa.
Malam dunia, malam Do Kyungsoo.
.....
Kuhirup banyak banyak udara pagi yang dingin ini. Berapa lama lagi aku bisa merasakan udara di bumi? Hanya tinggal dua hari saja, kan? Jadi kuputuskan hari ini adalah hariku untuk menjelajah.
Berangkat!
Oke, tujuan pertamaku adalah lemari penyimpanan abu ku sendiri.
Aku terdiam lama disana. Kutatap foto ku yang sedang tersenyum namun tidak melihat kearah kamera. Di foto itu aku seperti tidak menyadari bahwa aku sedang menjadi fokus kamera. Ah, aku ingat. Itu adalah foto yang diambil oleh Jongdae ketika hari terakhir classmeeting. Saat itu kelasku menang perlombaan tarik tambang melawan kelas Jongdae. Tak kusangka foto itu yang dipakai untuk dipajang di lemari penyimpanan abu milikku.
Kulihat lagi barang yang diletakkan disana. Bahkan disitu ada kamera polaroid milikku. Kamera itu diberikan oleh appa sebagai hadiah karna aku memenangkan lomba karya tulis cerpen remaja.
Dan ada juga toples berisi gulungan kertas warna warni. Apa itu? Bahkan aku tidak mengingat pernah membuatnya. Ah, seandainya aku bisa menyentuh benda itu.
Kurasa sudah cukup melihat lihat lemari penyimpanan abu ku. Kemana selanjutnya aku harus pergi?
"Dongsaeng-ah, kau mau kemana? Apa aku boleh ikut bersamamu?"
"Eonni, kenapa sih eonni harus mengikutiku? Memangnya eonni tidak punya tempat yang ingin eonni kunjungi?" Gerutuku sebal. Kalau begini terus mungkin aku tidak akan memandangi Kyungsoo dengan nyaman.
"Memangnya kenapa jika aku terus mengikutimu? Padahal hanya kau yang kukenal disini." Ia merengut, memamerkan raut sedih.
Oh Tuhan, cobaan apalagi ini. Baiklah Kim Yoojung, tak usah kau pedulikan arwah satu itu!
"Mian eonni, tapi aku ingin sendiri. Bye!"
Aku langsung melesat keluar menuju sekolah. Lagi lagi sekolah. Aneh bukan? Aku ini sudah jadi arwah, jadi untuk apa datang ke sekolah? Untuk bertemu Kyungsoo? Lagipula jika aku bertemu Kyungsoo di juga tidak akan melihatku. Atau untuk mengetahui siapa orang yang disukainya? Ah, ternyata aku masih menaruh harapan padanya.
Tapi aku heran, mengapa harapan seseorang tidak hilang ketika orang itu sudah mati? Alangkah mudahnya jika itu terjadi. Kan aku tidak perlu repot repot memikirkan akan tinggal disini atau menuju tempatku yang sebenarnya.
Aku masih saja menggerutu ketika sudah sampai di gerbang. Ingin sekali rasanya aku menyapa satpam yang baik hati itu. Tapi apa boleh buat, aku bahkan tak terlihat olehnya. Jadi arwah memang merepotlan, tidak bisa melakukan apa yang ingin kulakukan.
Aku mulai memasuki koridor utama yang ramai oleh para siswa. Ah, rupanya sekarang sudah jam istirahat pertama. Jadi itu artinya jika aku ingin menemui Kyungsoo, aku tak perlu repot repot mencari dia di kelas kelas. Apalagi di kantin sekolah yang besar dan penuh itu. Aku hanya perlu naik ke lantai 3, lalu berbelok ke arah kiri dan masuk ke ruangan paling ujung dengan pintu bertuliskan 'Ruang Musik'. Mudah bukan?
Yah, setidaknya nilai tambah jadi arwah adalah tidak perlu berdesak desakan untuk melewati tempat ramai. Yang kau perlukan hanya terus berjalan karna tubuhmu akan menembus tubuh manusia. Hebat bukan?
Dentingan lembut piano samar samar terdengar ketika langkahku semakin dekat dengan ruang musik. Sepertinya tebakanku benar. Kyungsoo ada disana. Karna Kyungsoo bukan tipe orang yang suka berdesak desakan di kantin hanya untuk semangkuk ramyun. Ia lebih suka makan apel atau jeruk dengan earphone ditelinga dan buku di tangannya. Atau sekedar menarikan jari jemarinya di atas tuts hitam putih piano milik sekolah, seperti saat ini.
Suara Kyungsoo yang dalam menyambut pendengaranku ketika pintunya terbuka. Aku salah. Kyungsoo memang ada di dalam, namun dengan seorang gadis. Tapi gadis itu rasanya familiar. Ah! Dia itu gadis yang kemarin menemui Kyungsoo! Dan sekarang mereka menghabiskan waktu istirahat bersama? Ugh, kenapa aku merasa ditikam oleh sesuatu yang tak kasat mata?
Sadarlah, Kim Yoojung. Kau bahkan sudah menjadi tak kasat mata. Tidak, dari dulu kau memang sudah tak terlihat bagi Kyungsoo. Jadi apa harapanku sia sia? Mungkin.
Dengan kecewa kubalikkan badan, kuputuskan untuk kembali ke tempat penyimpanan abu. Aku berlari, menembus siapa saja. Satu hal lagi yang kuherankan tentang menajdi arwah. Kenapa arwah masih bisa menangis dan berkeringat? Entahlah. Aku sendiri sedang tidak mood bermain tebak tebakan.
Ku bersihkan keringat yang ada di kening. Keringat dan airmata yang sia sia. Pemikiran yang sia sia karna sebelumnya aku memutuskan untuk tinggal sebagai arwah selamanya demi Kyungsoo.
Siapa bilang kalau rasa suka dan cinta itu buta? Mereka itu lebih tepat disebut bodoh. Bodoh karna telah membuatku begini, menangis sesenggukan di depan air mancur yang berada di taman kota. Oh ayolah, biarkan aku menangis sebentar lagi. Toh ini akan jadi yang terakhir kalinya aku menangis. Menangis untuk perasaan bodoh yang kupunya untuk orang yang salah. Tapi biarlah. Karna sebentar lagi aku tidak akan ada lagi di dunia ini.
Ya, aku sudah memutuskan. Aku akan menghilang dari dunia ini. Aku akan segera menuju ke tempat dimana seharusnya aku berada.
Kematian yang sesungguhnya.
.
.
.Yeeeaaay! Akhirnya bisa apdet juga. Meskipun hanya puas dengan vomment nya yang cuma segitu gitu doang.
Well seperti biasanya cerita ini absurd. But I think you will enjoy this, hoho. Pede amat dah.
Makasih buat yang udah mau meluangkan sedikit waktunya buat baca karya abal ini.
Oke, pamit dulu.
Vomment juseyo ;)

KAMU SEDANG MEMBACA
Earth
FanfictionKau adalah alasanku untuk berada di bumi. Namun kau juga lah yang membuatku ingin beranjak dari bumi Warning: Slow Update!