-Adrienna-
Hari ini, adalah hari yang paling menyenangkan bagiku. Bagaimana tidak? Sekarang waktunya jam istirahat, lalu tiba-tiba ada pengumuman untuk guru agar segera pergi menuju ke ruang rapat. Ya, kalian bisa menebak apa yang mereka lakukan di ruang rapat.
Aku dan Kayra sedang berada di kantin, memakan makanan yang dibeli tadi. Kami -aku dan Kayra- hanya bercanda gurau melihat cewek-cewek dengan wajahnya yang sangat mencolok. Mereka memakai bedak yang berlebihan, dan memakai lipstik yang warnanya merah merona. Mereka seperti itu sudah pasti hanya semata-mata untuk menarik perhatian cowok-cowok tampan dan terpopuler di sekolah ini. Termasuk cowok es itu, namun dirinya sudah hilang entah ke mana.
"Rienn, ke taman belakang yuk!" Ajak Kayra, yang kubalas dengan anggukan kepala.
Aku dan Kayra berjalan dalam diam, tenggelam pada pikiran masing-masing. Hingga tersadar kalau kami sudah sampai di taman belakang. Tidak ada orang di sini, hanya ada aku dan Kayra. Entah mengapa para siswa tidak suka mengunjungi tempat ini, mereka lebih suka pergi ke kantin dan bergosip ria. Padahal tempat ini sangat menyejukkan, dan menenangkan hati. Aku duduk di salah satu bangku taman, menikmati setiap hembusan angin. Sangat nyaman.
"Lo tau gak-"
"Gak." Potongku. Aku memang tidak tahu apa yang dia maksud, benarkan?
"Ih! gue belom selesai ngomong, dodol. Gue mau ngasih tau, kalo gue udah tau nama cowok dingin itu. Kakak osis yang kemaren itu loh." Aku bergidik ngeri saat Kayra mengedipkan sebelah matanya.
Tentang cowok itu, aku jadi ingat bagaimana dia bicara denganku. Sangat dingin. Entah dulu bundanya ngidam apa, sampai anaknya dingin banget. Kalian masih ingatkan beberapa hari yang lalu saat pertama masuk sekolah, dan saat aku ingin mengetuk pintu ruang osis? Nah, itu tuh yang membuat aku kesal dengannya.
"Ngapain lo di sini?"
"Engg- saya mau ngasih pita ke kak Leo."
"Oh, dia gak ada. Lo sih telat,"
Aku mengerucutkan bibirku. "Maaf, kak. Terus saya harus ngumpulin ke siapa?"
Dia hanya mengedikkan bahu acuh lalu melenggang pergi tanpa menoleh sama sekali.
Mau tidak mau, aku harus mencari kak Leo sampai ketemu. Uh, kakak kelas ter-nyebelin yang pernah aku temui. Orang dingin kayak gitu, ada saja yang menyukainya. Bukan, bukan aku. Tapi, cewek-cewek di sekolah ini. Apalagi semenjak hari pertama mos itu, saat dia mengecek mic dan seketika semuanya berteriak histeris. Semenjak hari itu, fans nya bertambah, termasuk cewek-cewek kelas 10. Kecuali, aku.
"RIENNA!" Kayra berteriak tepat di depan telingaku, membuat ku sedikit meringis. Bisa tuli nih telinga gue.
"Duh, apasih, Kay? Gak usah teriak gitu."
"Siapa suruh bengong aja dari tadi?" Tanya Kayra.
"Emang tadi gue bengong ya?"
"Au dah. Emang lo lagi mikirin apa sih? Sampe bengong lama banget." Dengan cepat dia membalikkan badannya hingga sekarang berhadapan denganku.
"Nggak mikirin apa-apa." Bohongku.
"Boong banget lo ah. Gue tau, pasti lo mikirin cowok es itu kan? Udah deh, gausah dipikirin lagi, Rien."
Tepat sasaran. Kayra tahu kalau aku memikirkan sikap cowok es itu. Katanya, tidak usah dipikirkan lagi. Tapi, entah kenapa cowok es itu selalu dipikiran aku. Kayra sih gampang ngomongnya, lah aku yang ngejalanin sih susah!
KAMU SEDANG MEMBACA
ADRIENNA
Dla nastolatkówDia kembali. Entah membawa hal baik atau buruk, lagi. [SLOW UPDATE]
