19.No escape

86 11 2
                                        

Author POV

"Kau?!"seru Visa dan tiba-tiba air matanya mengalir deras.

"Iya ini saya. Kau tidak boleh kabur lagi."ucap lelaki itu.

"Ba-bagaimana bi-bisa"ucap Visa sesugukan.

"Hahaha... for me to know and for you to find out."ucap lelaki itu.

"AKU BENCI KAU!!!! AKU TIDAK AKAN BISA MEMAAFKAN KAU SETELAH APA YANG KAU PERBUAT KE IBU!"seru Visa.

"Oh nak,saya tidak meminta kau untuk memaafkan saya. Saya hanya ingin nyawa mu."

"KAU GILA!"seru Visa masih menangis.

"Oh saya memang gila, setelah aku membunuh ibumu saya jadi gila karena saya masih mencintainya."

"BOHONG!"kata Visa.

"Tidak saya tidak bohong. Saya membunuh ibumu karena dia yang mengetes emosi saya. Dan satu lagi. Ia bukan ibu kandungmu."ucap lelaki itu.

"A-apa?KAU PSIKOPAT!SAYA BENCI KAU!SAYA TIDAK AKAN BISA MENGAKUIMU SEBAGAI AYAH KU!KAU MONSTER!BAJINGAN!I HATE YOU SO FUCKING MUCH A-"

PLAK!

"Berani beraninya kau berbicara seperti itu kepada ayahmu! Kau kira saya peduli denganmu? jawabannya adalah no! I don't even fucking care about your fucking life! You caused my second wife died! If it wasn't for you, she wont die!aku kesal kepadanya karena seakan-akan kau adalah anak kandungmu!"seru ayah Visa.

"Dan saya tidak terima istri saya mati! Itu sebabnya kau! dan saya tak segan-segan membunuhmu. Tetapi saya tidak mau terlalu cepat. Saya ingin kau tersiksa dulu, Makananmu terbatas. Toilet dilarang. Apalagi keluar."ucap Robert dingin.

Visa yang sudah hampir habis tenaganya hanya diam saja sambil menangis.

"Kau tidak akan lolos dengan ini. Polisi akan datang dan kau akan di penjara dan mati kelaparan disana."ujar Visa yang mengumpulkan sisa tenaganya untuk membalas perkataan itu tak kalah dinginnya.

Robert hanya tersenyum miring dan keluar dari ruangan itu meninggalkan Visa dalam keadaan kacau.

Di waktu yang sama tetapi tempat yang berbeda, keadaan sangat amat berbeda, Luke masih dalam keadaan koma.

Tiba-tiba jari-jari tangan Luke bergerak dan menyebabkan tangisan Liz pecah.

"Lu-luke?!Kau bangun nak?"tanya Liz sambil menangis.

Mata Luke pun perlahan-lahan terbuka dan mendapat pelukan oleh Ibunya.

"Visa dimana Mom?"itulah kata-kata pertama Luke.

"Ia di ruangan yang berbeda nak..."ujar Liz lirih dan juga membohongi Luke agar ia tak terlalu memikirkannya.

"A-aku ingin bertemu dengannya..."ucap Luke sambil mencoba untuk bangun dari tempat tidurnya.

"E-eh....sudah-sudah kau istirahat saja dulu agar ehmm...Visa bisa istirahat,"mengatakan namanya saja tangisan Liz pecah.

Little did she know...Visa is still alive but her condition is unbelievable.

"Tidak!Aku mau bertemu Visa dan melihat keadaannya!"ujar Luke keras kepala.

Liz pun tak bisa menutupinya lagi. "Luke...Vi-visa su-sudah ti-tiada...."

"A-APA!!!"tangis Luke pun pecah seketika.

"Kata dokter, lukanya terlalu dalam dan tak bisa tertolong lagi..."

Perfect (discontinued)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang