Shinta berdiri disudut lapangan yang ditutupi oleh rimbunnya pohon dengan gelisah. Ia menatap ketengah lapangan dimana Rama dan teman-temannya sedang latihan basket untuk turnamen tengah semester di akhir bulan nanti. Banyak siwa-siswi yang menempati kursi-kursi didepan kelas atau undakan-undakan tangga untuk menonton. Tidak sedikit yang meneriakkan suaranya ketika bola berguling masuk melewati ring. Walaupun hanya latihan, namun euphoria mereka tidak surut sama sekali.
Memang basket merupakan salah satu ekskul yang paling aktif disekolah ini. Hampir setiap tahun selalu menghasilkan penghargaan atau piala atas kemenangannya. Belum lagi berbagai kejuaraan lain yang selalu membuat nama SMA Taruna Bangsa mendapat tempat untuk disebut ketika pengumuman juara. Hampir satu lemari penuh yang ada diruang kepala sekolah hanya berisi piala sumbangan dari ekskul basket. Wajar jika semua anak disekolah ini begitu bersemangat mendukung tim kebanggaan sekolah mereka.
Disamping karena sejarah tidak terkalahkannya tim basket, pencapaian tertingginya didapat ketika tahun lalu tim basket Taruna Bangsa menjadi juara 1 Turnamen basket tingkat Nasional. Itu menjadi buah bibir satu minggu penuh dilingkungan sekolah karena dikabarkan jika kemenangan itu diraih karena salah seorang anggota tim melakukan lemparan jarak jauh dengan sempurna didetik terakhir.
Tebak saja siapa orangnya.
Shinta mengintip disela-sela dedaunan. Ia mencari punggung tegap bernomor 1 yang dihapalnya diluar kepala. Rama terlihat men-drible bola dengan ahli dan berbagi bola dengan sesama timnya. Sedangkan Shinta semakin keras meremas lembaran formulir yang baru saja ia dapat dari Bu Rahma tadi.
Hampir saja tadi Shinta membuang formulir ini ke tong sampah. Ia rela untuk mengikuti olimpiade matematika seorang diri. Walau sangat kecil kemungkinan Bu Rahma mengijinkan, tapi Shinta merasa itu jauh terdengar lebih baik daripada ia harus meminta langsung pada Rama. Demi Tuhan, ia saja tidak bisa bicara didepan Rama, bagaimana ia membujuknya untuk mengikuti olimpiade matematika. Dan lagi pula belum tentu Rama mau mengikuti olimpiade ini. walaupun ia juara umum sekolah, belum tentu matematika adalah pelajaran kesukaannya.
Shinta menyandarkan dahinya ditiang lorong dengan mata masih tertuju pada punggung Rama. Ia meratapi kelemahannya yang tidak masuk akal pada Rama dan ditambah lagi situasinya sekarang. Ia memejamkan mata dan meremas formulir ditangannya ketika seseorang menepuk lembut bahunya. Shinta terkejut dan berbalik. Shinta melihat seorang laki-laki menatapnya dengan senyum gelinya.
"Astaga.. kamu ngagetin aku."
"Ngapain lo nemplok ditiang? Mau nyamain cicek?"
"enggak," Shinta menggelengkan kepala. Auzan tersenyum geli melihat respon lucunya. Sikap gugup yang Shinta perlihatkan memang sering kali menarik perhatian Auzan. Menurutnya Shinta sangat polos sehingga ia bisa saja mempercayai gajah bisa terbang.
"Trus ngapain disini? Dipojokan lagi kaya sapu taman. Tadi gue liat indah dikantin sendiri.. lo gak kekantin? "
"kamu nanyanya satu-satu dong," Shinta melipat formulir itu dan memasukkannya kesaku baju. "ini mau kekantin." Shinta berusaha menghentikan keingintahuan Auzan. Ia tidak ingin ketahuan jika dari tadi ia bersembunyi disini hanya untuk bisa melihat Rama.
"gue tadi dari ruang guru, gak sengaja liat lo abis ngobrol sama bu Rahma. Soal olimpiade ya?"
"Iya. " Shinta mengangguk. entah kenapa, walaupun Auzan sebenarnya tidak mengetahui apapun, tapi Shinta merasa baru saja tertangkap basah sedang memperhatikan Rama. Membuatnya jadi serba salah. Ia ingin pergi meninggalkan Auzan kekantin untuk menemui Indah, meminta solusi darinya tentang langkah apa yang harus Shinta ambil perihal Rama, tapi Auzan sepertinya tidak mengijinkannya dengan kembali bertanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Secret Admirer [Completed]
Teen Fiction(S U D A H T E R B I T) -TERSEDIA DI TOKO BUKU- Hanya Rama yang mampu membuat Shinta berdebar ketika memandangnya. Bahkan, walau dari jauh sekalipun. Disaat Shinta yang terlampau nyaman menjadi pemuja, tiba-tiba keadaan memutar balikkan kenyataan...
![Secret Admirer [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/60441646-64-k45671.jpg)