5 - Run Away

110K 9.3K 308
                                        

Secret Admirer - Watpadd Book Story

https://www.youtube.com/watch?v=9fYXStzklZo  


Shinta panik.

Sudah tentu posisi ia saat ini tidaklah menguntungkan. Shinta duduk ditribun paling atas dan tidak ada pintu keluar didekat sini. Ia harus melewati anak tangga yang cukup panjang, yang berada diujung sebelah kanan. Terlalu jauh untuk mencapainya ketika Rama justru datang dari arah sana.

Shinta sudah tidak bisa merasakan betapa cepat debarannya ketika Rama sampai didepannya. Ia bisa merasakan Rama berdiri didepannya saat ini dan itu hampir saja menghancurkan kesadaran Shinta. Shinta masih saja menunduk dengan topinya. Tidak mungkin Shinta bisa melompat dari tribun setinggi ini kan?

Tapi tunggu. belum tentu juga Rama mengenalinya. Walaupun kemungkinan Rama melihat wajah Shinta semalam, tapi masih ada kemungkinan Rama tak mengenalinya. Shinta yakin ia sudah menjauhkan wajahnya sebaik mungkin semalam. Ia bahkan berlari kencang keparkiran. Dan menunduk layaknya pengecut ketika dikejar oleh Rama. Tidak mungkin dalam waktu sesingkat itu Rama masih bisa mengenalinya. Apalagi saat ini ia memakai seragam layaknya anak lain.

Satu-satunya alasan yang Shinta inginkan kenapa Rama menghampirinya adalah karena mulut ember Indah yang mungkin saja mengatakan perihal tentang dirinya. Tapi alasan itu malah membuat Shinta semakin bergetar hebat. Tidak. Jangan yang itu juga. Itu lebih parah.

Apapun yang melintas dikepalanya saat ini tak ada satupun yang bagus. Tidak jika Rama mengenalinya ketika diperpus, tidak jika Rama mengetahui jika Shinta mengagami dirinya selama ini. 

Absolutely Not.

Rama tidak mungkin mengenalinya.

Tidak mungkin!

"Lo yang kemaren diperpus kan?"

Goddamn Shitt.

Shinta tak mampu menjawab. Jangankan menjawab, bernafas saja ia seperti membutuhkan bantuan saat ini. Shinta memegang topinya erat seolah itu akan terlepas dan membuka pelindung dirinya. Ia menundukkan bagian depan tubuhnya hingga menyentuh siku. Shinta berharap saat ini juga terjadi gempa atau apapun disekitarnya yang dapat menarik perhatian Rama dan memberinya waktu untuk kabur.

Ketika berbagai cara untuk melarikan diri berputar dikepalanya, sesuatu disaku baju seragam Shinta bergetar. Diiringi dengan suara berat dan dalam yang akhir-akhir ini sering terngiang ditelinga Shinta yang kembali terdengar. Kali ini dalam bentuk  nyata. Bahkan pemilik suaranya sedang berdiri dihadapan Shinta saat ini.

"Lo kenapa nunduk terus sih? Gue itu nanya."

Shinta tetap diam. Lidahnya kaku dan getaran disakunya hanya menambah buruk keadaan. Disaat seperti ini ia tidak bisa memikirkan apapun. Ia ingin menghilang jika saja memungkinkan.

Dari balik topi Shinta melihat Rama mulai bergerak tidak sabar. Yang kemudian semakin membuat Shinta tidak nyaman. Rama memilih menunduk dan bertumpu disalah satu lututnya. Ia mencari wajah gadis yang membuatnya tidak sabar karena terus-terusan diam ini. Rama penasaran dengan gadis bisu ini.

"Lo beneran bisu atau gak mau jawab sih?" Rama kembali bertanya. Kali ini kekesalan jelas tergambar disuara merdunya. Membuat Shinta merasa bersalah.

Getaran disaku Shinta tak mau berhenti. Membuat Shinta memiliki ide untuk meminta bantuan Indah. Dengan menyusupkan tangannya merogoh saku, Shinta mengambil Handphone miliknya. Dari bawah topi yang diturunkan, Shinta menatap layar handphone yang menyala terang. Ada 5 pesan disana dan satu panggilan. Semuanya dari Indah.
Shinta yakin jika Indah adalah dalang dari semua ini.

Secret Admirer [Completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang