Hati-hati typo bertebaran dimana-mana
---------
Dua bulan kemudian..
Sudah dua bulan semenjak aku dan reo pacaran,hubungan kami baik-baik aja layaknya hubungan pacaran lainnya jalan bareng,makan bareng,sampai nonton bareng.Tapi setelah genap hubungan kami yang kedua bulan aku merasa ada yang berbeda dengan reo,dia semakin cuek dan jarang bertemu denganku,aku hnya memaklumi cueknya karena kesibukkan sekolah,tapi setelah beberapa kali kami bertemu di gereja aku semakin yakin dengan perubahan yang terjadi pada reo.
Dddddrrrtttt..
Suara ponselku yang berdering disebelah bantalku,aku yang mendengar dan merasakan getaran ponselku secara otomatis terbangun dan mengambil ponselku.
"Haloo.."ucapku dengan nada suara khas bangun tidur.
"Jen..lo gereja gak hari ini.."tanya seorang perempuan dari ponselku.
"Iya gue gereja.."kata ku yang malas dan berusaha duduk.
"Yaudah bangun cepetan,mandi sana,lo gk mau ketemu bebeb lo.."oceh angel yang membuatku bersemangat,ya siapa yang tidk tau kalau aku sudah menyukai dan sayang reo sebelum kami pacaran.
"Yaudah..bye.."kataku kepada angel dan langsung mematikan sambungan telfon kami.
Aku pun bangkit dari tempat tidur,sebelum mandi ku tak lupa menyuruh bibi menyiapkan air mandi jersey dan makanannya lalu aku pun masuk kedalam kamar mandiku.
--------
Setelah selesai mandi dan memakai dress berwarna putih yang panjangnya diatas lutut,aku pun mengambil tas,ponsel dan alkitab ku,lengkap sudah semua yang inginku bawa aku pun turun ketempat jersey untuk memeluknya sebentar lalu pergi kerumah angel.
----
Menempuh jalanan yang lumayan padat,akhir nya aku pun sampai dirumah angel yang didasari warna abu rokok.
Aku pun turun dan menekan bel rumah angel beberapa kali sampai akhirnya seorang perempuan paruh baya membukaa pintunya.
"Maaf non,cari siapa ya.."tanya perempuan paruh baya itu.
"Angelnya ada.."balasku kepada perempuan paruh baya itu.
"Non angelnya sudah pergi tu,kegereja,tadi di jemput sama..."kata perempuan paruh baya itu sambil berpikir"laki-laki ganteng non.."lanjut perempuan paruh baya itu,sambil mengancungkan jempolnya..
"Siap bi.."tanyku yang penasaran yang langsung dijawab gelengan kepala perempuan paruh baya itu.
"Bibi kagak tau non,tapi dia kalo gak salah laki-laki jemput non angel pakai mobil yang bahasa inggrisnya olahraga ituloh non warna putih,trus bibi gak kalo gk salah liat nomor mobilnya terakhirnya 51 j non."
Aku hanya terdiam yang mendengar penjelasan perempuan paruh baya itu yang kuyakini adalah pekerja dirumah angel.
"Yaudah bi..makasih ya bi jena langsung pergi aja.."pamitku kepada perempuan itu yang langsung diangguki oleh perempuan itu dan aku pun masuk kedalam mobil dan keluar dari halaman rumah angel,aku hanya terdiam dan terus-menerus memikirkan penjelasan bibi
'Mobil sport putih nomor terakhir 51 j,mobil reo sport warna putih nomornya b 1251 j..nggaak,nggak gak mungkinlah angel begitu,kan banyak tu orang make mobil sport putih..nggak jena lo gak boleh mikir begini,dia itu sahabat lo..'ucapku dalam hati dan segera melajukan mobilku untuk cepat-cepat kegereja.
-------
Sesampainya digereja aku tidak melihat mobil reo di parkiran gereja dan aku langsung naik untuk kekelas tempat aku akan beribadah.
Sesampainya di dalam gereja aku tidak melihat adanya reo maupun angel didalam sana.
"Hallo jena selamat pagi.."sambut kak wita yang mengetahui ku sudah tiba.
"Pagi juga kak,selamat hari minggu."jawabku sambil berjalan kearah tempat duduk yang ingin kududuki.
Beberapa menit kemudian ruangan ini pun sudah dipenuhi oleh anak-anak taruna,tapi reo maupun angel pun tidak kunjung datang sampai ibadah pun dimulai.
"Jena,reo mana kok gak ada sama lo.."tanya ayuz yang duduk di sebelahku.
"Lah..lo kan sepupunya pasti taulah reo dimana.."tanyaku balik kepada ayuz.
"Tadi sih gue liat dia udah jalan paai mobilnya,gue kira baka jemput lo..trus si angel mana.."jelas ayuz dan menanyakan keberadaan angel.
"Kalo angel tadi pagi gue kerumahnya tapi kata bibinya dia udah dijemput sama laki-laki kata bibinya."jawabku yang membuat ayuz mendekatkan kursinya kepadaku.
"Jena..ini sih firasat gue ya,tapi gue gak bermaksud,kayaknya reo jemput angel deh.."kata ayuz dan membuatku terdiam dan melamun sampai aku tidak menyadari klau ibadh sudah selesai.Kami pun pulang kerumah masing-masing dan aku juga mengantarkan ayuz kerumahnya.
-------
Didalam mobil hanya suara lagu yang terdengar olehku,perkataan ayuz terus-menerus berputar dikepalaku,hingga aku terasa lelah aku pun singgah untuk bersantai sambil makan siang di salah satu restaurant itali,aku pun memakirkan mobilku dan masuk kedalam restaurant tersebut dan memilih meja yang bernomor 21 dipojok dengan jendela tempat tersebut,baru saja aku ingin memanggil pekerja disitu untuk memesan makanan,aku dikagetkan dengan pemandangan yang membuat perasaanku berubah 180°,aku melihat angel dengan reo di meja paling belakang saling berpegangan tangan dan keduanya tersenyum bahagia,aku yang sudah tidak sabar lagi langsung berdiri untuk mendatangi meja mereka.
"Cowok baru ya ngel,kok gue gak dikenalin sih,cowok lo hebat ya ngel..LONGLAST ya buat kalian berdua.."kataku yang langsung berlari kearah pintu keluar yang mulai menegeluarkan air mata.
Dengan terburu-buru aku menyalakan mobilku dan dengan kecepatan diatas rata-rata aku membawa mobilku,didalam mobil air mataku terus-menerus keluar dan membuat ku semakin mengingat kejadian tadi.
'Kenapa lo begini ngel,lo yang gue kira sahabat terbaik gue tapi kenapa malah lo yang khianati gue'kataku sambil memukul-mukul stir mobilku.
----------
Dengan mata sembab aku keluar dari mobilku dan membuka pintu rumahku.
Keadaan rumah gelap dan seperti biasa sunyi,seperti biasa pula aku langsung naik keatas untuk pergi kekamarku.
Saat aku ingin menaiki tangga lampu rumah pun menyala dan ku menoleh dan mendapati seorang lelaki dengan badan tegap dan membuatku kaget.
"Gak mau kasih sambutan.."kata lelaki itu yang merupakan om ku yang bernama nando.
Aku sontak berlari dan memeluk om yang paling mengerti aku sambil mengeluarkan segala emosiku dan air mataku.
Omku yang biasa ku panggil koko pun merasa heran dan membalas pelukanku.
"Heyy..kamu kenapa chi.."kata kokoku lembut sambil mengusap kepalaku.
Aku hanya terus menangis sampai akhirnya kokoku menuntunku untuk duduk.
"Kamu jelasin sama koko kenapa kamu begini dan siapa yang bikin kamu begini.."tanya kokoku to the point kepadaku.
Aku berusaha untuk tenang dan mulai menceritakan semuanya kepada kokoku.
"Udahlah chi,manusia kayak gitu tu gak usahlah dipikirin,yang sekarang harus kamu pikirin tu,kamu harus cepet-cepetlah putusin si cowok b******k kek gitu."ucap kokoku dengan penuh emosi.
"Tapi ko achi tu sayang sama dia udah lama banget,achi udah terlanjur sayang banget sama dia ko.."kataku yang masih mengeluarkan air mataku.
"Udahlah gak usah dipikirin,sekarang koko mau kenalin kamu sama temen koko.."ucapnya sambil menyuruhku untuk melihat kearah pintu masuk rumahku.
Aku pun mengikuti pandangan kokoku dan menemukan laki-laki seumuran kokoku dipintu sambil mengenakan jaket kulit hitam sepatu converse abu-abu dan memunggungi tas.
"Itu..siapa ko.."tanyaku yang masih melihat laki-laki itu masuk menuju kearah kami.
"Itu namanya aldo dia temen koko,koko sengaja ngajak dia kesini buat dikenalin sama kamu,siapa tau suka.."jelas kokoku yang tersenyum jail kepadaku.
"Apaan si ko,orang akunya udah punya pacar juga.."kataku malu-malu kepada kokoku.
"Pacar,cowok b******k kayak gitu masih dipanggil pacar,udahlah mendingan sama yang ini.."ucap kokoku dengan senyum jailnya dan sengaja memyenggol bahuku.
"Ohh ya..kenalan dulu dong.."kokoku langsung mengambil tangankundan juga aldo untuk berkenalan.
"Jenata"
"Aldo"
Kata kami berdua..
"Panggil aja dia achi,gue sering manggil dia achi kok do.."ucap koko yang langsung diangguki oleh aldo.
"Yaudah..ayo chi.."ajak kokoku dan menarik tanganku untuk berdiri.
"Eh,eh,eh..mau kemana.."tanyaku heran melihat kokoku.
"Ya..kami mau jalanlah,capek tau dirumah,udah ayo.."tarik kokoku lagi.
"Ihhh..magerlah ko,kalian aja sana yang jalan."kataku malas kepada kokoku.
"Gak ada mager-mageran ayo berdiri,alasan aja mager padahal galau,ayo..kamu buktiin sama sikunyuk itu kalo dia gak bikin kamu sakit hati."kata kokoku yang membuatku malu dihadapan aldo.
-------
Sekedar info kalo koko nya jena itu namanya nando christian,dia itu udah dianggap kakak kedua oleh jena,liat aja deh kedeketan mereka.
Ohh ya..
Mau tau gak perasaannya jena kealdo kek mana ntarnya..
Tunggu aja ya..
Mungkin aldonya untuk pelampiasan doang atau apalah..
Tunggu part selanjutnya yeeee..
KAMU SEDANG MEMBACA
'Stay With Me'
Teen FictionIni cerita pertama aku loh jadi maklumi aja kalo absurd. Cerita aku disini mengisahkan seorang gadis bernama Jenata Natalia Valencia gadis ini mempunyai sahabat-sahabat yang setia membantunya dalam masalah hubungannya dengan Reyco Albrian Algentas.
