"Kring-kring-kring"suara jam weeker yang berbunyi di sebelah tempat tidurku membangunkanku.
Aku yang mendengar jam ku langsung membuka mataku dan melihat sekelilingku yang masih gelap,
"Duh..siapa sih yang nyetel alarm jam dua belas gini,gak tau apa besok libur.."omel sambil bangun mengambil jam weekerku dan mematikannya"brukkk.."baru saja aku ingin tidur kembali,dan aku mendengar suara benda jatuh dari lantai bawah,aku yang penasaran pun lamgsung bangkit berdiri dan menyalakan lampu yang ada dikamarku,lalu berjalan keluar dengan santainya..
------
Sesampainya dibawah aku langsung menuju asal suara yang merupakan ruang tamu rumahku.
"Siapa disana??"teriakku yang berusaha mencari sesuatu untuk kupegang agar berjaga-jaga yang mengingat hanya aku yang ada dirumah ini."heyy..keluar lo,siapa sih.."teriakku lagi yang mulai keringat dingin ketakutan"prangghh.."suara sesuatu yang pecah kini dibelakangku yang membuatku berbalik 180° untuk melihat yang ada disana..
"Heyy..jangan main-main ya sama gue.."kataku lagi sudah ketakutan dan bergetar..
Tiba-tiba ada sesuatu yang memegang pundakku yang berbuat aku berteriak"aaaaaahhhh.."namun pada saat itu juga lampu menyala dan menampakkan sahabat-sahabatku dan juga orang tuaku dan juga kakak yang sangat kurindukan.
"Happy birthday jena,happy birthday jena,happy birthday,happy birthday,happy birthday jena.."nyanyi mereka semua yang membuat aku terharu dan meneteskan air mataku,aku yang masih kaget karena kejutan ini masih diam ditempat.
"Happy birthday baby.."kata mama dan papa yang langsung memelukku.
"Jena kira kalian bakal lupa sama hari ulang tahun jena,karena pekerjaan kalian yang gak bisa ditinggalin itu.."kataku yang masih terharu karena kedua orang tuaku tidak melupakan hari spesialku.
"Hey..selamay ulang tahun ya adikku tersayang dan bawel semoga bawelnya cepet ilang."ucap kakak yang sangat kurindukan karena dia sedang melanjutkan pendidikkannya di universitas oxvord.
"Kak joyan,aku rindu banget sama kakak,aku kira kakak gk bakal kesini atau gk bakal ucapin selamat sama aku"kataku sambil membalas pelukan kakak yang kusayangi itu.
"Ehemm..gantian dong,kami juga mau ucapin ni.."omel sahabatku angel kepada kakakku yang lama melepas pelukannya sangking rindunya.
"Iya deh..iya.."mendengar perkataan angel,kak joyan langsung melepas pelukannya.
"Happy birthday honey bunny sweety ku,smga doi cpet peka ya.."kata angel yang langsung menggenggam tanganku.
"Iya..semoga aja.."balas ku sambil memelukku.
"Hey..sudah donk acara peluk-pelukannya sekarang jena tiup lilinnya.."ucap mama yang sedang memegang kue ulang tahun ku..
Baru saja aku mau meniup lilin ku angel menghentikanku.
"Eitss..buat permohonan dulu jena.."aku hanya mengangguk dan memejamkan mataku lalu membuat permohonan,lalu meniup lilinku.
"Yee..selamat ulang tahun jena.."kata mereka semua secara bersamaan.
Kak joyan dan angel datang dengan membawa kotak hadiah mereka masing-masing.
"Nih..buat sahabat yang paling kusayang,."kata angel sembari menyodorkan hadiah yang dibalut kertas soft pink dan aku.
"Dan ini buat adekku yang paling bawel,buka donk."ucap kak joyan dan memberikan hadiah yang baluti dengan kertas biru laut.
Aku membuka kotak yang diberi oleh angel"angel..lo tau darimana gue pengen gantungan kunci anjing ini dan juga bineka anjing inikan yang ada di toko itu,harganya mahal banget angel."omel yang mengetahui bahwa angel membelika ku boneka yang sangat kuimpikan.
"Apa sih yang gak gue tau tentang lo jena,harga bukan segala nya yang penting sahabatku senang,ya gk.."kata angel yang langsung merangkul ku
Sekarang giliran aku membuka hadiah yang diberi oleh kk joyan"kak..kakak beliin aku ini.."
Tanyaku yang tidak percaya dengan apa yang diberikan kakakku..
"Ya iyalah,klau kakak gak kasih kamu gak mungkin dia ada didalam situ.."kata kak joyan dengan senangnya.
"Kak ini kan tas limited edicion di paris,kakak dapet uang dari mana beli ini.."tanyaku yang tidak menyangka bahwa kakakku memberiku tas yang limited edicion.
Kak joyan hanya membalasnya dengan mengangkat bahunya acuh.
"Udah deh..sekarang giliran papa dan mama yang harus kamu buka hadiahnya."kata mama yang kangsung membawa hadiah yang lumayan besar.
"Ini apaan ma.."tanya ku yang penasaran karena melihat hadiah yang diberikan mama dan papaku sangatlah besar.
Aku yang penasaran langsung membuka kotak yang diikat dengan pita berwarna putih,aku agak kesusahan membukanya,sehingga kak joyan membantuku membukanya,aku yang mengira sudah dapat melihat hadiahnya ternyata salah besar karena masih ada satu lapis lagi kertas yang menghalang,dan aku pun segera membukanya dan betapa terkejutnya aku yang ada didalam hadih itu"guk.guk.."bunyi yang ada didalam hadiah tadi.
Aku yang gak nyangka bahwa papa dan mamaku akan memberiku anjing yang sangat kuimpikan,langsung aku mengambil anjing kecil yang berwarna putih dan menggendongnya dengan sayang.
"Makasih ya..ma,pa udah beliin anjing ini,jadi aku gk kesepian lagi dirumah kalo mama sama papa gak pulang."kataku yang langsung memeluk papa dan mamaku.
"Siapa ni namanya jen.."kata angel yang bermain dengan anjing pemberian mama dan papa.
"Iya ya..
Siapa ya namanya.."tanyaku kembali kepada angel,angel hanya menanggapinya dengan mengangkat bahunya dan kembali bermain dengan anjingku.
"Gimana kalo jersey.."usulku kepada angel.
"Jersey..nama yang bagus."pikir angel"hay..jersey jagain jena ya,jangan buat dia repot lho."tambah angel yang berbicara kepada jersey,dan anjing itu pun bersuara seolah-olah dia mengerti apa yang dikatakan oleh angel.
Aku memperhatikan mama,papa,dan kak joyan yang sedang berada diruang makan,seperti membicarakan sesuatu.
"Jen..aku pulang dulu ya udh jam setengah 3 subuh ni,besok gue kesini deh.."kata angel yang mengambil tas dan jaketnya dan bersiap-siap untuk pulang.
"Oke deh,lo hati-hati ya dijalan,makasih ya.."ucapku yang ikut berdiri dan memeluknya sebelum dia pulang kerumahnya.
"Oke deh,sip..dah jersey.."pamit angel kepada jersey yang sudah berdiri mengikuti kami berdua yang menuju pintu.
"Dah..angel.."sapaku sebelum angel pergi dengan mobil jazz nya,aku pun menutup pintu dan menggendong jersey untuk masuk kedalam.
"Jen..kami harus pergi.."kata mama yang menghentikan langkahku untuk naik keatas kekamarku.
"Pergi..kemana.."tanyaku yang tidak mengerti dengan pikiran mamaku yang tidak ingin tinggal dihari spesialku ini.
"Kami harus pergi,mama dan papa ada pekerjaan memdadak,dan kakakmu harus pergi karena dosennya meminta datang."kata mama dengan muka yang sangat bersalah.
"Kenapa harus izin,pergi saja kalau klian ingin pergi,aku kan juga gak terlalu penting buat kalian.."marahku kepada mereka bertiga.
"Jena,kami ada urusan penting tolong mengertilah sayang."lanjut papa yang ada disamping mama.
"Pekerjaan memang selalu penting pa,ma,dimata mama dan papa pekerjaan selalu penting bahkan dari anaknya,aku cuma mau satu hari aja kita kumpul dirumah,cuma satu hari ini ma,pa,kak,cuma hari ini.."tambahku yang mulai tidak tahan lagi,dan berlari menaiki tangga untuk masuk kekamarku.
"Jen..jena.."kudengar sama-samar suara mereka memanggilku tapi ku tidak memperdulikannya.
Aku terus saja menangis dan memcurahkan semua yang ada dihatiku kepada jersey.
"Kau tau jersey,aku selalu kesepian,mama,papa,dan kak joyan selalu sibuk dengan urusan mereka masing-masing sampai mereka lupa bahwa mereka punya anak dan adek yang memerlukan mereka,aku capem jersey,bagi mereka mencari uang adalah segalanya,tapi aku gak butuh uang jersey aku cuma perlu keluarva yang selalu ada bersamaku."oceh yang diselingi dengan air mata yang terus mengalir,jersey yang melihatku sedih seakan tau dan merasakan kesedihan ku dan dia pun baring du pelukanku dan menjilat pipiku,seakan ingin memberiku kehangatan dan kenyamanan.
Aku sudah terlalu lelah menangis sampai akhir nya aku pun mulai tertidur dan semuanya menjadi gelap
Norak banget ya cerita ya..
Maklum baru buat cerita soalnya..
Yaudah next ya baca part berikutnya..^-^
KAMU SEDANG MEMBACA
'Stay With Me'
Teen FictionIni cerita pertama aku loh jadi maklumi aja kalo absurd. Cerita aku disini mengisahkan seorang gadis bernama Jenata Natalia Valencia gadis ini mempunyai sahabat-sahabat yang setia membantunya dalam masalah hubungannya dengan Reyco Albrian Algentas.
