Sekolah,sekolah,dan sekolah again..
Capek banget sekolah tiap hari,dan harus ketemu sama bumbu masakan lagi,siapa lagi kalo bukan reyco yang biasa ku panggil royco.
Ddddrrrrrttttt...
Suara ponselku yang berbunyi diatas nakas kamarku.
Sontak aku langsung mengambilnya dan mengangkatnya.
"Haloo.."
"......."
"Ehhh..lo dapet dari mana nomor gue kusyuk.."
"....."
"Ahh..tau ah..bayyy.."
Aku pun mengakhiri panggilan itu dengan kasar dan asal kalian tau saja yang menghubungi aku tadi reyco,dasar bumbu masakan..
---------------
Aku pun menginjakkan kakiku di parkiran mobil milik sekolahku dengan perasaan yang sangat tidak baik.
"Heyy..ayo cepat masuk,udah mau masuk ini,masih aja santai-santai.."teriak madam sekolahku dengan raut wajah yang kami tidak sukai.
Mendengar ocehannya aku pun bergegas lari,dan menyalimi tangannya yang ribut dengan perhiasan yang tidak ku ketahui itu asli atau cuma tipu-tipu saja..
'Dasar toko mas berjalan..'omelku dalam hati dan segera menaiki tangga untuk kekelasku.
"Ehh..alay.."kata seseorang yang ada di lantai dua itu.
"Ihh..gue gak alay ya,lo kali yang alay.."balas ku kepada bumbu masakan itu.
"Allahh..udahlah kalo alay,alaylah sudah.."ejeknya lagi kepadaku.
"Serah lo lah.."kataku menyerah kepada si reyco itu.
Aku memasuki kelas dengan mood yang tidak ku ketahui bagaimana,'pagi-pagi udah bikin kesel'omelku dalam hati dan menaruh tasku di tempat dudukku.
"Ehh..lo jenna.."kata icha yang disebelahku.
"Lo kenapa kok muka lo kusut begitu sih.."tanya icha yang heran melihat wajahku yang cemberut begini.
"Itu tu benci banget gue sama si reyco pagi-pagi udah ngatain gue alay.."kataku dengan nada yang benci kepada reyco.
"Hati-hati lo,udah tau kan kalo benci bakal jadi cinta loh..udh ahh..gue mau keluar.."kata icha dengan gaya khasnya yang membuatku tertawa dan mengikutinya keluar.
Kring..kring..kring..
Bel berbunyi yang menandakan jam pelajaran dimulai,yang membuat kami berhamburan kekelas kami masing-masing.
-----------
"Baiklah anak-anak karena waktu tinggal 15 menit buka buku cetak kalian halaman 171 kerjakan untuk latihan kalian dirumah.."kata bu viany yang mengajarkan mapel matematika.
"Bu..kerjakan juga kah yang B.esay bu.."tanya Tica yang merupakan murid terpintar dikelasku kepada bu viany.
"Iya Tic kerjakan pake diketahui ya.."suruh bu viany kepada kami yang membuat kami mendengus kesal kepada Tica.
Kring..kring...kring.....
Bel pun berbicara kepada kami untuk menyudahi pelajaran dan beristirahat.
Aku merapikan mejaku dan menaruh buku-bukuku didalam tas,dan mengeluarkan buku pelajaran selanjutnya dilaci mejaku.
"Icha cowok mu nyari.."kata rissa menunjuk kearah pintu dan terdapat bram yang sudah menunggu dipintu kelas kami.
"Cha..lo mau ninggalin gue sendiri lagi.."tanyaku kepada icha yang menyengir kearahku.
"Makanya cepat-cepat move on dong,biar cepat ada yang baru,jadi gak sendiri terus,kacian yang sendiri.."ejek icha yang berjalan kearah bram.
KAMU SEDANG MEMBACA
'Stay With Me'
Genç KurguIni cerita pertama aku loh jadi maklumi aja kalo absurd. Cerita aku disini mengisahkan seorang gadis bernama Jenata Natalia Valencia gadis ini mempunyai sahabat-sahabat yang setia membantunya dalam masalah hubungannya dengan Reyco Albrian Algentas.
