two:angel?

59 4 0
                                        


Pria itu terdengar mendesah "carol menyuruhku kemari, katanya kau hanya perlu meminta pada Anastasia. Ini fotomu kan?" Pria itu menunjukkan gambar seseorang di ponselnya. Anastasia mengangguk

Ia bingung, untuk apa carolina mengirim fotonya? Tapi itu tak akan Anastasia permasalahkan "Anak itu benar benar menyusahkan. Kau cari buku apa?" Anastasia bergumam pelan

Anastasia berjalan duluan dan diikuti pria itu dibelakangnya "kau duduk saja disofa itu" ia mengarahkan pandangannya kearah sofa bersantainya

Pria itu hanya menyetujuinya dan duduk manis di sofa itu, ia terlihat tak jijik walaupun banyak remah remah makanan berserakan disekitar sofa itu sisa kekacauan yang dibuat gadis itu semalam saat menonton dvd tfios nya, pria itu malah duduk nyaman sambil melihat lihat keadaan disekitarnya "Hei aku bertanya padamu! Cari buku apa?" Anastasia sedikit mengeraskan suarnya

Pria itu hanya tersenyum lebar menunjukkan sederet gigi gigi putihnya"catatan fisika" katanya sambil menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal

Anastasia memutarkan bola matanya "tunggu sebentar hm.. Siapa namamu?"

"Jan Redick but just call me redi"

Anastasia mengangguk sekilas "uh ya redi tunggu sebentar"

***

Anastasia sibuk mengorek isi lemari carolina, ada beberapa buku tulis, ia tak tahu benar buku buku apa saja itu tapi ia yakin itu catatan carolina, gadis itu memang masih kuliah masih dalam tahap menyelesaikan s2 nya, maklumlah carolina anak dari pengusaha dan itupun carolina jarang masuk kelas kuliahnya hanya seminggu sekali, sedangkan Anastasia tamat s1 dan bekerja sebagai penjaga butik yang terkenal di kota new york, bekerja sebagai penjaga butik saja sudah sangat di syukurinya mengingat persaingan di new york yang menyandang status 'negara maju' sangatlah ketat

"Mungkin ini" Anastasia menggumam dan meneliti isinya, benar saja itu catatan fisika. Anastasia tahu sesudah melihat beberapa hukum fisika yang membuatnya bergidik ngeri, ini pelajaran yang paling dibenci nya saat disekolah .F I S I K A. Hanya 6 huruf tapi berhasil membuatnya hampir tak lulus di saat ia masih duduk di sekolah menengah

Dengan malas Anastasia keluar dengan catatan fisika yang digenggamnya, ia bisa melihat jelas pria itu sedang memperhatikan cover dvd tfios nya. Ia terlihat tersenyum senyum sendiri.

"Hey redi, ini bukunya" Anastasia mengangkat catatan itu ke udara

Jan langsung menjauhkan dvd itu darinya dan sedikit bergumam tak jelas, ia mendatangi Anastasia yang sedang memegang catatan kuning

"Ini" Anastasia memberikan catatan itu saat jan sudah dekat dengannya "thank you" jan tersenyum miring saat menerima buku itu

"So. I'll go now nice to meet you Anastasia"

Anastasia thompson yang mendengarnya hanya tersenyum "me too"

Jan berjalan kearah pintu keluar diikuti Anastasia dibelakangnya yang berniat mengantar jan sampai pintu, tapi sebelum ia benar benar keluar ia sempat membalikkan badan,untuk bertanya sesuatu "namamu hanya Anastasia?"

Anastasia menggeleng "Anastasia thompson"

Pria itu hanya tersenyum manis, sebelum ia hilang di tangga Anastasia sempat mendengarkan jan berteriak "nama yang keren"

Anastasia yang sempat kesal karna diganggu ritual minggunya hanya melompat lompat tak jelas sekarang, mungkin ia senang bertemu jan Redick, siapa gadis yang tidak akan senang bertemu pria tinggi tampan, black hair, dan ramah?

Anastasia langsung menelpon sahabat baik sekaligus teman seaprtemen nya itu, ia benar benar berterimakasih karna carolina ia bisa bertemu pria setampan jan Redick , sebenarnya Anastasia sempat tak suka dengan jan tadi, tapi melihat pria itu ramah dan baik penilaiannya langsung naik 20 kali lipat

Tak butuh lama, setelah nada panggilan ke3 Anastasia bisa mendengar suara carolina mengerang "Anastasia ini hari minggu masih jam berapa ini? Masih setengah sembilan!"

Anastasia hanya tertawa mengingat sahabatnya ini memiliki ritual yang sama dengannya "Hei bodoh tadi kau sempat menyuruh jan kesini kan? Mengambil catatanmu?"

"Iya, kau sudah memberikannya kan? Catatan yang warna kuning?"

"Sudah tapi hei, omong omong aku hanya mau bilang terimakasih"

Ada terdengar jeda beberapa saat, tapi akhirnya carolina angkat suara "Untuk?" Suaranya terdengar bingung

"Telah mempertemukanku dengan malaikat"

Carolina terdengar mendengus kesal dari telpon "kau sedikit berlebihan, tapi kuharap kau bisa melepaskan keperawananmu untuknya" ia terdengar terkekeh

"Hei! Aku tidak akan melepaskannya sebelum aku menikah." Anastasia memutarkan bola matanya sekarang, ia sudah bertekad ia tidak akan melakukan hubungan itu sebelum ia benar benar menikah.

"Cmon ana this is new york, bagaimana kalau kita membuat kesepakatan?"

Ana mengernyit, kesepakatan apa? Perasaanya terasa tak enak, sahabatnya ini pasti akan membuat kesepakatan di luar akal sehat "Kalau kau sampai merelakan keperawananmu untuk jan, kau harus mentraktirku sebotol bir, bagaimana? Ha?"

benar saja kan tebakannya? Anastasia hanya mengangguk sambil tersenyum miring "ku terima tantanganmu, nona carolina"

Carolina terkekeh lagi "ya sudah, aku mau melanjutkan tidurku, goodbye honey!"

"Okay, jangan lama lama dirumah pria kaya itu, ingat aku"

"Ayeyey captain!"

Anastasia langsung mematikan panggilannya. Ia menggerutu kesal yang benar saja, bagaimana bisa ia akan melepaskan keperawanannya untuk jan? Itu tak akan pernah terjadi walaupun dalam mimpinya sekalipun!

NYCTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang