"Jan redick?" Anastasia mengernyit ketika melihat siapa yang berdiri didepannya
ia selalu saja bertemu pria itu dimana saja.
"Anastasia?, what are u doing in here?" Jan menatap Anastasia heran, seperti Anastasia seorang penguntit yang sedang tertangkap basah
"Aku pegawai disini" jelas anastasia "and you? Why you looking for a dress? You wanna wear it for your outfit"
Jan menggeleng sambil tersenyum "ofcourse not, thats for someone, Christmas present"
Anastasia hanya tersenyum, kecil semua sudah memiliki teman natal sedangkan dia akan menyibukkan diri memasak biskuit natal dan menonton dvd sampah koleksinya
"You're so lucky you can spend your Christmas day with someone" Anastasia memgucapkannya sambil tertawa
"Aku tidak memiliki teman memghabiskan waktu natalku" ucap jan mengedikkan bahunya
Anastasia mengernyit, tak ada teman natal kenapa ingin membeli hadiah natal?
"Kau ingin membeli hadiah natal tapi tak punya teman natal? Kau ingin bercanda?"
Anastasia berjalan kearah dress dan diikuti jan di belakangnya
Jan hanya tertawa sambil mengedikkan bahunya lagi "untuk kakakku ia memaksaku untuk mengirimkannya ke belgium, aku kalah taruhan, kau bisa membantuku mencari gaun?"katanya
Tangan jan menelusuri pakaian pakaian itu, ia terlihat bingung mencari, ia kelihatannya memang tak mengerti
Bahkan pakaian renang dengan rumbai di bagian bawah dibilangnya sebagai dress .ck.
Anastasia mencoba menyaring beberapa dress yang disukainya, ya setidaknya kan pria ini menyuruhnya, jadi sama saja dengan ia menyuruhnya memilih dress kesukaannya
Setelah memilih 5 dress dengan warna halus dan tak terlalu terbuka, ia memberikannya kepada Jan yang asik memainkan ponselnya ditempat duduk dekat ruang coba
Jan mengernyit, matanya bingung melihat tumpukan tumpukan pakaian ditangan anastasia "aku harus beli semua?" Katanya bingung melihat 5 tumpukan kain ditangan anastasia
Ggs juga nih orang ganteng ganteng sinting.lupakan.
"Tidak, maksudku kau pilih satu saja, tapi menurutku 5 ini bagus, ukurannya bagaimana?" Jelas Anastasia
Jan tampak berpikir, entah memikirkan apa ia memperhatikan tubuh Anastasia dari atas kebawah beberapa menit, akhirnya ia angkat bicara "sepertinya kakakku seukuran denganmu"
"Kalau begitu ini cocok, pilihlah satu"
Anastasia mengangkat 2 dress ditangan kiri dan 2 dress ditangan kanan, satu lagi diletakkan disebelah Jan
Jan menyipitkan matanya, bingung memilih "aku menyerah" kata jan "kau pilihkan lah aku satu"
Anastasia langsung memilih sebuah gaun putih panjang yang sangat lembut, dengan mutiara mutiara kecil menghiasi sekitar lehernya,dulunya gaun ini idamannya tapi harganya yang kelewat spektakuler membuatnya mengurungkan niatnya, bayangkan 100 dolar, lebih baik ia menghabiskannya untuk menambah koleksi dvdnya.
Jan redick memperhantikan setiap detail pakaian itu lekat lekat, lalu ia mengangguk setuju."aku ambil pakaian ini" ucapnya
Anastasia langsung mengambil pakaian itu dan mengurus pembeliannya dengan uang 100 dolar yang diberikan jan
Setelah hampir 5 menit Anastasia kembali dengan kantungan plastik dengan label nama toko
"Aku berterimakasih banyak padamu ana." Ucap Jan seraya memgambil kantungan plastik dari tangan Anastasia
KAMU SEDANG MEMBACA
NYC
ChickLitKaku, dingin, matamu yang hitam pekat menggambarkan semua ketakutan disana, hitam tapi penuh warna itulah dirimu anastasia.
