eight:spend my christmas with him!

29 1 0
                                        

"aku tak tau dia mau datang atau tidak tapi kurasa iya" j elas carolina dengan wajah seriusnya

Anastasia thompson benar benar kebingungan.Bingung karena apa? tentu natal yang seminggu lagi akan segera dimulai ia sibuk mencari teman natal. Sungguh Anastasia bisa mati konyol jika ia hanya memasak kue jahe setiap harinya

"tapi aku tak berani carol!"

Carolina menghela napas panjang dan melipat tangannya didada menatap anastasia dengan kerutan didahi, meminta penjelasan dari pernyataannya barusan

"tidak carol aku malu! kau saja kau kan teman sekampusnya"

"tidak!" tolak carolina " kalau kau tak mau tak apa, siapa yang perlu disini?"

Anastasia mengubah air mukanya menjadi masam. benar benar buruk baginya
***
Anastasia thompson menyerah carolina berhasil membuatnya menyerah, Dengan langkah berat ia pergi ke apertemen jan redick dengan alibi meminta kembali gaun pinjamannya dari carolina.

anastasia memencet bel interkomnya, tak lama seorang pria yang dikenalnya datang dengan kaos polos abu abu dan celana pijama abu abu dengan garis garis putih disetiap sudutnya keluar dengan rambut basah

jan redick

Dia tersenyum ramah dan membuka lebar pintunya." hey ana, ada apa?"

Anastasia tersenyum membalas senyuman jan redick sambil menunduk kebawah, ia benar benar bingung mencari basa basi yang tepat, ia tak tahu saran carolina ini bagus atau tidak, ia hanya sekedar ingin mencoba.

"hmm, jan? boleh aku minta kembali pakaianku?" Ucap anastasia masih mencari cari topik lainnya.

jan mengernyit sejenak, dahinya mengerut bingung, tapi seketika seakan akan mengingat sesuatu ia mengangguk."tunggu sebentar aku akan kembali dalam 5 detik!" teriaknya sambil berlari kedalam

Anastasia bisa melihat jan redick tergopoh gopoh dan tak lama datang dengan tas belanja bekas pakai yang berisi gaun hitamnya

'Apalagi?'

anastasia sama sekali tak bergeming pada tempatnya ia hanya memandangi kantung belanjaannya tampak berpikir keras, sekeras yang ia mampu

"ana? kau hanya mau ambil ini saja? kau oke?" tanya jan redick menepuk pelan lengan anastasia.Membawanya kembali ke dunia nyata

anastasia mengangguk pelan."oh-h-mm, jan? Kau masih tak punya teman natal?"

Jan menangguk, kerutan dahinya semakin dalam

sebelum anastasia bersuara ia tertawa keras.Sekeras kerasnya.

'ada apa yang aneh'

"aku tau apa maksudmu!" ucap jan sambil mengontrol tawanya

"kau mau mengajakku berkencankan?"

Berkncan? anastasia menggelengkan kepalanya keras, itu benar benar ide yang buruk

"ti-tid-ak" kata anstasia tergagap "ak-aku hanya ingin kau menjadi teman natalku"

Jan redick tampak mengangguk mengerti, matanya menatap langit langit mencoba mempertimbangkannya

"kelihatannya menarik, kalau begitu aku setuju! aku juga tak punya teman natal tahun ini. ku jemput kau ditempatmu malam natal oke?"

Anastasia tersenyum.Lalu mengangguk penuh antusias

-
"sudah kubilangkan ana? dia tak mungkin menolaknya" ucap carolina sambil menghisap rokoknya dan mengeluarkan asap dari hidung dan mulutnya

Kalau soal carolina yang tak pergi 'bekerja' malam ini dan malah menghabiskan waktu malam dengan bersantai hari ini, dia memang sengaja, besok hari keberangkatannya, pagi pagi benar dia harus sudah disana, dan ia tak mau terlambat hanya karena pria tua.

"kau berani taruhan ana?" tanya carolina

Anastasia mengangguk. Carolina memang bagus diurusan karisma, kalau soal taruhan anastasia tidak yakin carolina mampu mengalahkannya.

"hm, begini kalau saja kau benar benar bercinta dengan jan saat aku pergi, kau akan menambahkan taruhanmu mentraktirku anggur mahal setiap minggu, bagaimana?"

anastasia mengangguk setuju.
"kalau tidak,kau yang traktir oke?"

"setuju!"
-
"sampai jumpa ana, ingat taruhanmu!"

Anastasia tertawa dan lebih memeluk gadis ini erat, ia tak bisa menahan air mata dipelupuk matanya, dia tahu ini terlalu dramatis, tapi beberapa minggu jauh dari satu satunya sahabat yang kau punya akan membuat hati mu pedih. tak bisa menghabiskan waktu gila gilaan, tak menghabiskan waktu seperti natal tahun lalu, masih banyak kenangan yang terlalu manis.

"shh sudahlah hanya untuk beberapa minggu ana" ucap carolina menenangkan, ia menngelus elus pelan punggung sahabatnya itu mencoba meredakan isak tangis anastasia

Anastasia mengangguk."jangan lama, kabari aku nanti" katanya sambil melepaskan pelukan mereka dan menghapus air matanya.

Carolina mengangguk sambil tersenyum "aku akan membelikan oleh oleh yang banyak! Ana aku pergi, aku akan ketinggalan penerbanganku sampai jumpa!"

Anastasia hanya bisa tersenyum dan melamabaikan tangannya kearah carolina yang semakin menjauh, wajahnya yang riang seketika berubah sendu. Ia akan merindukan carolina.

anastasia berjalan gontai keluar dari bandara yang padat ini, tak terlalu fokus kejalannya, anastasia malangkah keluar, keluar dari kepadatan bandara jelang liburan ini

'bruk'

Anastasia menabrak seseorang sampai badanya terjengkang kebelakang, rasa sakit langsung meliputi badan belakangnya.

Seorang pria berambut pirang, bola mata biru laut, laut, seperti siapa saja akan ikut menyelam bersama matanya yang indah, bibirnya tipis, badannya jakung, sungguh benar benar seperti dewa yunani yang terlihat sangat sempurna.

"maaf nona!" katanya sambil mengulurkan tangannya pada anastasia .Anastasia menerima uluran tangan itu, dan mencoba bangkit dan menepuk nepuk bagian belakangnya untuk membersihkan pakaiannya

"kau oke nona?" tanya pria itu sekali lagi

anastasia menggeleng, dia tidak apa-apa, tidak ada luka, ataupun terkilir hanya benturan kecil yang tak disengaja.

"hm, ya aku oke"

"baiklah, kalau begitu aku pergi. maaf sekali lagi" katanya dan mengambil ponselnya yang terlihat terjatuh dari genggamannya tadi saat bertabrakan dengan anastasia

Anastasia melihat kebawah, ponselnya juga terjatuh mungkin dari saku celananya yang agak longgar, ia memungutnya dan pergi menjauh kembali ke apertemennya

NYCTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang