"Ayolah ana, kau akan ku kenalkan lucas" carolina tersenyum lebar sambil menyapukan lipstik merah terangnya ke bibirnya "aku yakin dia akan menyukaimu"
Anastasia merasakan buku kuduknya meremang, demi apa sahabatnya sendiri tega menjualnya?! Dan siapa lagi lucas?! "Tidak carolina! Aku tidak mau!" Ia menatap carolina tajam, kalau saja matanya bisa menyayat, bisa dipastikan tubuh carolina terpotongpotong tak terbentuk sekarang
Carolina hanya mengernyit dan beralih dari kacanya menghiraukan beberapa makeup yang belum dikenakan nya dan melihat Anastasia yang duduk kesal disofa hijau sambil melipat tangan didadanya "kenapa kau tak mau?"
"Sudah kubilang itu sangat bertentangan dengan adat timurku"
Anastasia bisa mendengarkan carolina tiba tiba terdengar tertawa keras bahkan sangat keras, bahkan Anastasia sekarang sedang mempertanyakan dimana kewarasan sahabatnya ini sekarang .lupakan saja. "Ini new york ana! Kau harus bisa beradaptasi" carolina tetap terkekeh bahkan sesekali memegangi perutnya
"Tapi itu ajaran ayah ibuku carolina, tak mungkin aku mengabaikannya" Anastasia mengucapkannya kesal karena kelakuan sahabatnya ini, ia tahu ini new york tapi ia tetap tidak boleh melupakan tanah kelahirannya indonesia yang membuatnya dibesarkan dengan adat timur yang menuntut seseorang untuk mengutamakan Sopan santun, hormat kepada yang lebih tua dan memiliki etika yang tinggi dan ia mengutamakan ketiganya
Carolina terdengar berhenti dari tawanya dan kembali berkutat dengan make up dan kacanya "oh baiklah aku menyerah dengan adat timurmu, tapi kau harus ikut kali ini denganku ke bar sekedar untuk minum itu tidak akan melanggar adat timurmu!"
Anastasia kembali berpikir, Ada benarnya apa yang dikatakan carolina itu hanya sekedar bar, lagi pula di jakarta hal seperti itu sudah biasa apa lagi new york! Itu benar benar hal yang sudah sangat sangat biasa "baiklah aku ikut" Anastasia mendengus kesal, ia menyerah carolina memang benar benar sangat pandai merubah pikiran seseorang dengan rayuannya
Anastasia bisa melihat carolina tersenyum penuh kemenangan dan merapikan alat make up nya yang menurut Anastasia thompson sangat berlebihan lihat saja bukan hanya alat make up ada didalam kotak itu bahkan alat pengaman untuk laki laki berupa kondom pun ada di dalamnya, entahlah sahabatnya ini memang benar benar wanita liar, Anastasia melihat carolina pergi kekamarnya entah untuk apa tapi tak lama keluar dengan salah satu pakaiannya gaun hitam dengan penuh glitter yang sangat berlebihan.
Bukan sebenarnya bukan gliter tapi pakaian itu terlihat berkelap kelip seperti dibubuhi gliter yang belebihan "apa itu?" Anastasia mengernyit ia benar benar tak tahu apa apa.
"Indah bukan? Kau harus pakai ini kalau ingin ikut denganku"
Anastasia spontan menggelengkan kepalanya keras, tanda ia menolak gagasan carolina, ia sudah pernah melihat carolina dengan pakaian itu, memang tidak terlalu terbuka tapi tetap saja terbuka dan bahkan terlihat berlubang seperti digigiti tikus dibagian punggung dan perut "Tidak carolina aku dengan pakaian ini saja"
"Tidak Anastasia , kau tidak bisa pergi kesana dengan sweater yang sangat tertutup itu dan rok panjang mu itu, kau harus memakai ini" carolina mengangkat lebih tinggi pakaian itu dan membuat Anastasia merasa mual dengan kerlap kerlip dari mini dress hitam itu, lagi pula ini menjelang musim dingin, bagaimana bisa ia bertahan hidup diluar dengan pakaian yang sudah berlubang digigit tikus?!
Carolina terdengar mendengus keras dan melemparkan pakaian itu kearah Anastasia yang duduk di sofa "pakai saja, kalau tidak kau tidak akan bisa masuk ke dalam bar"
Carolina berlalu begitu saja menghilang dari ruangan santai entah kemana, Anastasia hanya bisa mengerutkan keningnya dalam dalam dan memperhatikan pakaian yang ada di gengamannya. Ia menghirup dalam dalam udara dan mengeluarkannya pelan. Sekali lagi carolina berhasil membuatnya menurut begitu saja.
"Sial" ia hanya bisa mendengus kesal
***
"Wah, kau sangat cocok menggunakannya ana" carolina dan Anastasia sekarang sedang berdiri didepan cermin besar di ruangan kamar carolina, memang semua perlengkapan wanita tersedia di kamar carolina
Anastasia memandang pakaiannya, tidak ini tidak indah baginya lihat saja lubang di bagian perut dan punggungnya "carolina lihat bahkan pengait bra ku terlihat di punggung" Anastasia mencoba melihat bagian punggungnya dari pantulan kaca memang bra merah mudanya sangat terlihat jelas bahkan rambutnya tak terlalu panjang untuk menutupinya
Carolina terkekeh "bodoh,kau harus melepasnya"
Anastasia spontan menutup bagian dadanya seperti seseorang akan memperkosanya, carolina hanya tertawa "kau mau terlihat seperti orang gila dengan pengait bra sialan itu?"
Anastasia menggeleng pelan
"Kalau begitu lepaskan" Anastasia hanya bisa mendengus kesal, lebih baik ia mengikuti saran carolina untuk melepaskan bra sialan itu daripada ia jadi bahan tertawaan nantinya
Ia menurut dan melepaskannya di tempat itu, hal seperti itu sudah biasa bagi mereka saling membuka aurat tanpa saling merasa malu
"Nah, begini kau kan lebih cantik" Anastasia benar benar merasa orang yang ada di cermin dihadapannya bukan dirinya, ini benar benar pertama kalinya ia memakai pakaian terbuka, ia sebenarnya risih dan sangat ingin melepaskannya dan memilih memakai pakaian yang membuatnya merasa nyaman berupa sweater dan rok panjangnya, tapi ia yakin carolina pasti tak akan membiarkan itu terjadi
"Nah kau tinggal ku poles"
Anastasia menggeleng ngeri ia tak mau dipoles ditangan yang salah, lihat saja make up carolina lebih mengerikan dari badut di taman bermain, tidak ia tidak ingin juga berakhir seperti itu
Carolina memutarkan bola matanya "baiklah terserahlah" ia menjawab pelan "tapi jangan salahkan aku jika kau merasa tak pede disana"
Anastasia hanya mengedikkan bahunya tak peduli, ia tak akan peduli dengan tempat sialan itu
Anastasia mengambil converse hitamnya dan memakainya, belum sempat ia memakai keduanya carolina sudah merebut satu converse hitamnya yang belum sempat dikenakannya "kau gila? Kau tak bisa memakai ini ana! Ini pakai ini " carolina membawakan sepasang sepatu berhak sekitar 5 cm berwarna hitam glamour yang Anastasia yakini milik caroline
Anastasia sudah terlalu lelah, ia tak akan membantah karna hasilnya akan sama saja ia akan memakai sepatu hitam berhak itu juga akhirnya, ia memakainya dengan ogah ogahan
Suara bel apartemen berbunyi nyaring membuat Anastasia mengalihkan pandangannya ke pintu apartemen "Carol! Bukakan pintunya!" Anastasia berteriak
Anastasia thompson bisa melihat carolina berbicara de gan pria kemeja kuning itu sebentar lalu berteriak ke arah anastasia "ana taksi kita sudah tiba!"
Need your vomment ;) ga enak? Masi belajar akunya jadi maap ya Wkwk.
KAMU SEDANG MEMBACA
NYC
ChickLitKaku, dingin, matamu yang hitam pekat menggambarkan semua ketakutan disana, hitam tapi penuh warna itulah dirimu anastasia.
