Ruangan putih bersih terlihat. Pandangan matanya kini menatapi lampu yang terang serta sebuah figura yang menempel di ruangan ini. Ternyata setelah secara tidak sengaja terkena pukulan oleh kekasihnya, Lana jatuh pingsan akibat hantaman yang sangat kencang.
Jujur saja, mata Lana masih perih. Kepalanya cukup pusing dan tak mampu untuk membuka mata. Namun, Lana mencoba untuk memaksakan dan kini pandangannya tertuju pada seorang anak disampingnya, Owen.
Owen, anak berusia dua tahun ini sedang tidur didekatnya. Laki-laki bertubuh mungil itu sepertinya mengantuk. Lana pelan-pelan bangun dari tidurnya dan berusaha untuk menyender di penyanggah kasur rumah sakit, namun sebuah tangan menahannya.
"Maafkan aku, sayang..." ucap laki-laki itu sembari memencet tombol kasur agar lebih tegak, sehingga memudahkan Lana untuk posisi duduk.
Lana meringis kesakitan, "Its okay."
balasnya yang langsung diberikan kecupan kening oleh Noah.
Setelah kejadian tadi, Noah jadi cukup khawatir pada kekasihnya. Ia sampai tak bisa tidur karena menjaga Lana agar tersadar dari bangunnya. Akan tetapi setelah melihat Lana kini lebih membaik, Noah bernapas lega.
Segera ia mengambil air mineral botol yang semula ada di meja. Setelah dimasukkan sedotan, Noah dengan segera memberikannya pada Lana.
Lana yang melihat itu langsung menggeleng, "Tidak, Noah. Aku tidak haus."
"Kamu harus, sayang. Apalagi sehabis ini kamu harus makan dulu, setelah itu kamu minum obat."
Lana menggeleng lagi, "Tidak mau..." katanya merengek, membuat Noah gemas dan dengan segera mengecup bibir wanita itu. Sepertinya, hanya tidak terlihat beberapa jam membuat Noah rindu setengah mati.
Bibir wanita itu sangat menggoda, terasa seperti meminum minuman manis, dan tentu tidak dilewatkan begitu saja oleh Noah. Laki-laki itu mencumbu Lana semakin dalam, lidahnya masuk ke dalam bibir Lana yang terbuka dengan bebas.
Noah pelan-pelan memegang rahang Lana agar memudahkannya mencumbu semakin dalam. Melihat Lana yang membalas semakin membuat Noah terangsang. Bibir keduanya menyatu dengan intens, layaknya seperti sebuah perekat yang tak bisa terlepas. Perlahan ciuman Noah kini turun ke leher Lana, mengakibatkan wanitanya melenguh akibat lidah dan bibir Noah yang cukup hebat.
Tiba-tiba saja Lana teringat sesuatu dan langsung mendorong Noah, hingga pria itu seketika menghentikan ciumannya. Noah yang melihat Lana melirik kepada Owen langsung memandang dengan penuh kecewa.
Seakan tidak ada satupun yang bisa menghentikan langkahnya, Noah dengan segera mengangkat tubuh mungil itu. Sejenak anak kecil itu mengerang karena merasa diganggu tidur nyenyaknya.
Setelah berhasil memindahkan ke sofa, akhirnya Noah kembali ke ranjang kekasihnya. Perlahan, Noah merangkak hati-hati agar tidak merusak infusan milik Lana.
Kemudian Noah berhasil duduk di atas Lana, pelan-pelan Noah menyingkapkan pakaian rumah sakit yang mirip dress itu. Setelah pakaian itu berhasil dibuka dan berada dipinggang Lana, Noah perlahan menurunkan celana dalam kekasihnya.
Merasa berhasil karena sudah dibuka, Noah kembali mencium Lana dengan penuh nafsu. Napasnya memburu seakan tidak sabar ingin memangsa kekasihnya. Dilumatnya bibir Lana dengan ganas dan sedikit diberikan gigitan kecil oleh Noah.
Setelah kembali mencium leher Lana, pelan-pelan jari Noah masuk ke dalam vagina wanita itu. Benda asing tersebut cukup membuat Lana jadi terhentak sedikit, sebelum akhitnya ia menikmati permainan jari Noah yang cukup lihai.
KAMU SEDANG MEMBACA
THE S*X TAPE
RomansaKalian bisa follow aku lebih dulu agar bisa membacanya. Rated: (18+) ******** Ingin rasanya Lana berkeluh kesah akan perjuangannya dalam mencari pekerjaan demi bertahan hidup. Seandainya saja ada tempat bersandar bagi Lana, mungkin gadis itu tidak m...
