Part 16

29.5K 493 0
                                        

Setelah memasuki hari kedua, Noah masih tak kunjung mengabari Lana. Hati perempuan ini merasa sesak, oksigen nampaknya sangat dibutuhkan untuk bernapas dengan lega.

Sepulangnya Lana dari Rumah Sakit, Jaxon dan Jasmine pergi menuju Amerika sehingga menitipkan Owen seorang diri. Syukurnya Owen tidak selalu menangis, memudahkan Lana dalam mengasuh anak kecil yang menggemaskan ini.

Mengambil gelas yang berisi air putih, Lana kemudian meneguk minuman tersebut hingga tersisa setengah. Pelan-pelan Lana beranjak dari kasur, mengendap dengan menahan langkah, sebelum akhirnya ia berhasil berjalan menuju ruang tamu.

Selanjutnya, Lana meraih remote TV yang tergeletak di atas meja dan memencet tombol untuk menghidupkannya. Setelah memilih menu berbayar dengan background yang ciri khas itu, Lana akhirnya memilih untuk memanjakan matanya dengan sebuah film dewasa.

Disana terlihat ada seorang laki-laki dan perempuan berada di dalam lift hotel. Sang laki-laki menggoda perempuan tersebut dan mulai menggerayangi vagina itu dengan salah satu tangannya. Melihat perempuan itu mendesah penuh kenikmatan, Lana menelan ludahnya pelan.

Tak cukup sampai disitu, aktor yang sedang beradu peran dengan aktris itu— kini melakukan hubungan intim di kolam renang. Aktris ini meremas buah dadanya sendiri ketika laki-laki tersebut berhasil memasukan penisnya.

Tanpa sadar, Lana melakukan hal yang sama. Dirinya meremas payudaranya sendiri sembari berusaha menyingkapkan mini dress rumahan miliknya. Perlahan Lana memasukkan tangannya ke dalam vagina, membiarkan jari-jemarinya bergerilya memutari area kewanitaan itu.

Merasa kurang puas, Lana akhirnya meraih bantal di ruang tamu untuk ia duduki. Setelah itu ia pelan-pelan menggesekkan vaginanya di bagian ujung bantal yang seakan itu adalah penis.

"Aaah—Oouh" erangnya ketika berhasil menggoyangkan vaginanya dengan cepat. Klitoris Lana sudah merasakan sensasi perih akibat gesekkan yang begitu intens.

Kalau saja bantal tersebut ialah penis, mungkin Lana tidak membutuhkan lama untuk orgasme. Akhirnya setelah beberapa menit berlalu, tubuhnya menggelinjang hingga menyisakan cairan putih di bantalnya.

Lana pun bangkit dari sofa dan melempar bantal yang tadi ia pakai ke dalam tempat sampah. Setelah itu Lana mulai mengambil handuk karena sehabis ini ia harus siap-siap membuat sarapan.

Sementara itu di sisi lain, Club Aldys nampaknya masih sepi. Hal ini disebabkan jam operasi Club Aldys yang baru dibuka jam 4 sore.

Noah yang baru saja bangun di siang hari segera mengecek ponsel. Kalau tidak salah, Noah akan bertemu dengan Jeniffer untuk mengurusi bisnisnya yang ada di Australia. Kemungkinan Noah akan pergi esok hari, karena ia perlu mempersiapkan beberapa dokumen untuk auditor nanti.

Biar bagaimanapun, sekalipun ini adalah usaha sendiri, Noah menggunakan jasa pihak audit untuk mengurusi segala macam
keuangan. Mulai dari keuntungan, kerugian, bahkan prospek yang akan dijalankan di masa depan.

Setelah mengirim pesan kepada Jeniffer, yang dimana gadis itu sudah memesan tiket penerbangan malam, Noah pun melemparkan ponsel di atas kasur.

Dia mengusap wajah menggunakan kedua tangannya dengan kasar. Sudah dua hari ini ia sengaja tidak menghubungi kekasihnya. Meski disengaja, hati Noah tetap tak sanggup berlama-lama marah kepada Lana.

Baru saja ingin mengambil ponsel kembali, hati Noah kembali berdesir. Ucapan Lana kemarin sedikit membuatnya tersinggung. Noah tahu betul, hal itu adalah keputusan Lana dan ia tidak bisa memaksanya.

THE S*X TAPETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang