Part 22

22.6K 140 2
                                        

Sabrina beberapa kali mengumpat karena menggeret dua koper sekaligus. Apalagi laki-laki di depannya ini sama sekali tidak membantunya.

Padahal, Sabrina sudah mengeluh dan berusaha untuk memberikan kode kepada Noah. Namun, laki-laki itu tak bergeming sedikitpun.

"May I help you, Ms?" Bagas menawarkan bantuan kepada Sabrina untuk membawakan kopernya. "I am Bagas, Assistant of Mr Baskara."

Sabrina mengangguk, "Yes, please."

Kemudian, Sabrina masuk ke dalam kursi penumpang, bersebelahan dengan Noah. CEO dari Aldys ini sudah kembali sibuk dengan ipad miliknya untuk melihat berita internasional.

Sementara itu, Sabrina hanya memanyunkan bibirnya. "I am right here, but you act like you don't know me."

Tidak ada jawaban yang terdengar sama sekali. Hal itu membuat Sabrina semakin kesal.

Kemudian ia mengambil ponsel yang berada di dalam purse, lalu mengetikkan satu nama pada layar pesan. Setelah berhasil mengirimkan informasi, Sabrina memasukannya kembali.

Ia kemudian menatap Noah yang berada di sampingnya. Sengaja dia menaikkan roknya, berusaha menggoda laki-laki ini. Melihat Noah yang sama sekali tak meliriknya, membuat Sabrina menarik lengan Noah.

Noah menepis, berusaha melepaskan. "Swear to God if you do it one more time, i will make you regret."

Sabrina yang mendengarnya hanya memberikan tatapan acuh tak acuh. Ia tak mempedulikan Noah yang merasa tak nyaman dengannya.

Tidak terasa, mobil yang dikendarai oleh Bagas ini telah sampai di tempat tujuan. Rumah besar, mewah dan bergaya Eropa ini masih terlihat kokoh. Air mancur yang berada di tengah, dekat lobby utama rumah, membuat kesan estetika tersendiri.

Belum lagi bunga-bunga berwarna pink dan putih yang berjejer, serta beberapa design patung yang dipajang sangatlah indah.

Belum lagi bunga-bunga berwarna pink dan putih yang berjejer, serta beberapa design patung yang dipajang sangatlah indah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Seperti layaknya di sebuah film, beberapa pelayan dan penjaga rumah berdatangan untuk membukakan pintu.

Mereka yang sudah mengenal Sabrina langsung mempersilakan masuk dan mengambil barang-barang miliknya. Beberapa koper sudah berhasil diambil dan dibawa masuk ke dalam.

Mrs. Bernadeth, wanita berdarah Belanda ini akhirnya turun ke lantai bawah, melewati anak tangga yang meliuk membentuk huruf V.

Terlihat sekali beberapa interior klasik dengan sentuhan dinamika luxury yang menonjolkan kemewahannya.

"Hello, my dearest," ungkap Mrs Bernadeth, orang tua dari Noah. Wanita ini langsung memeluk Sabrina dengan erat. "How are you, my dear?"

Sabrina tersenyum tipis, "Good as gold."

Mendengarnya, Mrs Bernadeth memberikan pelukkan yang hangat kembali.

"Hoe gaat het met u, mijn zoon?" (Apa kabarmu, nak?)

THE S*X TAPETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang