Part 20

29.3K 464 2
                                        

"Noah, you'd better keep that shit in your bag. Now!"

"No, aku ingin bermain denganmu menggunakan ini. I think i'm addicted to that movie, sayang? Hahaha." Noah yang masih asyik menggoda Lana  membuatnya tersenyum lebar.

Tak dipungkiri melihat kekasihnya yang panik, juga pipinya yang memerah membuat dirinya terkekeh kecil.

Lana kemudian menghampiri Noah, mengabaikan pria itu yang masih setia memegang benda dewasa tersebut.

"I am glad you're feeling better now..." ucapnya sembari memegang kening Noah yang sudah tak demam itu.

Noah mengangguk menyetujui, "Sepertinya karena teh buatanmu," balasnya, diikuti dengan kecupan kecil yang mendarat di pipi Lana.

Ting! Tong!

Bel pintu tiba-tiba saja berbunyi. Lana dengan sigap membalikkan badan dan berjalan menuju pintu. Dilihatnya dari arah jendela, ada seorang pria yang bertubuh tinggi dengan kulitnya yang sawo matang.

Setelah dibukakan pintu, Lana mempersilakan masuk Mr. Ashton yang sudah membawa kantong belanjaan.

"Hello! I am Mr. Ashton, Good evening, Ms?" sapa Mr. Ashton dengan aksen khas yang kental. Jika mendengar suaranya, sepertinya beliau bukan dari Indonesia.

"Lana."

Pria berumur tiga puluh tahunan itu mengangguk, "Okay, Miss Lana. Dimana area dapur untuk saya masak?"

"Oh, disini. Mari ikut saya." Lana dan Mr. Ashton akhirnya pergi ke area dapur.

Disana Mr. Ashton mendapat penjelasan dari Lana mengenai semua tempat alat masak dan bumbu yang akan dipakai. Beberapa memang ada bumbu yang tidak lengkap, akan tetapi untungnya Mr. Ashton sudah membelinya lebih dulu.

"So, hari ini. Saya masak akan khas Asian, bos minta seperti itu."

Lana yang mendengarnya hanya mengiyakan. Dilihatnya Mr. Ashton yang kini sedang mengupasi kulit beberapa udang. Tak lupa chef itu juga memasukan mie beras ke dalam air hangat.

Kekasih dari CEO Aldys ini mengernyit bingung, "Kenapa tidak di rebus mie-nya, Chef?"

"Kamu dapat panggil saya Ashton saja," balas Mr. Ashton dengan tersenyum. "Jika saya merebus di air mendidih, mie ini akan lembek sangat."

Lana hanya mengeluarkan suara 'oh' kecil, tanda ia memahami.

"Saya akan hari ini buat Pad Thai, khas Thailand. Mengingat hari ini bos tidak sehat, makanan ini akan menjadi pembangkit selera karena ada sedikit asam dari tamarind ini," kata Mr. Ashton dengan menunjukkan tamarind pada Lana.

Sebenarnya Lana sedikit tidak memahami Bahasa Indonesia yang Mr. Ashton ucapkan. Terlebih aksennya yang kental membuat Lana tambah bingung.

"Maaf, saya lupa! Saya Bahasa Indonesia kurang bagus, saya dari Malaysia dengan keturunan India. Sedikit saja bisa bicara."

Lana pun menggaruk kepalanya yang tak gatal itu. Sepertinya ia ketahuan menunjukkan ekspresi bingung di depan Mr. Ashton.

Karena Mr. Ashton menyadarinya, membuat Lana tak kuasa menahan tanya, "Tapi aksenmu tak seperti orang malaysia."

Mr. Ashton tertawa karena sering sekali orang berpikiran yang sama seperti Lana, "Miss orang ke seratus yang mengucapkannya," balas Chef tersebut sembari menumis udang dan memecahkan telur di atasnya.

Setelah itu, Mr. Ashton mulai memasukkan mie beras yang sudah direndam air hangat itu. Tak lupa ia menambahkan saus tamarind beberapa sendok, gula aren dan kecap ikan. Dengan lihainya Chef tersebut mengaduk rata mie tersebut di atas pan yang sudah cukup panas.

THE S*X TAPETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang