Part 4

58 10 0
                                        

" udah ngelamunnya Ay?" Ucap Kenzo

" eh iya apa kak?" Jawab Mikha gelagapan karena kakaknya berhasil membangunkannya dari masa lalu "itu"

" Ayla adiknya Kenzo yang nyebelin, kita udah nyampe dirumah dari 15 menit yang lalu loh, kamu nggak mau turun?" Tanya Kenzo sambil melihat ke Jam Swiss Armynya.

" WHAT? Kenapa kakak ga ngasih tau aku sih?" Protes Mikha sambil mengambil tasnya

" Oh Hello Mikhayla Armita Rasmavati, listen to me. Gue udah manggil manggil lu, udah nyolek lengan lu, udah ngacak ngacak rambut lu dan udah megang jidat lu beberapa kali takut lu kesamber setan cafe tadi tapi lu malah asik aja bengong" jawab Kenzo datar sambil mematikan mesin mobil Audi nya.

" Really? Oh my god! Sorry ya Kakak ku tersayang" sambil mengusap pipi kakaknya lembut dan turun dari mobil

" dasar adik nyebelin" jawab Kenzo kesal.

" Assalamualaikum... Bun I'm home!!" Teriak Mikha saat masuk ke rumah

" Waalaikumsallam Ay" Balas Bunda dari arah dapur

" Bunda lagi ngapain?" Tanya Mikha saat tiba di dapur

" Bunda lagi bikin choco oreo cupcakes nih" jawab Bunda sambil sibuk mengaduk adonan.

" Wow!! Ini pasti enak!" Ucap Mikha antusias

" pasti dong" jawab Kenzo yang baru datang.

" yaudah Ayla, kamu mandi gih abis itu makan sore, kamu udah makan belom?" Tanya Bunda

" Tadi aku ke cafe sama Kak Kenzo tapi cuman makan dessert aja Bun" jawab Mikha. " yaudah aku ke kamar dulu ya" sambil pergi meninggalkan Bunda dan Kenzo

Setelah selesai mandi, Mikha membuka pintu balkon rumahnya dan duduk diteras balkon sambil ditemani segelas coke. Ia kembali teringat masa lalunya yang membuat Ia jatuh terlalu dalam.

"Oh ya hubungan lu sama Deno gimana?masih berlanjutkan?atau udah berakhir?"

Deno

Deno

Deno!

* Flashback On *

"Mikha, balik sekolah gue anterin lu ke rumah!" Ucap Deno

DEG!!

Kata-kata Deno tadi membuat keduanya berhenti ditempat dengan mata melotot,mulut menganga dan ekspresi kaget

Saat keluar dari ruangan Panitia OSIS masih dengan mata melotot, mulut menganga tanda tak percaya

" Dys. Lu denger kan tadi?" Tanya Mikha tak percaya

"  Iya Kha gue denger. Dan itu asli ya?" Tanya Gladys kembali tak percaya

" terus gue harus apa Dys?" Tanya Mikha panik setelah sadar dari lamunannya " itu orang beneran apa boongan sih?"

" udah lu turutin aja. Nanti setelah pulang MOS kita liat apa dia beneran ngajakin lu balik bareng apa nggak" jawab Gladys

" Ya Ampun! Gue ga tau apa maksud dia buat nganterin gue,tapi yang jelas gue takut banget Gladys!!!!" Rengek Mikha histeris,dan kelakuan seperti ini lah yang Gladys tidak suka

" Udah ah biasa aja. Apa jangan-jangan dia suka ya sama lu Kha?" Ledek Gladys

" ih apaan sih,gue kenal sama dia aja kagak. Malah gue baru tau kalo dia Ketua Osis" jawab Mikha

" yaelah Mikha..Mikha.. Lu lupa ada pepatah yang bilang Love at the first sight?" Tanya Gladys dengan alis yang terangkat

" Stop it Dear!" Jawab Mikha sebal

But, wait..

Love at the first sight?

- Setelah Mos selesai -

" Dys, balik yuk! Gue udah capek banget nih" kata Mikha

" Ayoo gue juga udah capek banget pengen buru-buru nyampe rumah" jawab Gladys

Saat mereka sampai di gerbang sekolah,terlihat seorang pria dengan gagah berada diatas motor Ninja yang berwarna merah,dengan jaket abu-abu dan helm warna hitam yang terlihat sporty.

" Kha.." Ucap Gladys sambil menyenggol lengan Mikha yang tengah berkutat dengan ponselnya ingin menghubungi Kak Kenzo agar menjemputnya dengan mulut menganga

" Lu kayaknya ga perlu deh ngehubungin Kak Kenzo buat jemput lu. Dia beneran Kha" kata Gladys lagi

" Apaan sih Dys lu tuh ka--" belum sempat ia menyelesaikan omongannya, betapa kagetnya dia saat matanya tertuju pada seorang pria didepannya.

" Mikha, buruan jalannya. Lama deh kayak putri solo" Ucap Deno

" Hah?" Kata Mikha tak percaya masih dengan mulut yang menganga

" Ayo balik. Udah mau maghrib, ga baik cewek balik malem malem" Ucap Deno sambil memakai helmnya dan menghidupkan mesin motornya.

" Dys gimana nih?" Tanya Mikha panik

" udah lu balik aja, gue juga udah dijemput sama Daddy gue. Bye Dear!" Jawab Gladys " nanti ceritain gue ya" ucap Gladys sambil mengedipkan matanya

Dengan jantung yang sudah tidak terkontrol, ia pun terpaksa menerima tawaran Deno.

" Rumah lu diblok apa?" Tanya Deno melepas keheningan diantara mereka

" Komplek Theresia blok A6/1 kak" jawab Mikha

" Oh oke. Pegangan. Nanti jatoh" ucap Deno sambil menarik tangan Mikha untuk melingkar dipinggangnya.

DEMI APAPUN! Apa yang lo rasain saat lo berada di posisi Mikha??

It's got melting guyss!! Yahh itulah yang Mikha rasakan.

Dengan berat, Mikha memberanikan diri untuk bertanya

" Kak Deno?" Tanya Mikha

" iya, ada apa?"

" kalo boleh aku tau, tujuan kakak nganterin aku pulang apa ya kak? Padahal kan kita sebelumnya belum pernah kenal"

" gue nganterin lu pulang ga cuman hari ini aja kok. Tapi seterusnya"

DEG!

Jawaban Deno itu...

Ngebuat gue Melting guysss!! Begitulah hati Mikha berbicara.

" Maksud Kakak apa ya?" Tanya Mikha polos

" Nanti juga lu bakalan tau kok. Lu belum punya pacar kan?"

Mikha hanya menjawab dengan gelengan kepala. Dan entah mengapa, Mikha merasakan, tangannya ditarik oleh Deno agar lebih merapatkan pelukannya.

Ya ampun! Pleasee jantung! Bersahabat dikit. Gue ga mau ketauan sama Deno kalo gue deg degan saat gue berada sedekat ini dengan dia. Itu lah jeritan hati seorang Mikhayla Armita Rasmavati

TeropongTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang