Part 7

53 8 0
                                        

* Flashback Off *

" Ayla? Kamu denger ga apa yang tadi Ayah omongin?" Tanya Bunda

" Eh iya apa Bun?" Tanya balik Mikha gelagapan

" Haduhh bengong aja terus kamu,tadi bengong, sekarang juga bengong, kamu tuh kenapa sih?" Tanya Kenzo penasaran

" udah udah jangan debat " Lerai Ayah " jadi gini, Ayah harus mengurus cabang usaha limbah Ayah di Bandung, jadi kita minggu depan akan pindah ke Bandung dan ki--" ucap ayah belum selesai

" Hah??? Pindah?? Yahh.. Aku baru setahun sekolah disini kenapa harus pindah lagi?" Mohon Mikha

" Tuntutan bisnis sayang. Ayah udah urus kepindahan kamu dan Kak Kenzo untuk sementara tinggal dirumah ini karena 2 bulan lagi dia akan wisuda " ucap Ayah

Ya ampun... Pindah? Belum sempat ia melupakan masa lalunya,dan sekarang harus pindah? Bagaimana dengan Gladys sahabatnya? Ia tidak sanggup untuk meninggalkan Sahabatnya tersebut.

" udah jangan melamun terus Nak, kamu cepat selesaikan makan mu terus langsung belajar " Kata Bunda sambil mengambil piring kotor diatas meja makan

" Bun, Yah, Kak Ayla mau ke kamar dulu ya, ada tugas yang harus Ayla kerjain" pamit Mikha

- Sesampainya Di Kamar -

Sesampainya di kamar, Mikha langsung membanting dirinya ke kasur. Lalu tidak lama dia kembali mengingatkan "luka" lalunya itu

* Flashback On *

Saat Kak Kenzo sudah menjemputnya, Mikha langsung masuk kedalam mobil. Ia berusaha tidak terisak didepan Kakaknya, karena dia tau kalo ketauan kakaknya, pasti kakaknya akan turun tangan.

" Loh Ay? Kok Ngedate nya cepet banget? Kakak baru aja mau milih baju, kamu langsung telpon" tanya Kenzo sambil terus menyetir

" oh itu Kak, katanya Deno nggak bisa dateng, dia lagi nganterin mamanya ke rumah sakit" Jawab Mikha

" Dia lagi nganterin mamanya ke rumah sakit" sungguh sebuah kebohongan besar yang berhasil Mikha tutupi
Dalam hatinya berteriak

" Lu tau nggak sih Kak? Dia selingkuh! Dan hati gue hancur berkeping-keping, harapan gue pupus Kak"

" Oh yaudah deh kalo gitu " balas Kenzo santai tanpa mengetahui yang sebenarnya.

- Sesampainya Di Rumah -

Saat mobil yang mereka tumpangi sudah sampai dirumah, Mikha pun langsung berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya. Saat sudah dikamarnya, ia langsung mengunci pintu kamar dan membanting diri ke kasur

" Deno !! Ya Tuhan. Gue ga nyangka ternyata lu selingkuh! Ternyata selain lu punya cara bikin gue nyaman, lu juga punya cara buat hati gue hancur ! Selamat ! Lu berhasil bikin luka paling menyakitkan, dan menjatuhkan gue kedalam jurang paling dalam." Begitulah curahan hati seorang Mikha.

Ardeno Muzaghi (?)

Berhasil membuat hati Mikha hancur sehancur-hancurnya, sakit sesakit-sakitnya, dan kecewa sekecewanya.

" Seandainya gue tau siapa yang sebenarnya di balik topeng itu, Gue bersumpah pada langit dan angin kalo gue ga mau kenal sama lu " jeritan kembali hati Mikha

Kalo gue tau " jatuh cinta " itu sesakit ini, maka gue berjanji tidak akan pernah "jatuh cinta". Tapi "bersama cinta"

Karena kalau gue ga mau "jatuh" untuk kesekian kalinya.

* Flashback Off *

Mikha pun pergi ke kamar mandi, mengambil air wudhu.
"Serapuh-rapuhnya seorang manusia, yang namanya "kewajiban" tetap harus dilaksanakan" begitulah Motto hidup Mikha

Setelah selesai shalat, Mikha pun berdoa diatas sajadahnya
Tak terasa pipi Mikha kini dibanjiri oleh air mata masa lalunya.
Sungguh... Bagi Mikha itu adalah hal yang paling menyakitkan dan menggores kepingan hati

Deno berhasil membuat Mikha trauma akan cinta. Mikha takut "jatuh" untuk kesekian kalinya. Karena baginya, "jatuh" untuk sekali saja sudah sakit, apalagi beberapa kali ?

Belum beres Mikha menata kepingan hatinya, tapi kini, ia harus menghadapi kenyataannya bahwa dia akan pindah.

Meninggalkan " Kota Luka "

" Ya Allah... Tetap kuatkan hati ku, kokohkan pendirianku, jaga perasaanku, dan tetaplah bersamaku" Doa Mikha ditemani tangisannya

Lalu setelah menyelesaikan Do'anya Mikha pun bersujud diiringi tangisannya

" Jangan tinggalkan aku Ya Allah..." Bisik Mikha diatas sajadahnya

Setelah selesai hubungan dia dengan Tuhannya, Mikha pun duduk didepan meja belajarnya

Ia berjanji pada dirinya

" Jika memang Allah menyiapkan takdir ku dikota lain, Aku siap. Bismillah " keyakinan Tuhan nya membuat Hati Mikha tegar kembali.

Keesokan Harinya

" Kak Kenzo !! Ayo dong cepetan nanti aku keburu telat " protes Mikha karena sudah menunggu kakaknya yang sedang sarapan

" Iya bentar kek. Nih ya Nabi Muhammad SAW tuh nggak nganjurin umatnya buat makan dengan terburu-buru" balas Kenzo sambil meledek adiknya yang sudah manyun

" Yes, I know that Brother " balas Mikha

" tenang gue bawa mobilnya gaspol kok" ucap Kenzo sambil menaikkan alisnya

" Hey Kenzo !! Naik mobilnya jangan ngebut-ngebut loh ya ! Awas kamu !" Protes Mama yang mendengar ucapan Kenzo barusan

" AHAHAHAH emang enak dimarahin" ledek Mikha sambil masuk kedalam mobil.

- Sesampainya Di Sekolah -

" Good Morning Dear Mikha !!!" Ucap Gladys saat Mikha memasuki ruang kelas

" Morning Too Dys " jawab Mikha murung

" loh loh loh, masih pagi muka udah kusut lagi aja kenapa?" Tanya Gladys

" Dys... Minggu depan gue mau pindah ke Bandung" jawab Mikha

" oh pindah.."

"HAH??? LU PINDAH? SERIOUSLY?!!" Tanya Gladys setelah sadar apa yang diucapkan oleh Mikha

" Ayah mau ngurusin usaha limbahnya yang diBandung, jadi gue harus pindah kesana" jelas Mikha

" YA AMPUN?? Oh God gue bakalan separuh jiwa gueeee!!" Rengek Gladys sambil memeluk Mikha

" ME TOO!!" Jawab Mikha sambil membalas pelukan Gladys

" pokoknya gue ga mau tau, seminggu ini kita harus main bareng! Bikin kenangan bareng! Aaa baru aja kita sahabatan,dan sekarang harus pisah lagi..!!!" Pinta Gladys

" Okay Bosss" balas Mikha

TeropongTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang