22th

1K 143 1
                                        

Cukup sulit bagi Seulgi melihat Jongin yang tak banyak bicara seperti dulu, ia tahu kalau kecelakaan itu berat untuknya lagi, apa lagi harus menerima kenyataan kalau ia tak dapat berjalan lagi.

Ruangan itu sunyi, Seulgi ingin bicara pun sejak tadi ia tahan, entahlah. Ia bahkan tak tahu kenapa tak ada kata yang keluar dari mulutnya.

"Hei," Pintu ruangan itu terbuka, dan menunjukan badan tinggi Ravi dan juga Chanyeol. "Aku bawakan sesuatu untuk kalian." Chanyeol, pria itu menaruh buah-buahan di atas meja di hadapan Seulgi, Seulgi segera membungkuk dan tersenyum kearahnya.

Ravi menantap Seulgi, "Seulgi," tangannya menyuruh Seulgi untuk keluar bersamanya, bukan, bukan pergi berkencan atau semacamnya tapi pergi meninggalkan Chanyeol dan Jongin berdua.

Seulgi mengambil telpon genggamnya dan segera keluar mengikuti Ravi. Ia sendiri bingung untuk apa ia diminta keluar.

"Chanyeol hyung memintaku melakukannya," Ravi langsung bicara ketika keduanya sudah berada di luar ruangan. "Ia ingin bicara 4 mata dengan Jongin soal pekerjaannya."

"Dia di bebas tugaskan?" Tanya Seulgi, seperti membaca pikiran Ravi. Ravi bahkan tak harus mengucapkannya.

"Ia keluarganya, jadi aku pikir Jongin akan lebih mudah menerimanya."

Rasa bersalah semakin besar terbentuk di dalam hati Seulgi, "Pikirannya sudah kalut saat menelponmu 2 malam lalu," Ravi memegang pundaknya. "Tak usah kau pikirkan ini semua bukan salahmu."

"Ia hanya ingin cepat sampai apartemenmu dan minta maaf." Lanjut Ravi.

"Maksudku, aku terdengar bodoh ketika cemburu pada teman perempuannya itu, mereka sudah berteman lama, ja-" Ravi langsung memotongnya.

"Jika kau cemburu berarti kau benar-benar menyanyanginya."

"Tapi itu bodoh, wani- Krystal sudah menjadi sahabatnya semenjak masuk militer, aku hanya orang baru di hidupnya." Balas Seulgi.

Ravi ingin saja memukul kepala Seulgi saat ini, maksudku, jika saja Seulgi adalah seorang pria, Ravi pasti sudah memukul kepala anak itu dengan keras.

"Bodoh, kau kekasihnya wajar kalau kau cemburu." Ravi antara menahan tawa dan rasa kesal.

"Tap-"

Ravi langsung menaruh jarinya di mulut Seulgi, mendiamkan wanita itu. "Tak ada kata tapi, kalian saling mencintai ok. Lagipula Krystal adalah pacarku."

Seulgi butuh waktu 3 detik untuk mencerna apa yang baru dikatakan Ravi. "Tunggu, apa?!" Matanya membulat, tak percaya.

"Dia pacarku." Jawab Ravi, kesal. "Lagipula malam itu, ia juga marah padamu karena kau terlalu dekat dengan pria itu, siapa namanya lagi, Jinhwan? Ia tipe yang sangat mudah marah jika melihat orang yang ia cintai bicara sangat sangat akrab dengan lawan jenis."

Chanyeol keluar dengan wajah sedih entah apa yang terjadi di dalam tapi Seulgi lebih baik diam tak menanyakan apapun, tapi Ravi tidak, ia segera bertanya pada Chanyeol.

"Bagaimana hyung?"

"Aku harusnya memberitahukannya setelah ia keluar dari rumah sakit." Jawab Chanyeol pelan.

"Dia masih butuh waktu untuk mencernanya, biarkan dia," Ucap Seulgi. "Nanti, aku akan bicara baik-baik dengannya."

Chanyeol menatap Seulgi dalam dari tempatnya duduk sekarang. Entah apa tapi Seulgi tahu tatapan itu, tatapan yang memintanya tetap bertahan di sisi Jongin walau dengan kondisinya saat ini, dan Seulgi hanya membalasnya dengan tatapan lain yang sama bermaknanya, yang menjawab tatapan permintaan dari Chanyeol.

A/n : maaf lama updatenya tugas lagi numpuk dan lagi persiapan UKK jadi cerita ini bakal makin lama di updatenya.

One Of These Nights | SEULKAICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang