Aku berusaha untuk bersikap seperti biasanya pada kak Than, mungkin ia juga berfikir seperti itu. "Kak", "Kenapa Na?", "Maaf ya kak atas kejadian minggu lalu, jujur aku udah gak bisa mendem perasaan itu, aku cuma pengen kakak tau itu aja!", " Iya Na gak papa kok kakak bisa ngerti itu!" kata-kata itu adalah ucapan terakhir dari percakapan kami, suasana hening pun menghiasi mobil kami yg menuju DAN High. Bahkan ketika sudah sampai pun keheningan tersebut tetap menyelimuti sampai akhirnya salah satu dari kami membuka pembicaraan. "Yuk Na, udah sampai!", " Ehh... yuk kak" jawabku setengah kaget. Kami berjalan menyusuri koridor, sampai seseorang merusak kesenanganku. "Morning Than" suara itu mengagetkan ku, "Morning Sa" jawab kakak ku ramah pada pacarnya Marissa. "Than? Itu panggilan kesayangan ku untuk kak Than! Hanya aku yg boleh memanggilnya Than, hanya aku!", " Na.. kakak duluan ya." suara kakak ku membuatku tersadar dari lamunan.
"Morning Na, lo udah sarapan belum?" pertanyaan membuat ku tersadar dari lamunan ku saat masuk ke dalam kelas. "Ohh.. Morning Ky, udah kok, lo gimana?" jawabku sembari balik bertanya padanya "Udah juga Na" sahutnya.
Hanya Rizky dan Cindy yg dapat membuat hariku menyenangkan. Aku selalu merasa nyaman saat berada didekatnya. You are the perfect friend bahkan lebih dari itu.
Seni, pelajaran pertama hari ini. Mrs.Viska mulai memasuki kelas, kalau boleh jujur aku hanya ingin mempelajari seni musiknya saja, kenapa? Karena dari semua materi di pelajaran seni, hanya musik yg aku suka dan aku bisa..
"Morning semua" sapa Mrs.Viska "Morning Mrs." jawab semua murid serentak. "Ok, hari ini kita akan mempelajari musik jadi semua silahkan ke ruang musik sekarang!" perintah Mrs.Viska." Aku terkekeh pelan karena inilah yg aku inginkan "Sepertinya Mrs.Viska bisa membaca pikiranku" pikirku.
" Baik, Mrs. akan memanggil kalian satu per satu untuk maju ke depan dan bernyanyi. Jika kalian ingin menggunakan alat musik silahkan, jika tidak itu juga bukan masalah." satu per satu semua murid bergantian untuk menyanyi ke depan. Kini giliran ku, Mrs.Viska menyebut namaku untuk segera bernyanyi "Revina Nathalia, silahkan maju!" setelah sampai di depan aku memilih untuk bernyanyi diiringi oleh suara merdu dari piano
I can be tough, I can be strong
But with you it's not like that at all
There's a girl, Who gives a shit
Behind this wall
You've just walked through it
And I remember, all those crazy things you said
You left them riding through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here
All those crazy things we did
Didn't think about it, just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here
Damn, Damn, Damn
What i'd do to have you here, here, here?
I wish you were here
Damn, Damn, Damn
What I'd do to have you near, near, near?
I wish you were here
Avril Lavigne ~ Wish You Were Here
Plokk...... Tepuk tangan yg meriah dari teman-teman dan bahkan Mrs.Viska memberiku Standing Applause. "Kita disini mempunyai seorang malaikat bersuara emas, sekali lagi berikan tepuk tangan yg meriah." itu membuatku begitu senang.
"Lo keren Na, gue gak nyangka suara lo bagus banget, kalo gue gimana ya?" puji Rizky yg membuatku tersipu. "Ahh.. biasa aja ky, thank's ya. Gue yakin suara lo pasti lebih bagus dari gue!" jawabku setengah mengejek. "Lo muji atau ngejek sihh?" tanya Rizky yg mulai terlihat kesal "Ngambek nih ceritanya? Maafin deh, tapi bener suara lo pasti lebih bagus!" ucapku sembari membujuk Rizky. "Mmm..." jawabnya masih sedikit kesal "Emang lo gak tau ky, suaranya itu kayak Raisa hahaha...." Cindy akhirnya angkat suara dan Rizky pun kini ikut tertawa. "Kita lanjutkan minggu depan, kalian bisa kembali ke kelas sekarang!" suara Mrs.Viska mengalihkan pandangan ku kearahnya. "Ky, lo nyanyi minggu depan jadi tenang lo masih punya waktu buat belajar, hahaha..." tawaku meledak seketika "Lo mah gitu orangnya Na", " Hehe... iya maaf kebiasaan", "Iya, dasar bawel lo Na" ejeknya padaku "Udah napa, kalian ini berantem terus guenya dicuekin" ucap Cindy menengahi "Kasihan!! Hahahaha" jawabku berbarengan dengan Rizky "Liat nanti, kalian bakal terpesona sama suara gue, hahaha..." ucap Cindy "Ogah gue denger Dy" jawabku.
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Gimana? Greget gak?
Penasaran Rizky mau nyanyi apa? Enggak ya? Mmm.. padahal suaranya bisa bikin meleleh loh! [Cuma perasaan authornya aja kali] thank's buat kalian yg udah mau baca cerita absurd ini, mudah-mudahan bisa bikin BAPER. Tetep tunggu part selanjutnya ya
Jangan lupa bantu VOMENT yoo!!
Salam dari Revina
KarinAsih
KAMU SEDANG MEMBACA
Brother Complex
Proză scurtă[COMPLETE] Kisah seorang adik yg mencintai kakaknya sendiri namun pada akhirnya seseorang datang dan membuatnya tau arti cinta yg sesungguhnya. Seseorang itu memang membuatnya tau arti cinta tapi apa dia mencintai seseorang itu? Bisakah ia melupakan...
