Hampir lima menit Kana terdiam sambil menatap bos gantengnya itu tak percaya. Sungguh, Kana yakin bosnya ini masih single, statusnya belum berganti menjadi double bahkan triple. Dia yakin Pak Damar belum mempunyai pasangan karena tak pernah sekalipun dalam dua tahun Kana menjadi sekertarisnya lelaki ini terlihat membawa perempuan sekedar digandeng atau bahkan diperkenalkan.
Manik cokelat Kana masih setia memperhatikan gerak-gerik Damar yang terlihat sangat sayang pada bayi di gendongannya. Dan sesaat setelah bayi itu berhenti mencecap dan tertidur pulas Damar tersenyum lega. Tangannya bergerak perlahan memindahkan bayi itu ke kasurnya tapi belum juga berpindah lengkingan suara Kana --sekertarisnya sudah lebih dulu menghentikannya.
"Eh eh itu jangan langsung di gulingin bayinya Pak!" ucap Kana panik.
Damar menyerngit menatap Kana bingung.
"Gumoh Pak nanti dia gumoh kalau habis nyusu langsung di gulingin. Ditepuk-tepukin belakangnya," ucap Kana kesal.
Damar yang memang hanya mengerti cara memandikan dan membuat susu pun memberi tatapan tak mengerti membuat Kana mendecak dan langsung mengambil Baby Flo dari tangan Damar dan menaruh bayi itu di bahunya. Sesekali Kana menepuk punggung Flo sambil pelan.
"Kamu ngerti soal bayi?" tanya Damar tak percaya.
Kalau saja Kana tak ingat bahwa yang nanya tadi itu bosnya, mungkin sudah dia injak keras kali kakinya. Bertanya seperti itu seakan Kana wanita yang tak ngerti apa-apa selain kerja. Jomblo begini urusan rumah tangga apalagi anak Kana mah sudah bintang lima.
"Bapak kok ngomongnya seakan meragukan banget saya bisa ngurus anak? Gini-gini saya itu berpengalaman udah biasa dari ngurus bayi."
"Udah biasa?"
"Iya, lumayan lah Pak. Soalnya saya ngurus ketiga adik kembar saya dari orok sampai mereka besar. Jadi kalau beginian saya udah ngerti. Itung-itung ngebantuin sama orangtua sekaligus latihan buat jadi calon ibu. Jadi jangan remehin saya kalau masalah ngurus beginian."
Damar melirik ke arah Flo yang makin pulas tidurnya kala berada di pundak Kana. "Kamu suka anak-anak?"
"Mana ada coba yang gak suka anak kecil," gerutu Kana kesal dan mulai memindahkan Flo ke tempat tidur. Tangannya bergerak telaten merapikan bedongan Flo dan menghela napas lega saat bayi cantik itu sudah terlelap dalam tidur panjangnya.
Damar menatap Kana ragu, dia tak yakin dengan ini tapi mungkin aja sekertarisnya ini bisa membantu. "Kana tadi kamu bilang ngurus adik kamu sekalian latihan buat jadi ibu kan?" tanya Damar.
"Hhem iya, Pak," balas Kana tak acuh karena masih fokus memperhatikan tidur damai Flo.
"Kalau gitu ... kamu mau jadi ibu dari anak saya?"
***
"Kalau gitu ... kamu mau jadi ibu dari anak saya?"
"Ma-maksud Bapak??"
Sungguh jantung Kana mau copot rasanya. Ini maksudnya bos ganteng ngelamar dia gitu?? Demi apa? Kana memang tidak cinta sih tapi kan ... lelaki tampan, beruang, dan sangat amat berprospek bagus di masa depan pasti mudah lah bikin dia jatuh cinta, terlebih lagi yang baik seperti Damar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Between Us
ChickLitGanteng, mapan, dan lajang. Mungkin kalau Kana gak kenal udah kelepek-kelepek kali dia ngeliat bos gantengnya ini. Siapa juga yang bisa nolak tipe cowok suamiable seperti Damar Bagaskara? Mungkin gak ada. Tapi bagi Kana yang udah kenal lama Bos gant...
