Bagian Sepuluh - Jangan Dibawa Perasaan

15K 1.4K 170
                                        

"Jadi maksud kamu, kepala kamu saya yang seruduk?"

Kanaya menghela napasnya. "Bapak beneran gak inget apa-apa?"

Damar menggeleng, membuat Kananya makin tidak habis pikir dibuatnya. "Bapak dateng setengah jam setelah Ibu pergi. Dateng-dateng bukannya bantuin saya nenangin diri atau mengapresiasi karena saya berhasil lolos dan menyelamatkan nyawa Bapak sama Flo eh ini Bapak malah pingsan pas liat saya. Mana pingsannya di hadapan saya lagi, udah kepala saya kejedot, Bapak nimpa saya berat banget, Baby Flo gak berhenti nangis lagi. Mana gak double beban hidup saya. "

"Jadi maksud kamu," Damar mencoba mencerna perkataan Kanaya dengan perlahan. "Saya pingsan dan kamu lolos dari ibu? Gimana bisa?"

"Bisalah!" ucap Kananya kesal. Entah kenapa kalau kembali membayangkan beberapa jam yang lalu dan mengingat-ingat ketegangannya yang Kana rasakan gadis itu jadi kembali kesal. "Ibu Negara gak sampai masuk ke ruangan Bapak."

"Kok bisa?" tanya Damar tidak percaya lagi.

Tidak masuk ruangan Damar di hari inspeksi adalah sebuah anomali. Hampir tidak mungkin ibunya melewatkan ruangan yang selalu jadi pantauan ketat setiap kunjungannya.

"Ibu tiba-tiba ditelepon Pak Bagaskara, kerabat yang dipuncak katanya ada yang masuk ICU. Jadi Bapak langsung jemput ibu. Gak lama setelah Ibu keliling lantai delapan, untungnya saya masih sempet ngulur waktu supaya ibu gak langsung masuk ke ruang bapak."

"Kok bisa? Memang Ibu gak mampir ke tempat saya?"

Kanaya terdiam sambil bersidekap. Entah bawaan dia yang sedang datang bulan, masih kesal karena tegang atau otak atasan gantengnya ini memang belum ter-starter setelah pingsan jadi percakapan mereka mesti Kanaya ulang-ulang.

"Bapak ...." Kanaya berucap perlahan. "Ibu Bapak jelas mau masuk. Bahkan saat pertama kali dia datang hal pertama yang dia mau adalah meminta diantar ke ruangan Bapak. Alhamdulillah-nya dengan kuasa Tuhan yang Maha Esa, Ibu Bapak entah hatinya tergerak dari mana malah sesampainya di lantai delapan minta diperlihatkan ruang meeting dan ruang staff. Saya sangat bersyukur, saya kira saya bakal mati karena beberapa langkah lagi kalau dering ponsel Ibu Negara gak memanggil, saya yakin Bapak, benar-benar mati bukan cuma pingsan kayak tadi."

"Jadi?" tanya Damar.

"Gelap, Pak."

"Serius, Kanaya."

Kanaya memutar bola matanya. "Ya, gak gimana-gimana! Ibu Bapak gak tau."

"Alhamdulillah."

Damar tersenyum. Ketampanan lelaki itu sampai naik berkali-kali lipat entah bagaimana dan jelas itu mempengaruhi gadis penikmat cogan seperti Kanaya. Dalam hati Kanaya memang masih sedikit dongkol karena atasannya ini telat datang di saat yang dibutuhkan, tapi di sisi lain dia juga senang karena dia bisa melihat bonus yang sangat jarang dia dapati. Senyum super ganteng atasannya yang nyebelin ini.

"Saya sangat berterima kasih sama kamu, Kanaya!" ucap Damar senang. Lelaki itu memegang tangan Kana membuat Kanaya berjengkit kaget. "Kamu bener-bener penyelamat kami."

Kana menunduk, tubuhnya memanas. Gadis single mana yang tahan kalau melihat lelaki tampan avaliable tersenyum manis sambil memegang tangannya? Mana gantengnya gak ketulungan lagi, bikin jantung debar-debar sendiri.

Gadis. Single. Mana coba yang tahan?

Damar masih memengang tangan Kanaya dengan erat. Makin dekat dan lekat sampai rasanya kaki Kanaya melunak tak kuat. Terlebih lagi, saat tangan Bos Gantengnya itu beralih perlahan mengelus plester transparan Kana dengan penuh perhatian. Matanya tak lepas memandang plester itu, sementara tangan yang satunya masih menggenggam tangan Kanaya yang membuat Kanaya masih bisa merasakan hangat yang menjalar dari genggaman tangan Bos Gatengnya itu dengan jelas. Rasanya sekarang jantung Kananya tidak bisa diajak kerja sama.

Jangan dibawa perasaan Kanaya! ucap Kanaya dalam hati berulang kali.

"Saya janji lain kali saya gak akan biarin kamu kesusahan sendiri. Sekali lagi makasih, Kanaya."

TBC

Biasanya janjinya para lelaki itu cuma janji manis belaka. Manis di awal agak lamaan dikit, mereka bakal lupa sama janjinya 💔

Biasanya sih gitu ... biasanya, gak tau deh kalo yang bikin janji bos ganteng. 😂

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 23, 2018 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Between UsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang