Author : Wahda Paridhi Sharma Akdhaparijatlovers (on Facebook)
.....................
6 Tahun Berlalu.......
"Wooowwww!! Ombak yang hebat!" seru si kecil nan tampan berusia lima tahun.
Dengan mengenakan jaket berbahan jeans disertai kemeja putih untuk bagian dalamnya dan celana plus sepatu berwarna gelap senada, membuat bocah itu terlihat maskulin dan modis di usianya yang masih sangat muda.
"Astaga!" seorang wanita muda terpekik kecil seraya membelalakkan mata melihat bocah laki-laki yang juga menjadi tanggung jawabnya itu berlarian kencang di atas milyaran butir pasir hitam dan putih bersih yang sengaja didatangkan dari luar negeri untuk membuat pantai agar terlihat alami.
Keindahannya pun serupa dengan pantai-pantai cantik di Bali, seberang dari pulau elok yang pria cilik huni bersama kedua orangtua dan adik kembar perempuannya, Pearl dan Emerald yang kini berusia enam bulan.
"Heiii!! Kemarilah, Tampan! Aduh, jangan melakukannya, ku mohon. Lepaskan benda itu!" teriak sang wanita berkebangsaan Mexico, Carlotta, pengasuh yang dipercaya oleh Jalaluddin Akbar untuk putranya, Prabu Mahavira Akbar.
Carlotta tersengal usai memacu larinya dari sebuah cabana bundar luas di depan mansion, menuju bibir pantai dimana Prabu bermain.
Baju anak itu sudah tampak basah dan sedikit kotor karena cipratan ombak sekaligus pasir yang bercampur.
Papan selancar milik Jalal, sang ayah sudah berada didekat kakinya.
"Kenapa tidak boleh? Daddy pasti mengizinkan!" ujarnya tanpa dosa.
Carlotta berjongkok agar tingginya dan Prabu sejajar. Di bersihkannya pakaian anak itu dengan tangannya untuk sementara,
"Daddy tidak mungkin memberimu izin. Apalagi dengan Mommy. Ayolah, jangan membuat Mommy marah. Kita kembali sekarang, hmm? Kau harus mandi," Carlotta mengangkat tubuh Prabu yang seketika meronta."Eegghhhh!! Lepaskan!! Aku bisa jalan sendiri, Nanny. Aku sudah bukan anak kecil lagi, you know?" Prabu berhasil turun dari gendongan Carlotta.
"Ya, ya, baiklah. Kau jalan sendiri. Ayo!" Carlotta meraih tangan Prabu untuk menggandengnya. Tak disangka, anak itu menurut tanpa perlawanan.
Dibalik pinggang Carlotta, tercetak senyum misterius yang tak wanita itu lihat.
"Eh, hai. Nanny! Merpati milik Mommyku terbaangg! Dia berhasil keluar dari sangkarnya. Please, lakukan sesuatu sebelum Mommy marah!" spontan Carlotta kaget mendengar suara keras Prabu yang terdengar serius.
"Benarkah? Mana?"
Bertepatan dengan wajah Carlotta yang menengadah ke atas sekitar atap puncak mansion, Prabu berhasil lepas dan melarikan diri akibat tautan tangan Carlotta mengendur di tangannya. Kelengahan itu tak disia-siakan Prabu. Hanya sekian detik, tubuh mungil itu sudah bertengger di atas jetski merah milik Jalal yang bersandar di bibir pantai, bersama beberapa jetski lainnya.
Merasakan tangannya tak lagi bersama tangan Prabu, Carlotta panik mencari-cari keberadaan bocah tersebut. Seraya menyerukan namanya, wanita itu mengontak seseorang melalui earphone,
Prabu berdiri diatas jetski tanpa takut, memperhatikan gerak-gerik sang pengasuh,
"Opps! Gawat! Nanny pasti mau mengadukanku pada Mommy! God! Bantu aku. Aku tidak mau Mommy sampai tahu dan memberitahu Daddy. Aku tidak mau dihukuumm!" bisiknya. Dengan cepat, Prabu melompat dari jetski lantas kembali berlari menuju pintu belakang mansion.
Sementara itu Carlotta sibuk mengontak sang Nyonya, Jodha yang sedang menjalani pemijatan khusus dengan mendatangkan therapys, seorang wanita Bali yang sudah sangat profesional.

KAMU SEDANG MEMBACA
LOVE And DESIRE (Seasion 2)
FanfictionKehidupan telah bermuara..... Kini, kembali berlanjut meniti dalamnya arti dari kehidupan tersebut. Jalaluddin Mohammad Akbar bersama istri tercintanya telah mengisi surga mereka. Pulau pribadi, terpisah dari hiruk-pikuk negara mereka, India, meneta...