part 1

646 25 6
                                    

Sekuat apapun aku mencoba untuk tidak merelakanmu pergi , tapi mau tak mau aku harus bisa merelakan dirimu pergi jauh dariku.

Teesa Andriyani
*
*
Setelah kepergian Sammy, tidak ada lagi seorang Teesa yang mudah senyum, ceria, lucu akan kepolosanya semua telah hilang dengan berjalanya waktu, sudah hampir 1 bulan sejak kepergian Sammy, tidak ada hal lain yang di lakukan Teesa kecuali, diam di kamar di dekat jendela  tanpa menjalankan aktivitas apapun, orangtuanya merasa sedih melihat anak satu-satunya menjadi pemurung, seperti ini hanya karena kekasihnya yang telah meninggal itu.
Setiap malam hanya sebuah tangisan yang selalu terdengar dari kamar itu, Teesa yang dulu telah hilang dari dirinya.
*
*
"Mamah, Untuk apa Teesa harus berdandan seperti ini? Teesa tidak suka mah." tampak kesal

"Sayang, ini saatnya kamu melupakan Sammy."

"Melupakan Sammy? tidak mah Teesa tidak mau, walau dia sudah meninggal  tapi Teesa tidak bisa melupakanya semudah itu  mah, Teesa sangat mencintainya sampai kapanpun, bahkan sampai Teesa mati untuk menyusulnya." tangisanya pecah di hadapan mamahnya.

"Teesa sayang, jangan bertingkah konyol seperti itu dia sudah pergi Teesa, apa yang harus kamu harapkan lagi? ini saatnya kamu melupakanya dan menjalani hidup baru mu tanpanya, Kamu harus bisa sayang, mamah tidak mau melihat kamu terus seperti ini mamah ingin kau bahagia walau tidak bersama Sammy, untuk itu mamah memutuskan untuk menjodohkan kamu dengan anak temenya papah kamu, mamah harap kamu bisa menerimanya. "
"Apa? di jodohkan mah, Teesa tidak mau mah Teesa tidak mau, Teesa hanya mencintai Sammy sampai kapanpun dan Teesa tidak akan melupakanya mah Teesa..."

"Ini demi kebahagianmu sayang,  Mamah ngerti sayang, mamah ngerti, tapi setidaknya kau berusaha untuk melupakanya, mamah mohon, tolong ikuti kemauan mamah dan papahmu ini demi kebahagianmu sayang, mungkin dengan kau di jodohkan. Kau perlahan bisa melupakan Sammy mamah mohon sama kamu, kamu sayang kan sama mamah?  jika sayang tolong jangan kecewakan mamah menurutlah." potongnya  lalu memeluk Teesa, air matanya terus menetes saat mamahnya memeluknya erat, hingga Teesa tidak bisa membantah lagi, ia sangat menyayangi mamahnya.

"Baiklah mah, Teesa akan mencoba memulai hidup baru lagi." ucapnya setelah melepaskan pelukanya.

"Sudah jangan menangis lagi sayang, sekarang hapus air matamu, mamah tidak mau melihat anak mamah yang cantik ini terus menangis, sekarang ayo kita ke ruang tamu, mereka sudah menunggu kita."
*
*
Pria itu menatap seseorang yang tengah berjalan dengan anggun bersama ibunya.

" Cantik, sangat cantik." gumamnya.
Setelah itu ibunya menyuruh mereka saling berkenalan laki-laki yang kini sedang duduk berhadapan dengannya ternyata bernama Brian Pebriano, seorang anak pengusaha terkenal itu.
Beberapa jam kemudian saat orangtua mereka masih asyik sedang berbincang-bincang Teesa hanya menundukan kepalanya, lain dengan Brian ia menatap Teesa dengan wajah datar dan tentunya sulit untuk di tebak tentang apa yang tengah ia pikirkan.

"Baiklah, keputusan sudah bulat, jadi pernikahan akan diadakan 1 bulan lagi, bagaimana Brian, Teesa?"

Ucap ayahnya  Brian.
Seketika Brian dan Teesa terkejut mendengar kata pernikahan itu.
"Secepat itukah, bahkan kami baru saja mengenal kenapa.... "

"Sudah menurut saja Brian, bukanya lebih cepat lebih baik, iya kan lagian umur kamu sudah cukup matang untuk menikah." ucap ibunya Brian lalu tersenyum.
--------------------
Setelah pertemuan beberapa  minggu yang lalu dengan Brian,   kini Teesa sudah mulai bangkit, tidak ada lagi mengurung dirinya sendiri  di kamar, perlahan-lahan ia mulai melupakan kesedihanya itu.
Sedangkan Brian minggu-minggu ini ia selalu tidak pokus bekerja, hanya karena Teesa, dia telah mencuri hatinya, sejak pertemuan itu entah tiba-tiba ia langsung jatuh hati padanya, dan semakin ingin memilikinya.

"Besok aku akan menikah, maafkan aku Sammy, aku mengkhianati cintamu aku mencintaimu, tapi aku juga tidak mungkin terus mengharapkanmu, kita telah berbeda dunia, semoga kau tidak kecewa melihat ku menikah dengan pria lain, semoga kau bahagia disana sayang." ucapnya menangis sambil menatap kuburan Sammy, lalu ia menabur bunga di atasnya, setelahnya ia langsung pergi dari pemakaman itu
Terlihat seorang pria memakai pakaian seragam jas hitam dengan mata di balut kacamata itu, menatap kegiatan Teesa dari mulai berbicara sendiri, dan menangis lalu menabur bunga disana, ada sedikit keganjalan di hatinya.

Bahkan ia masih mencintai kekasihnya, walau dia telah tiada. Bisakah aku menggantikan posisinya di hati Teesa.
Jika tidak lantas bagaimana masa depan kami nanti.
Akankah kami bahagia nantinya.

***
Gimana seru gak hehe maaf yah kalau gaje masih belajar nih, mohon tinggalkan jejak yah readers

My Perfect HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang